Pada Rabu, 4 Januari 2017 23:55, "'Chan CT' [email protected]
[sastra-pembebasan]" <[email protected]> menulis:
Kepala BKPM: Indonesia Kekurangan TKA
Arif Wicaksono • Kamis, 29 Dec 2016 23:18 WIB
http://ekonomi.metrotvnews.com/mikro/5b27wM2k-kepala-bkpm-indonesia-kekurangan-tka
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong. ANTARA
FOTO/Widodo S. Jusuf.Metrotvnews.com, Jakarta: Rasio penggunaan Tenaga Kerja
Asing (TKA) di Indonesia dengan jumlah tenaga kerja yang ada masih sangat
rendah. Total jumlah tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia hanya 74.000
(tujuh puluh empat ribu) atau 0,062 persen dari total tenaga kerja sebesar 120
juta.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong menilai, angka rasio
tersebut masih sangat rendah apabila dibandingkan dengan negara-negara lainnya.
Dia mengatakan porsi TKA di Qatar 94 persen, di Uni Arab Emirat bahkan 96
persen, Singapura 36 persen. Bahkan Amerika Serikat mencapai 16,7 persen,
Malaysia 15,3 persen, dan Thailand 4.5 persen.BACA JUGA· Tiga Modal
BKPM Genjot Investasi di 2017· BKPM Pasang Target Realisasi Investasi
Rp863 Triliun di 2018· Kemenangan Donald Trump tak Pengaruhi Target
Investasi BKPM· Brandconnect5 Hal yang Harus Dilakukan supaya Anak
Sehat "Jadi katakan kita ber-andai-andai bahwa jumlah TKA di Indonesia
sebenarnya adalah 10 kali (sepuluh kali lipat) data resmi Kementerian Tenaga
Kerja dan Kantor Imigrasi, maka 0,62 persen dari total tenaga kerja Indonesia
pun masih jauh terlalu rendah, hemat saya. Negara yang benar-benar modern akan
memakai jauh lebih banyak tenaga kerja internasional," kata Tom dalam
keteranganya di Jakarta, Kamis (29/12/2016).
Posisi Indonesia yang faktanya rasio TKA dibawah 0,1 persen, menurut Tom
terlalu rendah. Tom menilai bahwa perusahaan Indonesia juga dapat memanfaatkan
tenaga kerja asing guna mencontek sistem produksi dan cara-cara manajemen di
negara lain yang sudah lebih maju.
"Kita yang jadi bos mereka, kita dapat memanfaatkan mereka semaksimal mungkin,"
lanjutnya.
Dalam sejarah dunia, praktis semua negara berkembang yang berhasil naik kelas
menjadi negara maju, berawal dari investasi asing yang juga membawa teknologi
internasional, jaringan pemasaran internasional (untuk meningkatkan ekspor),
dan tenaga kerja asing yang amat berperan dalam alih pengetahuan dan alih
teknologi. Tom mengemukakan bahwa tenaga kerja asing dibutuhkan untuk mendukung
proses konstruksi investasi.
"Mereka biasanya menggunakan tenaga kerja asing dalam proses konstruksi di
tahapan awal investasi. Oleh karena itu angka tenaga kerja asing selalu
fluktuatif," paparnya.
Dia menyampaikan bahwa posisi tenaga kerja asing yang terserap dalam realisasi
investasi di Indonesia saat ini setara dengan posisi pada 2011.
"Itu masa puncaknya, setelah itu terus mengalami penurunan, saat ini sudah
mulai naik lagi tapi belum mencapai posisi yang sama di tahun 2011," kata Tom.
Dari data Izin Memperkerjakan Tenaga Asing (IMTA) yang dikeluarkan oleh
Kementerian Tenaga Kerja tercatat TKA pada tahun 2011 mencapai 77.307 orang,
kemudian pada tahun 2012 menurun menjadi 72.427 orang, tahun 2013 kembali
melorot di level 68.957 orang, kemudian menurun tipis di posisi 68.762 orang.
Pada tahun 2015, posisi tersebut meningkat tipis 69.025 orang serta pada tahun
2016 kembali meningkat menjadi 74.183 orang.
Lebih lanjut terkait isu miring TKA Tiongkok, Tom menyampaikan bahwa porsi
tenaga kerja asing (TKA) dari Tiongkok tergolong rendah. Dari data Kementerian
Tenaga Kerja, jumlah TKA yang berasal dari Tiongkok sampai bulan November 2016
tercatat hanya 21.271 orang.
Sementara dari data Realisasi investasi yang menciptakan lapangan pekerjaan
baru yang dimiliki oleh BKPM, jumlah TKA Tiongkok baru yang diserap dari
realisasi investasi periode Januari-September 2016 tercatat 3.718 tenaga kerja
atau 0,3 persen dari total penyerapan 975.898 tenaga kerja. Jumlah tersebut
terdiri dari penyerapan TKA sebanyak 17.966 tenaga kerja maupun penyerapan
tenaga kerja Indonesia sebanyak 957.932 tenaga kerja.
Kepala BKPM Thomas Lembong mengemukakan, data tersebut menunjukkan bahwa
berbagai isu yang disampaikan terkait keberadaan TKA Tiongkok yang bekerja di
Indonesia tidak benar.
