Kata orang, ikat kepala di Bali pentolnya di depan. Kalau ikat kepala di Jawa pentolnya di belakang. Lalu ada yang lain beri arti : Kalau orang Bali tidak setuju, langsung dikatakan. Kalau orang di Jawa. lihat dulu bicara dengan siapa. Kadang2 tidak setujunya disimpan di belakang. Apa benar ? Ada lagi orang kalau ditanya pendapatnya, hanya jawab : ya, itu juga baik. Kalau yang paham, berarti ada pilihan/cara lain yang lebih baik. Susah benar untuk berkomunikasi yang benar..... Apa ikat kepala dari Bali tidak dikafirkan oleh FPI. Jadi A Hok tambah kafir.....
2017-01-09 6:02 GMT+01:00 [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > > Tanda Cinta Gus Nuril untuk Ahok > <http://wartakota.tribunnews.com/2017/01/09/tanda-cinta-gus-nuril-untuk-ahok> > > Senin, 9 Januari 2017 10:55 > > [image: Tanda Cinta Gus Nuril untuk Ahok] > > *WARTA KOTA, RAWAMANGUN -* Calon petahana gubernur DKI Jakarta Basuki > Tjahaja Purnama > <http://wartakota.tribunnews.com/tag/basuki-tjahaja-purnama> (Ahok) > diberikan ikat kepala khas Bali (Udeng) oleh murid Abdurrahman Wahid (Gus > Dur), Nuril Arifin Husein > <http://wartakota.tribunnews.com/tag/nuril-arifin-husein> alias Gus Nuril > <http://wartakota.tribunnews.com/tag/gus-nuril>. > > Ahok menyambangi Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal. > > Pesantren itu diasuh oleh Gus Nuril > <http://wartakota.tribunnews.com/tag/gus-nuril>. Ahok > <http://wartakota.tribunnews.com/tag/ahok> yang mengenakan kemeja > kotak-kotak merah tiba sekitar pukul 10.00 WIB. > > Setibanya di pesantren, Ahok <http://wartakota.tribunnews.com/tag/ahok> > disambut > oleh Gus Nuril <http://wartakota.tribunnews.com/tag/gus-nuril>. > > Ia dipakaikan udeng oleh Gus Nuril > <http://wartakota.tribunnews.com/tag/gus-nuril>. Ikat kepala itu didapat Gus > Nuril <http://wartakota.tribunnews.com/tag/gus-nuril> dari Bali, lalu > diberikan kepada Ahok <http://wartakota.tribunnews.com/tag/ahok> sebagai > tanda cinta. > > "Sebagai tanda cinta, ini (ikat kepala) khusus dari Bali," ucap Gus Nuril > <http://wartakota.tribunnews.com/tag/gus-nuril> seraya memakaikan udeng > di kepala Ahok <http://wartakota.tribunnews.com/tag/ahok>, Senin > (9/1/2017). > > Pada kesempatan itu, ucap Gus Nuril > <http://wartakota.tribunnews.com/tag/gus-nuril>, kedatangan Ahok > <http://wartakota.tribunnews.com/tag/ahok> dianggap sebagai silaturahmi. > > Menurutnya, agama boleh berbeda, tapi silaturahmi tetap harus berjalan. > > "Sebenarnya ada kerinduan di kalangan Tebu Ireng dan pesantren Indonesia > melanggengkan persahabatan," tutur Gus Nuril > <http://wartakota.tribunnews.com/tag/gus-nuril>. > > Gus Nuril mengaku kerap mengundang Ahok > <http://wartakota.tribunnews.com/tag/ahok> saat masih aktif sebagai > Gubernur DKI Jakarta. > > Tapi, Ahok <http://wartakota.tribunnews.com/tag/ahok> tak menyempatkan > diri untuk datang. Menurut Ahok <http://wartakota.tribunnews.com/tag/ahok>, > undangan itu tak sampai ke tangannya. > > Ahok lantas meminta ajudannya untuk mengecek siapa pegawai negeri sipil > yang menerima undangan tapi tak disampaikan kepadanya. > > "Cahyadi (ajudan), coba cek tanda terimanya ke siapa. Orang-orang kayak > gitu perlu dihajar juga," ujar Ahok > <http://wartakota.tribunnews.com/tag/ahok>. > > Ahok kepada Gus Nuril <http://wartakota.tribunnews.com/tag/gus-nuril> meminta > agar setiap acara yang mengundang dirinya, langsung disampaikan melalui > nomor telepon genggam pribadinya. Sehingga, undangan diterima langsung > olehnya. *(Dennis Destryawan)* > > > >
