Ryamizard menilai, program bela negara merupakan agenda positif dalam rangka 
menjaga pertahanan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, ia menilai pelatihan 
bela negara terhadap FPI bukan sebuah kesalahan.
“Kalau mengajarkan baik ya boleh, kenapa tidak. Semua bangsa ini harus bela 
negara, FPI juga bela negara,” ujar Ryamizard di Jakarta, Selasa (10/1).
...
Ryamizard Sebut Bela Negara Tak Perlu Lapor Kemhan


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|   |  
Ryamizard Sebut Bela Negara Tak Perlu Lapor Kemhan
 Kemhan masih menyelidiki pelatihan bela negara yang dilakukan Koramil 
0305/Cipanas dan FPI di Lebak untuk memast...  |   |

  |

  |

 

Joko Panji Sasongko, CNN IndonesiaSelasa, 10/01/2017 22:35 WIB   
   - Sebarkan:
    
   - 
    
   - 
    
   - 
Ryamizard Ryacudu menyatakan kegiatan bela negara tak perlu dilaporkan 
kementeriannya. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri 
Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan setiap agenda bela negara yang 
dilakukan oleh kelompok masyarakat tidak wajib dilaporkan ke kementeriannya. 
Hal tersebut terkait kegiatan bela negara yang dilakukan oleh Komando Rayon 
Militer 0305/ Cipanas kepada Front Pembela Islam.

Ryamizard menilai, program bela negara merupakan agenda positif dalam rangka 
menjaga pertahanan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, ia menilai pelatihan 
bela negara terhadap FPI bukan sebuah kesalahan.

“Kalau mengajarkan baik ya boleh, kenapa tidak. Semua bangsa ini harus bela 
negara, FPI juga bela negara,” ujar Ryamizard di Jakarta, Selasa (10/1).
Meski demikian, mantan Kepala Staf Angkatan Darat TNI itu mengatakan, pihaknya 
masih menyelidiki pelatihan tersebut. Hal itu dilakukan dalam rangka memastikan 
formalitas kegiatan yang dilakukan Koramil 0305/Cipanas dan FPI dalam program 
bela negara.

“Saya hendak verifikasi mengapa terjadi hal tersebut,” ujarnya.

Di sisi lain, Ryamizard menegaskan, program bela negara tetap dalam kendali 
Kemhan. Namun ia menolak berkomentar soal isu program bela negara akan dipegang 
oleh Dewan Ketahanan Nasional.

Ryamizard beharap, pelaksanaan program bela negara ke depan harus dilaporkan 
lebih dahulu ke pihak terkait. Hal itu perlu dilakukan agar tidak menimbulkan 
pro dan kontra di masyarakat.

“(Bela negara) harus koordinasi dahulu dengan semua,” ujarnya.

Sebelumnya, program bela negara ramai diperbincangkan setelah sejumlah foto 
pelatihan oleh Koramil Cipanas kepada FPI beredar di media sosial. Buntut dari 
peristiwa itu, Panglima Kodam III/Siliwangi mencopot Komandan Komando Distrik 
Militer 0603 Lebak, Letnan Kolonel Ubaidillah.

Kepala Dinas Penerangan Kodam III/Siliwangi Kolonel ARH M Desi Ariyanto 
mengatakan, Ubaidaillah diberhentikan dari jabatannya karena tidak melaporkan 
pelatihan bela negara untuk FPI kepada atasan.

"Itu sudah menyalahi komando," kata Ariyanto. Merujuk garis komando, Koramil 
Cipanas berada di bawah Kodim Lebak.

Presiden Joko Widodo berencana mengalihkan program bela negara dari Kemhan ke 
Dewan Ketahanan Nasional. Sekretaris Kabinet Pramono Anung berkata, wacana itu 
tengah didiskusikan untuk mencegah tumpang tindih kewenangan. (pmg/pmg)


Kirim email ke