"Ini patut disesalkan sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam
perayaan Natal nasional agar semua pihak menghentikan fitnah-fitnah terkait
tenaga kerja asing," lanjutnya.
Menurut Thomas, realisasi investasi Tiongkok melonjak dari tahun 2014 berada di
peringkat 8, kini di periode Januari-September 2016 mencapai USD 1,6 miliar
berada di peringkat tiga.
"Peningkatan realisasi investasi yang signifikan tersebut menjadi pemicu
meningkatnya penggunaan TKA oleh investor Tiongkok yang ingin merealisasikan
investasinya di Indonesia," pungkas dia.
(SAW) #yiv8816443723 #yiv8816443723 -- #yiv8816443723ygrp-mkp {border:1px
solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv8816443723
#yiv8816443723ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv8816443723
#yiv8816443723ygrp-mkp #yiv8816443723hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv8816443723 #yiv8816443723ygrp-mkp #yiv8816443723ads
{margin-bottom:10px;}#yiv8816443723 #yiv8816443723ygrp-mkp .yiv8816443723ad
{padding:0 0;}#yiv8816443723 #yiv8816443723ygrp-mkp .yiv8816443723ad p
{margin:0;}#yiv8816443723 #yiv8816443723ygrp-mkp .yiv8816443723ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv8816443723 #yiv8816443723ygrp-sponsor
#yiv8816443723ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv8816443723
#yiv8816443723ygrp-sponsor #yiv8816443723ygrp-lc #yiv8816443723hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv8816443723
#yiv8816443723ygrp-sponsor #yiv8816443723ygrp-lc .yiv8816443723ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv8816443723 #yiv8816443723actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv8816443723
#yiv8816443723activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv8816443723
#yiv8816443723activity span {font-weight:700;}#yiv8816443723
#yiv8816443723activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv8816443723 #yiv8816443723activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv8816443723 #yiv8816443723activity span
span {color:#ff7900;}#yiv8816443723 #yiv8816443723activity span
.yiv8816443723underline {text-decoration:underline;}#yiv8816443723
.yiv8816443723attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv8816443723 .yiv8816443723attach div a
{text-decoration:none;}#yiv8816443723 .yiv8816443723attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv8816443723 .yiv8816443723attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv8816443723 .yiv8816443723attach label a
{text-decoration:none;}#yiv8816443723 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv8816443723 .yiv8816443723bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv8816443723
.yiv8816443723bold a {text-decoration:none;}#yiv8816443723 dd.yiv8816443723last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv8816443723 dd.yiv8816443723last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv8816443723
dd.yiv8816443723last p span.yiv8816443723yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv8816443723 div.yiv8816443723attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv8816443723 div.yiv8816443723attach-table
{width:400px;}#yiv8816443723 div.yiv8816443723file-title a, #yiv8816443723
div.yiv8816443723file-title a:active, #yiv8816443723
div.yiv8816443723file-title a:hover, #yiv8816443723 div.yiv8816443723file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv8816443723 div.yiv8816443723photo-title a,
#yiv8816443723 div.yiv8816443723photo-title a:active, #yiv8816443723
div.yiv8816443723photo-title a:hover, #yiv8816443723
div.yiv8816443723photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv8816443723
div#yiv8816443723ygrp-mlmsg #yiv8816443723ygrp-msg p a
span.yiv8816443723yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv8816443723
.yiv8816443723green {color:#628c2a;}#yiv8816443723 .yiv8816443723MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv8816443723 o {font-size:0;}#yiv8816443723
#yiv8816443723photos div {float:left;width:72px;}#yiv8816443723
#yiv8816443723photos div div {border:1px solid
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv8816443723
#yiv8816443723photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv8816443723
#yiv8816443723reco-category {font-size:77%;}#yiv8816443723
#yiv8816443723reco-desc {font-size:77%;}#yiv8816443723 .yiv8816443723replbq
{margin:4px;}#yiv8816443723 #yiv8816443723ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv8816443723 #yiv8816443723ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv8816443723
#yiv8816443723ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv8816443723
#yiv8816443723ygrp-mlmsg select, #yiv8816443723 input, #yiv8816443723 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv8816443723
#yiv8816443723ygrp-mlmsg pre, #yiv8816443723 code {font:115%
monospace;}#yiv8816443723 #yiv8816443723ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv8816443723 #yiv8816443723ygrp-mlmsg #yiv8816443723logo
{padding-bottom:10px;}#yiv8816443723 #yiv8816443723ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv8816443723 #yiv8816443723ygrp-msg
p#yiv8816443723attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv8816443723
#yiv8816443723ygrp-reco #yiv8816443723reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv8816443723 #yiv8816443723ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv8816443723 #yiv8816443723ygrp-sponsor
#yiv8816443723ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv8816443723
#yiv8816443723ygrp-sponsor #yiv8816443723ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv8816443723
#yiv8816443723ygrp-sponsor #yiv8816443723ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv8816443723 #yiv8816443723ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv8816443723 #yiv8816443723ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv8816443723 #yiv8816443723ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv8816443723
#yiv8816443723ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv8816443723