Tampilkan pesan asli     Pada Sabtu, 14 Januari 2017 16:23, "Marco 45665 
[email protected] [nasional-list]" <[email protected]> menulis:
 

     SUNNY wrote:Kata pepatah (lama):  “dimana ada gula disitu semut berkeremun 
...
__________________________________________________
Tetapi Pepatah Modrn bilang: 
>> Dimana ada Gula ..disitu berkumpul TIKUS2 POLITIK...alias ( Poli-Tikus ) 
>> segala Jenis  .... ( Mulai dari yg Plin-Plan, Tikus Golongan Karya , Tikus 
>> Demokrat , Tikus Pejuang ,Tikus2  HIJAU , Tikus Berjubah , sampai pada Tikus 
>> Impor Blasteran dari Arab Saudi yg asalnya dri Hadramaut (Gujarat ) daerah 
>> termiskin diIndia kecampur darah Tikus Betawi... maka terciptalah Tikus 
>> paling ganas dan Beracun,  dll.....



2017-01-14 15:16 GMT+01:00 'Sunny' [email protected] [nasional-list] 
<[email protected]>:

     Jakarta adalah pusat kerajaan, e e e e e eh republik neo-Mojopahit disitu 
tertimbun duit hasil kekayaan dari berbagai daerah, jadi pengertian kaum 
mojophit kuncinya  harus kepala atau gubernur DKI harus dipegang orang 
mojopahit dan agamanya bukan kafir.  Kata pepatah:  “dimana ada gula disitu 
semut berkeremun mengambil rejeki, sama halnya dengan Jakarta, banyak orang 
ingin jadi gubernurnya, oknom penting dan terhormat dalam struktur kekuasaan 
rezim neo-Mojopahit. https://masshar2000.com/2016/ 12/08/kenapa-semua-pingin- 
jadi-gubenur-dki-dasar-ahok/  8 Desember 2016 
Kenapa Semua Pingin Jadi Gubenur DKI ? …Dasar AHOK
   
