http://www.bbc.com/indonesia/dunia-38527004
 Kepala intelijen AS berjanji ungkap motif 'peretasan Putin' 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-38527004 2 jam lalu

 Kirim http://www.bbc.com/indonesia/dunia-38527004#share-tools


 
 Image copyrightEPA/APImage captionClapper (kanan) mengatakan 'motivasi' Putin 
akan diungkap dalam sebuah laporan. Kepala intelijen AS berjanji untuk 
menjelaskan alasan di balik tuduhan Rusia mencampuri pemilihan presiden AS,
 Direktur Intelijen Nasional Jenderal James Clapper mengatakan bahwa Presiden 
Rusia Vladimir Putin memerintahkan peretasan email Partai Demokrat, dan 
motifnya akan diungkap pekan depan.
 Rusia sudah membantah keterlibatan mereka tapi AS sudah mengumumkan sanksi 
terhadap pejabat Rusia.
 Presiden terpilih Donald Trump akan mendapat briefing terkait peretasan 
tersebut Jumat ini.
 Para direktur intelijen akan menjelaskan laporan tersebut, yang sudah 
diberikan ke Presiden Barack Obama pada Kamis, terkait campur tangan asing.
 Versi publiknya akan dibuka pekan depan.
 Beberapa pejabat teras intelijen AS sudah memberi kesaksian pada Kamis (05/01) 
di Komite Kesatuan Bersenjata di Senat yang menyelidiki campur tangan tersebut.
 Dalam penilaian mereka, Moskow terlibat untuk membantu Trump, kandidat Partai 
Republik, untuk mengalahkan kandidat Partai Demokrat, Hillary Clinton.
 Sengketa AS-Rusia: Inilah dua resor mewah Rusia yang diperintahkan ditutup 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-38471186 Pengusiran diplomat Rusia: Trump 
puji reaksi Putin http://www.bbc.com/indonesia/dunia-38478141 Saat ditanya oleh 
anggota Kongres apakah mereka "akan menyebut motivasi Putin", Clapper 
mengatakan "ya, kami akan menjelaskan motifnya".
 Clapper menyebut bahwa upaya Rusia tersebut adalah sebuah "kampanye dengan 
banyak tahapan" yang menggunakan "propaganda klasik, disinformasi, (dan) berita 
bohong".
 Dalam kesaksian gabungan yang disiapkan untuk proses dengar pendapat tersebut, 
pejabat mengatakan bahwa Rusia memiliki program siber yang canggih dan bisa 
menjadi ancaman besar bagi banyak kepentingan AS,
 "Rusia adalah aktor siber dengan kemampuan lengkap yang bisa menjadi ancaman 
besar bagi pemerintah, militer, diplomasi, komersil dan infrastruktur penting 
AS," menurut pernyataan kesaksian tersebut.
 Pernyataan tersebut ditulis oleh Clapper, Marcel Lettre, pejabat tinggi 
Kementerian Pertahanan untuk intelijen, dan Admiral Michael Rogers, direktur 
Badan Keamanan Nasional.
 Senator McCain, dalam sesi pembuka, mengingatkan panel bahwa mereka berada di 
sana tidak untuk "mempertanyakan hasil pemilihan presiden".
Image copyrightEPAImage captionSenator John McCain dan Lindsey Graham 
mengunjungi Ukraina dan negara-negara lain sepanjang perbatasan Rusia saat 
Natal. "Kami tidak bisa mengatakan bahwa mereka tidak mengubah hasil 
penghitungan atau sejenisnya," kata Clapper tentang operasi intelijen Rusia 
tersebut, dan menambahkan bahwa Rusia mungkin punya "banyak alasan".
 "Kita tak punya cara untuk memperhitungkan dampaknya...pada pilihan para 
elektorat."
 Amerika Serikat usir 35 diplomat Rusia terkait tuduhan serangan maya 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-38464027 Obama sudah memperingatkan Putin 
agar Rusia hentikan peretasan http://www.bbc.com/indonesia/dunia-38350262 Saat 
ditanya oleh Senator McCain tentang apakah ini merupakan "aksi perang", Clapper 
mengatakan bahwa aksi tersebut "tindakan politik yang sangat berat yang 
seharusnya tak dilakukan oleh komunitas intelijen".
 Trump sudah berulang kali menolak menerima tuduhan bahwa pemerintah Rusia 
meretas komputer John Podesta, manajer kampanye Hillary Clinton, dan server 
Komite Nasional Demokrat.
 Pekan lalu dia mengatakan akan mengumumkan informasi terkait peretasan "pada 
Selasa atau Rabu", tapi hal itu tidak terjadi.
Image copyrightAPImage captionTrump awalnya menjanjikan 'informasi baru' 
terkait peretasan awal pekan ini. Departemen Keamanan Dalam Negeri, pada akhir 
Desember lalu, merilis laporan publik yang mendukung tuduhan bahwa pemerintah 
Rusia sengaja membantu proses kampanye Trump.
 Administrasi Obama juga mengusir 35 diplomat Rusia dari AS dan menutup dua 
lokasi yang disebut digunakan oleh intelijen Rusia.

 

 

Kirim email ke