Apa Hadramaut letaknya bukan di Yemen ?
Nama  orang Arab yang mulai dengan Ba kebanyakan dari Yemen seperti Baswedan
Dan Gujarat di India ?

2017-01-15 7:22 GMT+01:00 Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
>
>
> Tampilkan pesan asli
> Pada Sabtu, 14 Januari 2017 16:23, "Marco 45665 [email protected]
> [nasional-list]" <[email protected]> menulis:
>
>
>
> *SUNNY wrote:*
> *Kata pepatah (lama):  “dimana ada gula disitu semut berkeremun ...*
> *__________________________________________________*
>
> *Tetapi Pepatah Modrn bilang: *
>
> *>> Dimana ada Gula ..disitu berkumpul TIKUS2 POLITIK...alias*
> * ( Poli-Tikus ) segala Jenis  .... ( *Mulai dari yg Plin-Plan, Tikus
> Golongan Karya , Tikus Demokrat , Tikus Pejuang ,Tikus2  HIJAU , Tikus
> Berjubah , sampai pada Tikus Impor Blasteran dari Arab Saudi yg asalnya dri
> Hadramaut (Gujarat ) daerah termiskin diIndia kecampur darah Tikus
> Betawi... maka terciptalah Tikus paling ganas dan Beracun,  dll.....
>
>
>
>
> 2017-01-14 15:16 GMT+01:00 'Sunny' [email protected] [nasional-list] <
> [email protected]>:
>
>
> *Jakarta adalah pusat kerajaan, e e e e e eh republik neo-Mojopahit disitu
> tertimbun duit hasil kekayaan dari berbagai daerah, jadi pengertian kaum
> mojophit kuncinya  harus kepala atau gubernur DKI harus dipegang orang
> mojopahit dan agamanya bukan kafir. *
>
> *Kata pepatah:  “dimana ada gula disitu semut berkeremun mengambil rejeki,
> sama halnya dengan Jakarta, banyak orang ingin jadi gubernurnya, oknom
> penting dan terhormat dalam struktur kekuasaan rezim neo-Mojopahit.*
>
> https://masshar2000.com/2016/ 12/08/kenapa-semua-pingin-
> jadi-gubenur-dki-dasar-ahok/
> <https://masshar2000.com/2016/12/08/kenapa-semua-pingin-jadi-gubenur-dki-dasar-ahok/>
>
>
> 8 Desember 2016
> Kenapa Semua Pingin Jadi Gubenur DKI ? …Dasar AHOK
>
>    - Tinggalkan komentar
>
> *[image: image]*
> *M2000* – Pilgub DKI rasa pilpres memang bukan omong kosong , para
> pimpinan partai politik pun terpaksa harus turun tangan sendiri
> mengkampanyekan jagoannya , apalagi saat ini ada putra mahkota Cikeas yang
> juga ikut serta dalam pertarungan sengit ini .
> Ya tidak dipungkiri , pilgub DKI kali ini seakan pertarungan pilpres
> antara Megawati , Prabowo dan SBY.
> Siapa yang akan berjaya besuk tentu saja akan membuktikan para pembesar di
> belakangnya.
> Terlepas dari itu semua , apakah hanya jabatan saja yang mereka kejar ,
> hmmm…tentu tidak …ada sesuatu yang besar disini , salah satunya adalah
> money atau duit gede yang berhak dibawa pulang istilahnya.
> Tak ada Gubernur di daerah lain yang punya dana operasional rata-rata
> hingga Rp. 5 Milyar per bulan kecuali Gubernur DKI . Bahkan dana
> operasional presiden saja hanya dikisaran 2 miliar per bulannya.
> Dana operasional Gubernur ini adalah mutlak wewenang dan hak dari gubenur
> dalam menggunakannya untuk keperluan apapun juga terkait dengan pelaksanaan
> tugas sebagai kepala daerah.
> Sebab dana ini adalah sebagai kompensasi atas usaha yang dilakukan dalam
> rangka memperoleh PAD (Pendapatan Asli daerah), sebagaimana tertuang dalam
> Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 69 Tahun 2010 tentang tunjangan operasional
> Kepala Daerah. Tunjangan operasional ini dalam bentuk insentif pajak dan
> retribusi.
> Terkait dengan peraturan tersebut , gubenur DKI saat ini ( non aktif )
> AHOK pernah menjelaskan, apabila di sebuah provinsi memiliki PAD sebesar Rp
> 500 miliar, maka Gubernur berhak mengambil 1 persen dari dana tersebut.
> Sama halnya seperti yang pernah ia lakukan ketika menjabat sebagai Bupati
> Belitung Timur.
> Oleh karena untuk DKI jakarta  PAD-nya mencapai triliunan rupiah maka
> Gubernur hanya diberikan hak untuk menggunakan 0,15 persen di antaranya.
> *“Kami pun bingung pakainya, makanya pakai 0,1 persen dan itu pun masih
> lebih. Jadi, saya ambil 0,12 persen. Saya mau kasih uang operasional saya
> kepada Wali Kota dan SekDa supaya kalau ke kawinan atau undangan, mereka
> ada uang,”* kata AHOK.