   - Tinggalkan komentar
M2000 – Pilgub DKI rasa pilpres memang bukan omong kosong , para pimpinan 
partai politik pun terpaksa harus turun tangan sendiri mengkampanyekan 
jagoannya , apalagi saat ini ada putra mahkota Cikeas yang juga ikut serta 
dalam pertarungan sengit ini .
Ya tidak dipungkiri , pilgub DKI kali ini seakan pertarungan pilpres antara 
Megawati , Prabowo dan SBY.
Siapa yang akan berjaya besuk tentu saja akan membuktikan para pembesar di 
belakangnya.Terlepas dari itu semua , apakah hanya jabatan saja yang mereka 
kejar , hmmm…tentu tidak …ada sesuatu yang besar disini , salah satunya adalah 
money atau duit gede yang berhak dibawa pulang istilahnya.Tak ada Gubernur di 
daerah lain yang punya dana operasional rata-rata hingga Rp. 5 Milyar per bulan 
kecuali Gubernur DKI . Bahkan dana operasional presiden saja hanya dikisaran 2 
miliar per bulannya.
Dana operasional Gubernur ini adalah mutlak wewenang dan hak dari gubenur dalam 
menggunakannya untuk keperluan apapun juga terkait dengan pelaksanaan tugas 
sebagai kepala daerah.
Sebab dana ini adalah sebagai kompensasi atas usaha yang dilakukan dalam rangka 
memperoleh PAD (Pendapatan Asli daerah), sebagaimana tertuang dalam Peraturan 
Pemerintah (PP) Nomor 69 Tahun 2010 tentang tunjangan operasional Kepala 
Daerah. Tunjangan operasional ini dalam bentuk insentif pajak dan 
retribusi.Terkait dengan peraturan tersebut , gubenur DKI saat ini ( non aktif 
) AHOK pernah menjelaskan, apabila di sebuah provinsi memiliki PAD sebesar Rp 
500 miliar, maka Gubernur berhak mengambil 1 persen dari dana tersebut. Sama 
halnya seperti yang pernah ia lakukan ketika menjabat sebagai Bupati Belitung 
Timur.
Oleh karena untuk DKI jakarta  PAD-nya mencapai triliunan rupiah maka Gubernur 
hanya diberikan hak untuk menggunakan 0,15 persen di antaranya.“Kami pun 
bingung pakainya, makanya pakai 0,1 persen dan itu pun masih lebih. Jadi, saya 
ambil 0,12 persen. Saya mau kasih uang operasional saya kepada Wali Kota dan 
SekDa supaya kalau ke kawinan atau undangan, mereka ada uang,” kata AHOK.Bila 
diasumsikan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta tahun 2015 sebesar 
Rp. 44 Triliun per tahun sebagaimana yang pernah disampaikan oleh AHOK, maka 
untuk tahun ini kemungkinan besar akan meningkat. Dari jumlah tersebut maka 
dana operasional yang berhak diambil oleh Gubernur DKI adalah sebesar 0.12 %, 
atau hingga mencapai nilai sebesar Rp. 60 Miliar pertahun, atau rata-rata 
sekitar Rp. 5 Milyar per bulan.Dengan demikian memang benar adanya kabar bahwa 
Gubernur DKI adalah Gubernur terkaya di Indonesia. Bila AHOK mau menggunakannya 
untuk kepentingan pribadi. niscaya AHOK akan menjadi mantan pejabat yang kaya 
raya setelah jabatannya berakhir tahun depan.
Katakanlah sebulan hanya keluar 1 miliar , maka Ahok masih bisa mengantongi 4 
miliar perbulan atau 48 miliar pertahun atau 240 miliar selama 5 tahun menjabat 
dan itu uang halal …Siapa yang tak tergiur.Namun demikian yang terjadi justru 
AHOK adalah satu-satunya Gubenur yang mengembalikan sisa dana operasional ke 
kas negara sebesar Rp. 4.8 Miilyar yang tidak sempat digunakan semasa 
menjalankan tugas bersama Gubernur Jokowi pada tahun 2014 lalu.
Selain AHOK, saya tidak tahu , apakah ada  Gubernur lainnya di negeri ini yang 
mengembalikan uang operasional, ketika mereka lengser dari jabatannya?Dana 
operasional Gubernur ini benar-benar merupakan hak dari AHOK untuk 
menggunakannya bahkan bila mau, AHOK boleh saja mengambilnya untuk keperluan 
pribadi…karena itu memang bonus atas kinerjanya .
Namun meski demikian, AHOK tak pernah berniat untuk memperkaya diri sendiri 
dengan adanya dana operasional yang sangat besar tersebut.AHOK menggunakan dana 
operasional Gubernur diantaranya untuk menolong warga miskin yang membutuhkan 
antara lain membantu membiayai warga kurang mampu yang sedang sakit, 
orang-orang cacat, anak-anak terlantar, menebus ijasah warga yang ditahan oleh 
sekolah atau perguruan tinggi, membantu meringankan beban para janda mantan 
pejabat atau orang-orang  yang dahulu pernah berjasa kepada bangsa dan negara 
dan lain sebagainya.Dana operasional Gubernur itupun juga tidak semuanya 
dikuasai oleh AHOK namun sebagian didistribusikan kepada Wakil Gubernur, 
Walikota  dan SekDa.
Sebagaimana AHOK pernah menyampaikan bahwa setiap bulan AHOK memberikan jatah 
uang operasional kepada Sekda DKI sebesar Rp. 100 Juta yang penggunaannya di 
serahkan sepenuhnya kepada SekDa.
AHOK hanya berpesan agar uang tersebut digunakan sebaik-baiknya dalam 
pelaksanaan tugas melayani warga Jakarta.Jadi jangan heran jika AHOK dapat 
menyumbang kepada warga hingga ratusan juta rupiah, sebab AHOK memiliki dana 
operasional yang cukup besar. Tapi dana ini sesungguhnya bisa saja ditahan oleh 
AHOK sampai akhir jabatannya dan kemudian dibawanya pulang, sebab memang 
penggunaan dana tersebut tidak perlu dilaporkan kepada pihak manapun.
Itulah AHOK. Ya , terlepas dari statusnya yang kini sebagai tersangka penista 
agama , jelas banyak pihak yang sudah dibantu Ahok.
Oya , maaf kita flashback sebentar , sebelum kasus penistaan agama ini mencuat 
, Ahok sudah seringkali diserang kanan kiri oleh orang-orang yang itu-itu juga 
, dan menurut sejumlah pengamat tanah air , kasus penistaan agama ini adalah 
gong nya.Dan terlepas dari isu ada sembilan naga Taipan yang katanya menyokong 
penuh operasional Ahok , suka tidak suka Ahok jelas sudah membuktikan kinerja 
yang brilian untuk warga Jakarta.Sebagai Gubenur ,  AHOK benar-benar bejuang 
untuk kepentingan warganya, bahkan untuk uang operasional yang bisa saja dibawa 
pulang untuk keperluan pribadi, namun AHOK tetap saja tak mau melakukannya.
AHOK memilih menggunakan uang itu untuk membantu warganya yang sedang mengalami 
kesulitan keuangan dan selalu ingin menolong warga agar terlepas dari persoalan 
yang menjerat kehidupannya.Jujur saya heran , ada duit nganggur dan halal 5 
miliar sebulan dibiarin begitu saja …Dasar Ahok …Kalau seandainya anda di 
posisi Ahok bagaimana pemirsa , apa ‘gak ngiler tuh liat duit 5 miliar perbulan 
dan halal untuk dibawa pulang ?Ingat pasukan Orange , ingat AHOK ,
Ingat penggusuran Kalijodo ingat AHOK , dan ingat Reklamasi , ingat AHOK juga ..
Heran….Dasar AHOK…Library : koranelektronik Klik disini   

