Saya belajar banyak sekali dari bung Benny G. Setiono, dari berbagai tulisannya di mailing list, artikel di berbagai media dan internet, dan terutama dari buku beliau Tionghoa Dalam Pusaran Politik. Tulisan-tulisan beliau membuka mata dan hati, membuat sadar peranan Tionghoa didalam kemerdekaan dan pembangunan Indonesia, juga berbagai penganiayaan dan diskriminasi yang dialami sebelum dan sesudah kemerdekaan. Tulisan-tulisan beliau jugalah yang menjadi rujukan revisi berbagai Undang-Undang dan peraturan lainnya sehingga sebagian besar diskriminasi struktural bisa dihilangkan. Walaupun saya hanya mempunyai kesempatan sekali berjumpa dengan beliau sekitar 10 tahunan yg lalu di Los Angeles, banyak sekali yang bisa saya dapat dan pelajari. Selamat jalan! Jonathan Goeij ---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
TURUT BERDUKACITA Kabar-duka dari Jakarta, Benny Setiono pagi hari ini, tg. 17 Januari 2017, sekitar jam 07:30 di RSCM Kencana, dengan tenang telah meninggalkan kita untuk selama-nya, ... Jenasah almarhum akan di kremasi hari Sabtu, 21 Januari 2017 yad. Berangkat jam 10:00 dari Rumah Duka RS Dharmais. Benny Setiono dengan keteguhan dan ketabahan yang luar biasa selama lebih 6 tahun ini bertarung melawan penyakit kanker lever, sudah berulang kali lolos dari maut yang nyaris merenggut nyawanya. Namun 3 bulan terakhir ini, usaha mengatasi penjalaran kanker tidak lagi berhasil, teryata sudah menjalar ke tulang. Kesehatan terus merosot dengan cepat dan harus menahan rasa sakit yang luar biasa, namun semangat juang-nya tidak pernah patah! Mendengar ada Gerakan “Parade Bhineka Tunggal Ika”, “Indonesia Bersatu” 4 Desember tahun yl., sekalipun tubuhnya tetap hanya bisa berbaring ditempat-tidur, namun TETAP BERSEMANGAT melalui grup WA mengajak semua kawan yang berkenan bisa ikut serta, ... Sungguh luar biasa! Benny dalam bergulat menghadapi sakitnya selalu tetap memperhatikan perkembangan situasi politik yang terjadi di Indonesia, kw-kw yang sempatkan datang mengunjungi RS, bukan hanya ditanya bagaimana perkembangan situasi, tapi juga tetap bersemangat mengajak diskusi, menyampaikan pendapat dan pemikiran, ... bahkan ketiga CAGUB DKI Jakarta, Agus, Ahok dan Anies menyempatkan diri untuk datang ke RSCM nengok sahabat warga Jakarta, Benny yang sudah rebah ditempat-tidur saja. Terlampir adalah tulisan atau Makalah Benny terakhir kalinya, berjudul “Tionghoa Diaspora Di Hong Kong”, yang sedianya disampaikan didepan pertemuan Huakiao di Hong Kong tahun 2015, naman kesediaan hadir di Hong Kong tidak keturutan, kesehatannya sudah tidak menunjang untuk berpergian jauh lagi, ... Perkenankanlah saya atas nama seluruh pengurus dan anggota GELORA45 menyuatakan TURURT BERDUKACITA sedalam-dalamnya dengan meninggalnya Benny Setiono, mudah-mudahan beliau mendapatkan ketenangan abadi ditempat baru, sedang segenap keluarga yang ditinggalkan bisa tabah menghadapi musibah berat yang dihadapi ini. Selamat jalan sobat Benny, ...! Salam-duka,ChanCT