> [image: image]
> Bila diasumsikan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta tahun 2015
> sebesar Rp. 44 Triliun per tahun sebagaimana yang pernah disampaikan oleh
> AHOK, maka untuk tahun ini kemungkinan besar akan meningkat. Dari jumlah
> tersebut maka dana operasional yang berhak diambil oleh Gubernur DKI adalah
> sebesar 0.12 %, atau hingga mencapai nilai sebesar Rp. 60 Miliar pertahun,
> atau rata-rata sekitar Rp. 5 Milyar per bulan.
> Dengan demikian memang benar adanya kabar bahwa Gubernur DKI adalah
> Gubernur terkaya di Indonesia. Bila AHOK mau menggunakannya untuk
> kepentingan pribadi. niscaya AHOK akan menjadi mantan pejabat yang kaya
> raya setelah jabatannya berakhir tahun depan.
> Katakanlah sebulan hanya keluar 1 miliar , maka Ahok masih bisa
> mengantongi 4 miliar perbulan atau 48 miliar pertahun atau *240 miliar*
> selama 5 tahun menjabat dan itu uang halal …Siapa yang tak tergiur.
> Namun demikian yang terjadi justru AHOK adalah satu-satunya Gubenur yang
> mengembalikan sisa dana operasional ke kas negara sebesar Rp. 4.8 Miilyar
> yang tidak sempat digunakan semasa menjalankan tugas bersama Gubernur
> Jokowi pada tahun 2014 lalu.
> Selain AHOK, saya tidak tahu , apakah ada  Gubernur lainnya di negeri ini
> yang mengembalikan uang operasional, ketika mereka lengser dari jabatannya?
> Dana operasional Gubernur ini benar-benar merupakan hak dari AHOK untuk
> menggunakannya bahkan bila mau, AHOK boleh saja mengambilnya untuk
> keperluan pribadi…karena itu memang bonus atas kinerjanya .
> Namun meski demikian, AHOK tak pernah berniat untuk memperkaya diri
> sendiri dengan adanya dana operasional yang sangat besar tersebut.
> AHOK menggunakan dana operasional Gubernur diantaranya untuk menolong
> warga miskin yang membutuhkan antara lain membantu membiayai warga kurang
> mampu yang sedang sakit, orang-orang cacat, anak-anak terlantar, menebus
> ijasah warga yang ditahan oleh sekolah atau perguruan tinggi, membantu
> meringankan beban para janda mantan pejabat atau orang-orang  yang dahulu
> pernah berjasa kepada bangsa dan negara dan lain sebagainya.
> Dana operasional Gubernur itupun juga tidak semuanya dikuasai oleh AHOK
> namun sebagian didistribusikan kepada Wakil Gubernur, Walikota  dan SekDa.
> Sebagaimana AHOK pernah menyampaikan bahwa setiap bulan AHOK memberikan
> jatah uang operasional kepada Sekda DKI sebesar Rp. 100 Juta yang
> penggunaannya di serahkan sepenuhnya kepada SekDa.
> AHOK hanya berpesan agar uang tersebut digunakan sebaik-baiknya dalam
> pelaksanaan tugas melayani warga Jakarta.
> Jadi jangan heran jika AHOK dapat menyumbang kepada warga hingga ratusan
> juta rupiah, sebab AHOK memiliki dana operasional yang cukup besar. Tapi
> dana ini sesungguhnya bisa saja ditahan oleh AHOK sampai akhir jabatannya
> dan kemudian dibawanya pulang, sebab memang penggunaan dana tersebut tidak
> perlu dilaporkan kepada pihak manapun.
> Itulah AHOK.
> Ya , terlepas dari statusnya yang kini sebagai tersangka penista agama ,
> jelas banyak pihak yang sudah dibantu Ahok.
> Oya , maaf kita flashback sebentar , sebelum kasus penistaan agama ini
> mencuat , Ahok sudah seringkali diserang kanan kiri oleh orang-orang yang
> itu-itu juga , dan menurut sejumlah pengamat tanah air , kasus penistaan
> agama ini adalah gong nya.
> [image: image]
> Dan terlepas dari isu ada sembilan naga Taipan yang katanya menyokong
> penuh operasional Ahok , suka tidak suka Ahok jelas sudah membuktikan
> kinerja yang brilian untuk warga Jakarta.
> Sebagai Gubenur ,  AHOK benar-benar bejuang untuk kepentingan warganya,
> bahkan untuk uang operasional yang bisa saja dibawa pulang untuk keperluan
> pribadi, namun AHOK tetap saja tak mau melakukannya.
> AHOK memilih menggunakan uang itu untuk membantu warganya yang sedang
> mengalami kesulitan keuangan dan selalu ingin menolong warga agar terlepas
> dari persoalan yang menjerat kehidupannya.
> Jujur saya heran , ada duit nganggur dan halal 5 miliar sebulan dibiarin
> begitu saja …Dasar Ahok …
> Kalau seandainya anda di posisi Ahok bagaimana pemirsa , apa ‘gak ngiler
> tuh liat duit 5 miliar perbulan dan halal untuk dibawa pulang ?
> Ingat pasukan Orange , ingat AHOK ,
> Ingat penggusuran Kalijodo ingat AHOK , dan ingat Reklamasi , ingat AHOK
> juga ..
> Heran….Dasar AHOK…
> [image: image]
> Library : koranelektronik *Klik disini*
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke