Front Pembela Islam: Indonesia 'bukan negara demokrasi’


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|    |  
Front Pembela Islam: Indonesia 'bukan negara demokrasi’ - BBC Indonesia
 Dalam demonstrasi di luar Mabes Polri, pekan lalu, Front Pembela Islam 
menyanggah tudingan bahwa mereka anti-Pan...  |   |

  |

  |

 

   
   - 20 Januari 2017
KirimHak atas fotoBBC INDONESIAImage captionMassa FPI berdemonstrasi di luar 
Mabes Polri menuntut agar Kapolda Jabar dicopot dari jabatannya.Dalam 
demonstrasi di luar Mabes Polri, pekan lalu, para anggota Front Pembela Islam 
(FPI) menyanyikan lagu kebangsaan, Indonesia Raya. Mereka menyanggah tudingan 
bahwa mereka anti-Pancasila atau menentang Bhinneka Tunggal Ika.Namun, dalam 
wawancara eksklusif dengan BBC Indonesia saat demonstrasi berlangsung, seorang 
ulama FPI, KH Misbahul Anam, menjabarkan pandangannya soal demokrasi dan 
Islam.Menurutnya Indonesia 'bukan negara demokrasi, Indonesia negara 
musyawarah'. "Demokrasi dengan musyawarah jauh berbeda," kata Misbahul 
Anam."Indonesia ini mayoritas umat Islam, kalau kita mau proporsional dan 
profesional, ya memang presidennya harus beragama Islam."   
   - Massa FPI datangi Mabes Polri, Kapolda Jabar siap dicopot
   - Setelah Rizieq Shihab dituduh menista agama, apakah penceramah agama perlu 
'disaring'?
   - Mengapa ormas di Indonesia semakin 'frontal'?
Hak atas fotoBBC INDONESIAImage captionUlama FPI, KH Misbahul Anam, menjabarkan 
pandangannya soal demokrasi dan Islam.Ulil Abshar-Abdalla, cendekiawan muslim 
yang aktif dalam Jaringan Islam Liberal, mengatakan musyawarah berasal dari 
kata dalam bahasa Arab yang berarti pembebasan.Dia berargumen bahwa pernyataan 
bahwa Islam dan demokrasi tidak sejalan adalah pendapat segelintir orang yang 
tidak mencerminkan pandangan komunitas Islam di dunia."Ada kelompok-kelompok 
Muslim tertentu yang menolak demokrasi karena datang dari Barat. Mereka pikir 
demokrasi adalah kekuasaan rakyat. Mereka pikir itu tidak bisa diterima karena 
berarti manusia bisa menciptakan hukum yang tidak sesuai dengan hukum Tuhan. 
Saya pikir ini adalah kesalahpahaman tentang demokrasi secara keseluruhan," 
ujar Ulil."Dukungan untuk demokrasi di dalam dunia Islam sangat tinggi. Apa 
yang dikatakan Front Pembela Islam adalah pandangan sebagian kecil," kata 
Ulil.Dua hari setelah wawancara tersebut, pimpinan FPI, Rizieq Shihab, 
dinaikkan statusnya oleh kepolisian dari penyelidikan ke penyidikan terkait isi 
ceramahnya yang menyebut ada gambar palu arit dalam lembaran uang rupiah.Rizieq 
juga dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri ke Polda Jawa Barat dalam kasus 
dugaan penistaan lambang negara Pancasila.Namun, kepolisian menyatakan status 
Rizieq belum dinaikkan menjadi tersangka.Berikut wawancara dengan Ulama FPI, KH 
Misbahul Anam:Tanya (T): Dalam demonstrasi hari ini para anggota FPI menyatakan 
sumpah setia kepada Indonesia dan menghormati prinsip Bhinneka Tunggal Ika. 
Mengapa Anda pikir itu adalah sesuatu yang penting?Jawab (J): Jadi kita sebagai 
warga negara akan ikuti aturan, bahkan landasan-landasan konstitusional, ideal, 
Pancasila, UUD 45, kebhinekaan, NKRI. Umat Islam selama ini tidak pernah 
mempersoalkan, itu sudah harga mati.Adapun agama yang telah resmi diakui oleh 
pemerintah itu ada enam, umat Islam juga toleransi, artinya umat Islam tidak 
pernah tidak toleransi. Ketika ada terjadi, misalkan, Natal, orang-orang 
Kristen mengadakan peringatan Natal kami tidak ganggu. Mereka tidak diganggu, 
karena punya hak untuk menjalankan agamanya.T: Jadi kalau ada anak muda dari 
Kupang, agama Kristen, dia mimpi menjadi presiden negara Indonesia, terus dia 
naik secara demokratis, apakah diterima sebagai presiden Kristen di negara 
Indonesia?J: Semua orang berhak untuk mencalonkan jadi pemimpin di Indonesia, 
