Tepatkah langkah TNI bekukan kerja sama militer dengan Australia? 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-38509431 Mehulika SitepuBBC Indonesia
 7 jam lalu

 Kirim http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-38509431#share-tools


 
 Image copyrightEPAImage captionUnit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) berlatih 
bersama pasukan udara Australia di Perth, Australia Keputusan TNI membekukan 
kerja sama militer dengan Australia dianggap tepat oleh pengamat dari CSIS Evan 
Laksmana. Seorang pengamat di Australia sementara itu mengatakan pasang-surut 
hubungan Indonesia-Australia antara lain disebabkan oleh 'saling curiga'.
 Juru bicara TNI Mayjen Wuryanto mengatakan kerja sama ditunda sementara akibat 
masalah teknis, namun menolak menjelaskan lebih lanjut yang menjadi penyebab 
penundaan kerja sama militer Indonesia dengan Australian Defence Force (ADF), 
angkatan bersenjata Australia.
 Harian Kompas menulis bahwa hal itu dipicu pengalaman pelatih Kopassus yang 
mengajar di sekolah pasukan khusus Australia dan menemukan bahan pelatihan 
'yang menjelek-jelekkan TNI serta menemukan tulisan lain yang isinya menghina 
lambang negara Pancasila'.
 "Mungkin salah satunya seperti itu, tapi banyak hal-hal terkait yang harus 
disempurnakan untuk diperbaiki," kata Wuryanto kepada BBC Indonesia.
 "Koordinasi terus dilaksanakan antara TNI dengan angkatan bersenjata 
Australia, tetap ada pembicaraan, ada komunikasi."
 Indonesia 'tunda sementara' kerja sama militer dengan Australia 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-38504646 TNI hentikan kerja sama militer 
dengan Australia 
http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2013/11/131121_kemenhan_kerjasama_militer_dihentikan
 Indonesia hentikan sementara kerja sama Australia 
http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2013/11/131120_sbyaustraliahalt.shtml
 Pengamat militer dari CSIS (Centre for Strategic and International Studies) 
Evan Laksmana menilai tindakan Panglima TNI untuk meninjau kembali kerja sama 
antar kedua institusi sudah tepat dan tegas.
 "Memang ada beberapa aspek dari kerja sama pelatihan dan pendidikan Australia 
dan Indonesia yang sudah waktunya untuk ditinjau kembali. Langkah Panglima kan 
tidak menutup kemungkinan untuk membuka kembali hubungan kedua militer. Dan 
saya rasa dari segi otonomi, karena memang ini ada di ranah kerja sama antara 
TNI dan ADF, memang sudah menjadi wewenang Panglima mau me-review atau tidak," 
papar Evan.
 "Saya rasa sebagai bukti ketegasan kita, sebagai bukti bahwa kita juga 
reasonable(masuk akal) saya rasa langkah untuk me-review itu sudah tepat."
Image copyrightAPImage captionPenundaan kerja sama TNI dan militer Australia 
mencakup kerja sama di segala aspek, termasuk kerja sama teknis serta pelatihan 
militer antara kedua negara. Menurut Evan, persoalan kerja sama militer ini 
bukan mewakili persoalan bilateral secara lebih luas sehingga tidak perlu 
diperuncing.
 "Ini persoalan hubungan kerja sama TNI dengan ADF dan bukan persoalan secara 
bilateral yang lebih luas sampai harus melibatkan nota protes diplomatik dan 
sebagainya," kata Evan.
 Evan menambahkan, hubungan kerja sama militer antar Indonesia dan Australia 
sama-sama menguntungkan kedua negara khususnya dalam hal keamanan maritim dan 
penanganan terorisme. Namun yang menjadi kunci kedekatan hubungan antar dua 
negara saat ini bukanlah politik dan militer, melainkan hubungan dagang dan 
investasi.
 "Dari Pak Jokowi dan Pak Turnbull (PM Australia) dia berkunjung ke Jakarta dan 
kedua negara mempunyai impian bersama untuk shared prosperity (kemakmuran 
bersama) dan kerja sama bilateral yang paling penting sekarang adalah persoalan 
trade (dagang). Mungkin saatnya sekarang kita menggeser salah satu landasan 
hubungan kedua negara bukan lagi pertahanan, tapi perdagangan dan investasi," 
jelas Evan.
 Saling curiga Di sisi lain, tak bisa dipungkiri hubungan kedua negara kerap 
mengalami gejolak, termasuk ketika kapal perang Australia masuk ke perairan 
Indonesia pada akhir 2013. Dua tahun kemudian aparat Australia dilaporkan 
membayar awak perahu pengangkut pengungsi untuk memutar balik ke perairan 
Indonesia 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/06/150612_dunia_abbott_pengungsi.
 Hubungan kembali memanas ketika dua terpidana narkoba asal Australia 
dieksekusi mati pada 2015 
http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/03/150304_bali_nine_pindah_nusakambangan.
 Menurut Evan hal ini disebabkan kurangnya kepercayaan antara kedua pihak.
 "Pengalaman Timor Timur (Timor Leste) itu cukup kuat yah. Pengalaman tahun 
1999 itu saya rasa meninggalkan bekas luka yang cukup dalam dan memang belum 
hilang sepenuhnya. Artinya rasa kepercayaan dari kita pun baru belakangan 
pelan-pelan pulih," kata Evan.
 Presiden Jokowi tunda kunjungan ke Australia 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-37856379 Kunjungan Menlu Australia: 
Indonesia tekankan soal pengungsi 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160321_indonesia_aussie_pengungsi 
Hal ini juga ditegaskan Dave McRae, peneliti dari Asia Institute, Universitas 
Melbourne.
 "Meskipun sikap saling curiga itu ada, namun selama hampir 20 tahun sejak 
akhir zaman Suharto, kerjasama antara Australia dan Indonesia cenderung 
meningkat meskipun ada gejolak-gejolak tadi," jelas Dave.
 "Bisa jadi itu polanya ke depan bahwa kerja sama meningkat terus di tingkat 
pemerintah tapi sewaktu-waktu tetap akan ada gejolak seperti yang sering 
terjadi beberapa tahun terkahir ini."
 "Jadi tantangan bagi kedua negara ke depan adalah bagaimana bisa mendalami 
sikap yang saling memahami dan saling menguntungkan di antara kedua negara 
karena bagaimanapun letak geografis Australia dan Indonesia tidak akan berubah 
dan ke depan Australia dan Indonesia menghadapi banyak tantangan yang 
menyangkut kedua negara."
Image copyrightGETTY IMAGESImage captionIndonesia adalah negara pertama yang 
dikunjungi Menteri Pertahanan Australia Marise Payne. Pada Oktober 2016, 
Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu dan Menteri Pertahanan Australia 
Marise Payne bertemu di Bali untuk membahas kerja sama dan isu-isu pertahanan 
kedua negara.
 Kunjungan Payne ke Indonesia itu adalah kunjungan pertamanya sebagai menteri 
mertahanan.
 Hingga kini belum jelas sampai kapan pembekuan kerja sama militer ini akan 
berlangsung namun Menteri Pertahanan Payne sudah menyatakan akan melakukan 
penyelidikan atas materi yang dianggap menghina itu.
 Ini adalah kali kedua kerja sama militer dihentikan sementara, setelah 
sebelumnya pada 2013 Australia dilaporkan menyadap telepon Presiden Yudhoyono.

 

 

 

Kirim email ke