Kodim Melatih FPI, Dandim Langsung Dicopot 
http://www.jpnn.com/news/kodim-melatih-fpi-dandim-langsung-dicopot 
 Minggu, 08 Januari 2017 — 19:49 WIB
 

 Aktivis Front Pembela Islam (FPI) saat mengikuti kegiatan pelatihan bela 
negara di Lebak, Banten. Foto: Instagram/dpp_fpi

 

 jpnn.com - Kegiatan Pelatihan Pendahuluan Bela Negara (PPBN)  Dewan Perwakilan 
Daerah (DPD) Front Pembela Islam (FPI) Banten di Kabupaten Lebak, Kamis (5/1) 
yang melibatkan Komando Distrik Militer (Kodim) 0603 Lebak, Banten berbuntut 
panjang. 
 Komando Daerah Militer (Kodam) III Siliwangi yang membawahi Kodim Lebak pun 
langsung bereaksi. Kepala Penerangan Kodam III Siliwangi Kolonel ARH Mokhamad 
Desi Ariyanto menyatakan, Komandan Kodim Lebak Letkol Czi Ubaidillah telah 
dicopot.
 Menurut Ariyanto, berdasarkan pemeriksaan Kodam III/Siliwangi terhadap Letkol 
Czi Ubaidillah, ternyata ada kesalahan prosedur dalam kegiatan pelatihan bela 
negara itu. Sebab, Ubaidillah tidak melaporkan rencana kegiatan pelatihan bela 
negara untuk FPI itu ke Danrem ataupun Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI 
Muhammad Herindra.
 "Oleh karena Pangdam III Siliwangi memutuskan untuk memberikan sanksi kepada 
Dandim Lebak yaitu dicopot dari jabatannya dan segera digantikan oleh pejabat 
yang baru," kata Desi kepada jpnn.com http://www.jpnn.com/, Minggu (8/1). 
 Sebelumnya beredar di media sosial adanya foto dan berita tentang TNI 
memberikan latihan ala militer di wilayah Lebak Banten. Pesertanya adalah 
anggota-anggota FPI.
 Ariyanto pun mengakui adanya kegiatan pelatihan bela negara oleh Kodim Lebak 
itu. Namun, dia menegaskan bahwa seluruh kegiatan latihan tersebut bukanlah 
latihan militer. "Tetapi latihan bela negara," tegasnya.
 Jebolan Akademi Militer 1995 ini menegaskan, latihan bela negara yang 
dilakukan oleh Kodim Lebak tidak melalui prosedur yang berlaku di lingkungan 
TNI.  Sebab, kegiatan Kodim menggelar latihan bela negara harus memperoleh 
persetujuan secara hierarki dari korem dan kodam.
 
 "Dengan adanya kesalahan prosedur tersebut maka akan ada proses lebih lanjut 
yang akan diberikan kepada Dansat Kowil (komandan satuan komando wilayah, red) 
yang bersangkutan," kata mantan Wadanpusdik Arhanud di Karangploso, Malang 
itu.(boy/jpnn)
 

Kirim email ke