Mufti mengatakan ada pesan yang menyebar di aplikasi pesan Whatsapp yang 
menyebut permohonan penyelidikan kasus ini pada 9 Desember. Menurut pesan yang 
belum dikonfirmasi ini, anggota Kopassus menemukan materi ofensif di kelas 
pelatihan, termasuk tentang pemimpin militer Indonesia, Sarwo Edhie Wibowo yang 
disebut sebagai pembunuh massal.

 ...
 Kamis , 05 Januari 2017, 10:10 WIB
 Media Australia Beberkan Penyebab Bekunya Hubungan Militer RI-Australia 
http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/global/17/01/05/ojae5i366-media-australia-beberkan-penyebab-bekunya-hubungan-militer-riaustralia
 Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Ani Nursalikah
 

 Australian Defence Force/Handout via REUTERS

 
 Tentara Indonesia dan Australia saat latihan gabungan di Combat Training 
Centre di Tully, Australia, 10 Oktober 2014.
 

 REPUBLIKA.CO.ID, Sejumlah laporan terkait alasan utama penundaan kerja sama 
militer Indonesia dan Australia bermunculan. Hingga saat ini, Kamis (5/1), 
belum ada yang dikonfirmasi oleh militer kedua negara.
 Menurut Guardian Australia, isu ini berembus saat seorang anggota Kopassus di 
basis militer Perth, Australia merasa ada materi yang melecehkan Indonesia. 
Menurut situs berita Australia, 9news, ada poster yang memuat Pancasila namun 
menyebutnya Pancagila.

Selain itu, ada materi yang menyebut soal okupasi militer di Papua Barat. 
Laporan menyebut pasukan keamanan Indonesia, termasuk Kopassus telah membunuh 
banyak orang di Papua Barat sejak 1969.

Indonesia juga disebut melakukan pelanggaran HAM di Timor Timur. Sydney Morning 
Herald juga mengutip pernyataan Direktur Eksekutif Institute for Defence, 
Security and Peace Studies di Indonesia, Mufti Makarim pada Fairfax Media.
 Baca:
 Masa Depan Latihan Gabungan Indonesia-Australia Belum Jelas 
http://republika.co.id/berita/internasional/abc-australia-network/17/01/05/oja4xp366-masa-depan-latihan-gabungan-indonesiaaustralia-belum-jelas
 Australia Bantah Rekrut Tentara Indonesia 
http://republika.co.id/berita/internasional/abc-australia-network/17/01/05/ojac85366-australia-bantah-rekrut-tentara-indonesia
 
Mufti mengatakan ada pesan yang menyebar di aplikasi pesan Whatsapp yang 
menyebut permohonan penyelidikan kasus ini pada 9 Desember. Menurut pesan yang 
belum dikonfirmasi ini, anggota Kopassus menemukan materi ofensif di kelas 
pelatihan, termasuk tentang pemimpin militer Indonesia, Sarwo Edhie Wibowo yang 
disebut sebagai pembunuh massal.
 Juga soal anggota TNI yang membunuh temannya saat mabuk. "Setelah anggota ini 
pulang ke Indonesia, ia langsung melapor," kata pesan tersebut.
 Mufti berharap ini bukan sikap Australia yang tidak menghormati militer 
Indonesia, melainkan karena kurangnya bahan ajar juga pengetahuan. Dilansir 
kantor berita Australia News.au, Menteri Pertahanan Australia Marise Payne 
mengatakan sedang melakukan penyelidikan atas kasus ini. Komunikasi antara 
kedua negara juga terus berlanjut. 

Sementara itu, semua interaksi militer ditangguhkan hingga masalah ini 
diselesaikan. "Australia berkomitmen membangun hubungan pertahanan yang kuat 
dengan Indonesia, termasuk dalam latihan bersama," kata Payne.
 Ia berjanji bekerja sama dengan Indonesia untuk mengembalikan hubungan 
secepatnya. Insiden kali ini bukan kali pertama. Australia pernah menghentikan 
latihan dengan unit Kopassus Indonesia karena tuduhan pelanggaran HAM di Timor 
Timur pada 1999. Hubungan membaik beberapa tahun kemudian.

Pada 2013, Indonesia menangguhkan latihan juga karena tuduhan Australia 
melakukan pengintaian dan penyadapan telepon. Presiden Indonesia Susilo Bambang 
Yudhoyono dan orang-orang terdekatnya menjadi sasaran. Hubungan pulih pada 2014.

 


 

 

 

Kirim email ke