  #yiv2055742393 #yiv2055742393 -- #yiv2055742393ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv2055742393 
#yiv2055742393ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv2055742393 
#yiv2055742393ygrp-mkp #yiv2055742393hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv2055742393 #yiv2055742393ygrp-mkp #yiv2055742393ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv2055742393 #yiv2055742393ygrp-mkp .yiv2055742393ad 
{padding:0 0;}#yiv2055742393 #yiv2055742393ygrp-mkp .yiv2055742393ad p 
{margin:0;}#yiv2055742393 #yiv2055742393ygrp-mkp .yiv2055742393ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv2055742393 #yiv2055742393ygrp-sponsor 
#yiv2055742393ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv2055742393 
#yiv2055742393ygrp-sponsor #yiv2055742393ygrp-lc #yiv2055742393hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv2055742393 
#yiv2055742393ygrp-sponsor #yiv2055742393ygrp-lc .yiv2055742393ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv2055742393 #yiv2055742393actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv2055742393 
#yiv2055742393activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv2055742393
 #yiv2055742393activity span {font-weight:700;}#yiv2055742393 
#yiv2055742393activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv2055742393 #yiv2055742393activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv2055742393 #yiv2055742393activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv2055742393 #yiv2055742393activity span 
.yiv2055742393underline {text-decoration:underline;}#yiv2055742393 
.yiv2055742393attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv2055742393 .yiv2055742393attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv2055742393 .yiv2055742393attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv2055742393 .yiv2055742393attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv2055742393 .yiv2055742393attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv2055742393 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv2055742393 .yiv2055742393bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv2055742393 
.yiv2055742393bold a {text-decoration:none;}#yiv2055742393 dd.yiv2055742393last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv2055742393 dd.yiv2055742393last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv2055742393 
dd.yiv2055742393last p span.yiv2055742393yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv2055742393 div.yiv2055742393attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv2055742393 div.yiv2055742393attach-table 
{width:400px;}#yiv2055742393 div.yiv2055742393file-title a, #yiv2055742393 
div.yiv2055742393file-title a:active, #yiv2055742393 
div.yiv2055742393file-title a:hover, #yiv2055742393 div.yiv2055742393file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv2055742393 div.yiv2055742393photo-title a, 
#yiv2055742393 div.yiv2055742393photo-title a:active, #yiv2055742393 
div.yiv2055742393photo-title a:hover, #yiv2055742393 
div.yiv2055742393photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv2055742393 
div#yiv2055742393ygrp-mlmsg #yiv2055742393ygrp-msg p a 
span.yiv2055742393yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv2055742393 
.yiv2055742393green {color:#628c2a;}#yiv2055742393 .yiv2055742393MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv2055742393 o {font-size:0;}#yiv2055742393 
#yiv2055742393photos div {float:left;width:72px;}#yiv2055742393 
#yiv2055742393photos div div {border:1px solid 
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv2055742393 
#yiv2055742393photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv2055742393
 #yiv2055742393reco-category {font-size:77%;}#yiv2055742393 
#yiv2055742393reco-desc {font-size:77%;}#yiv2055742393 .yiv2055742393replbq 
{margin:4px;}#yiv2055742393 #yiv2055742393ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv2055742393 #yiv2055742393ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv2055742393 
#yiv2055742393ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv2055742393 
#yiv2055742393ygrp-mlmsg select, #yiv2055742393 input, #yiv2055742393 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv2055742393 
#yiv2055742393ygrp-mlmsg pre, #yiv2055742393 code {font:115% 
monospace;}#yiv2055742393 #yiv2055742393ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv2055742393 #yiv2055742393ygrp-mlmsg #yiv2055742393logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv2055742393 #yiv2055742393ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv2055742393 #yiv2055742393ygrp-msg 
p#yiv2055742393attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv2055742393 
#yiv2055742393ygrp-reco #yiv2055742393reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv2055742393 #yiv2055742393ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv2055742393 #yiv2055742393ygrp-sponsor 
#yiv2055742393ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv2055742393 
#yiv2055742393ygrp-sponsor #yiv2055742393ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv2055742393 
#yiv2055742393ygrp-sponsor #yiv2055742393ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv2055742393 #yiv2055742393ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv2055742393 #yiv2055742393ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv2055742393 #yiv2055742393ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv2055742393 
#yiv2055742393ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv2055742393 

   

Kirim email ke