dan semua warga punya hak juga untuk menolak. Indonesia ini mayoritas umat 
Islam, kalau kita mau proporsional dan profesional, ya memang presidennya harus 
beragama Islam. Seperti juga di Bali mayoritas itu Hindu, maka Gubernurnya 
Hindu, silakan, umat Islam tidak ganggu.T: Tapi secara demokratis kalau 
masyarakat memilih orang Kristen, seperti Gubernur Basuki Tjajaya Purnama, dia 
maju secara demokratis. Bagaimana?J: Indonesia itu bukan negara demokrasi, 
Indonesia itu negara musyawarah. Mengatakan Indonesia negara demokrasi, coba 
tunjukkan, dalam undang-undang yang mana? Pancasila sila yang ke berapa? 
Undang-Undang Dasar 1945 pasal yang ke berapa? Tidak ada, Indonesia itu negara 
musyawarah, sila keempat Pancasila, itu disebutkan di situ 
permusyawaratan.T:Tapi sistem pemerintah demokrasi 'kan, Pak?J: Itu 'kan mereka 
mengatakan itu, tapi kami tetap tidak terima. Indonesia bukan negara demokrasi, 
Indonesia negara musyawarah. Demokrasi dengan musyawarah jauh berbeda.T:Jadi 
apa perbedaannya?J: Kalau demokrasi itu one man one vote, satu orang satu 
suara. Kalau ada saya, sebagai ustadz, demokrasi itu suara saya sama dengan 
suara tukang becak. Suara profesor sama dengan suara orang yang tidak sekolah. 
Suara menteri sama dengan suara petani. Itu demokrasi.Dalam musyawarah antara 
ulama dengan orang yang bukan ulama punya suara yang berbeda.T:Seperti apa 
suara yang berbeda?J: Yang berhak ikut musyawarah yang punya ilmu dan yang 
dimusyawarahkan itu bukan sesuatu yang sudah pasti.T:Jadi kalau tukang becak 
yang baca banyak buku dia tidak punya hak sama dengan ulama?J: Kesimpulannya 
begini, Indonesia adalah negara musyawarah, Indonesia bukan negara demokrasi.
Jaringan Islam Liberal: Demokrasi tidak bertentangan dengan Islam
Hak atas fotoBBC INDONESIAImage captionUlil Abshar-Abdalla berargumen bahwa 
pernyataan bahwa Islam dan demokrasi tidak sejalan adalah pendapat segelintir 
orang yang tidak mencerminkan pandangan komunitas Islam di dunia.Ulil 
Abshar-Abdalla, cendekiawan muslim yang aktif dalam Jaringan Islam Liberal, 
mengatakan musyawarah berasal dari kata dalam bahasa Arab yang berarti 
pembebasan.Dia berargumen bahwa pernyataan bahwa Islam dan demokrasi tidak 
sejalan adalah pendapat segelintir orang yang tidak mencerminkan pandangan 
komunitas Islam di dunia."Ada kelompok-kelompok Muslim tertentu yang menolak 
demokrasi karena datang dari Barat. Mereka pikir demokrasi adalah kekuasaan 
rakyat. Mereka pikir itu tidak bisa diterima karena berarti manusia bisa 
menciptakan hukum yang tidak sesuai dengan hukum Tuhan. Saya pikir ini adalah 
kesalahpahaman tentang demokrasi secara keseluruhan," ujarnya.Ia menjelaskan 
sebagian besar umat Muslim menerima demokrasi sebagai sebuah sistem yang 
terbukti secara nyata memungkinkan umat Muslim berpartisipasi dalam pemilihan 
umum yang bebas di Indonesia sejak 1999.Jika merujuk berbagai survei lembaga 
Pew, sokongan terhadap demokrasi di dunia Islam sangat tinggi.Apa yang 
dikatakan Front Pembela Islam hanyalah pendapat segelintir orang," kata 
Ulil."Presiden Sukarno, pendiri bangsa ini, mengatakan kita tidak ingin 
Indonesia menjadi negara Islam tapi negara untuk semuanya, berbasis demokrasi. 
Dia berkata kepada para pemimpin umat Islam kala itu, kira-kira seperti ini: 
'Jika Anda ingin mempromosikan Islam sebagai agama, jika Anda ingin 
mempromosikan kepentingan sebagai umat Muslim, gunakanlah demokrasi untuk 
tujuan Anda. Itu adalah alat bagi semua kelompok sosial. Dia mengatakan hal 
yang sama kepada pemimpin umat Kristen dan Hindu."Jadi seperti kompetisi untuk 
mempromosikan pandangan etnis Anda untuk berkembang dalam masyarakat. Demokrasi 
tidaklah bertentangan dengan Islam karena Anda bisa mempromosikannya untuk 
kepentingan Anda. Itulah yang dikatakan Bung Karno, pendiri bangsa ini, dan 
saya pikir itu mencerahkan dan cerdik," kata Ulil.

Kirim email ke