Bagaimana bisa menjadi negara DEMOKRATIS kalau FPI selalu main paksakan 
kehendak sendiri dengan kekerasan? Bagaimana bisa DEMOKRASI dipertentangkan 
dengan MUSYAWARAH? Bukankah demokrasi itu dijalankan melalui musyawarah, dan 
penyelesaian dengan musyawarah itu bukan berarti memaksakan orang lain dengan 
kekerasan yang mereka FPI selama ini jalankan, ...?

Kalau sudah begini, ... yaa, harus adu kuat siapa yang terpaksa tunduk, nurut 
pada siapa? Adu kekuatan, pengaruh siapa berhasil mencopot siapa!?

Ayooo, dukung kuat Jokowi jangan biarkan RI akan jatuh ditangan FPI berubah 
menjadi negara ISLAM yang brutal!

Salam,
ChanCT


From: Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] 
Sent: Saturday, January 21, 2017 4:12 AM
To: Yahoogroups 
Subject: [GELORA45] Front Pembela Islam: Indonesia 'bukan negara demokrasi’

  


Front Pembela Islam: Indonesia 'bukan negara demokrasi’ 


                        
                 
           
                    Front Pembela Islam: Indonesia 'bukan negara demokrasi’ - 
BBC Indonesia
                  Dalam demonstrasi di luar Mabes Polri, pekan lalu, Front 
Pembela Islam menyanggah tudingan bahwa mereka anti-Pan...  
           
     




  a.. 20 Januari 2017
Kirim
Hak atas fotoBBC INDONESIAImage captionMassa FPI berdemonstrasi di luar Mabes 
Polri menuntut agar Kapolda Jabar dicopot dari jabatannya. 
Dalam demonstrasi di luar Mabes Polri, pekan lalu, para anggota Front Pembela 
Islam (FPI) menyanyikan lagu kebangsaan, Indonesia Raya. Mereka menyanggah 
tudingan bahwa mereka anti-Pancasila atau menentang Bhinneka Tunggal Ika.
Namun, dalam wawancara eksklusif dengan BBC Indonesia saat demonstrasi 
berlangsung, seorang ulama FPI, KH Misbahul Anam, menjabarkan pandangannya soal 
demokrasi dan Islam.
Menurutnya Indonesia 'bukan negara demokrasi, Indonesia negara musyawarah'. 
"Demokrasi dengan musyawarah jauh berbeda," kata Misbahul Anam.
"Indonesia ini mayoritas umat Islam, kalau kita mau proporsional dan 
profesional, ya memang presidennya harus beragama Islam."
  a.. Massa FPI datangi Mabes Polri, Kapolda Jabar siap dicopot 
  b.. Setelah Rizieq Shihab dituduh menista agama, apakah penceramah agama 
perlu 'disaring'? 
  c.. Mengapa ormas di Indonesia semakin 'frontal'?
Hak atas fotoBBC INDONESIAImage captionUlama FPI, KH Misbahul Anam, menjabarkan 
pandangannya soal demokrasi dan Islam. 
Ulil Abshar-Abdalla, cendekiawan muslim yang aktif dalam Jaringan Islam 
Liberal, mengatakan musyawarah berasal dari kata dalam bahasa Arab yang berarti 
pembebasan.
Dia berargumen bahwa pernyataan bahwa Islam dan demokrasi tidak sejalan adalah 
pendapat segelintir orang yang tidak mencerminkan pandangan komunitas Islam di 
dunia.
"Ada kelompok-kelompok Muslim tertentu yang menolak demokrasi karena datang 
dari Barat. Mereka pikir demokrasi adalah kekuasaan rakyat. Mereka pikir itu 
tidak bisa diterima karena berarti manusia bisa menciptakan hukum yang tidak 
sesuai dengan hukum Tuhan. Saya pikir ini adalah kesalahpahaman tentang 
demokrasi secara keseluruhan," ujar Ulil.
"Dukungan untuk demokrasi di dalam dunia Islam sangat tinggi. Apa yang 
dikatakan Front Pembela Islam adalah pandangan sebagian kecil," kata Ulil.
Dua hari setelah wawancara tersebut, pimpinan FPI, Rizieq Shihab, dinaikkan 
statusnya oleh kepolisian dari penyelidikan ke penyidikan terkait isi 
ceramahnya yang menyebut ada gambar palu arit dalam lembaran uang rupiah.
Rizieq juga dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri ke Polda Jawa Barat dalam 
kasus dugaan penistaan lambang negara Pancasila.
Namun, kepolisian menyatakan status Rizieq belum dinaikkan menjadi tersangka.
 
Berikut wawancara dengan Ulama FPI, KH Misbahul Anam:
Tanya (T): Dalam demonstrasi hari ini para anggota FPI menyatakan sumpah setia 
kepada Indonesia dan menghormati prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Mengapa Anda 
pikir itu adalah sesuatu yang penting?
Jawab (J): Jadi kita sebagai warga negara akan ikuti aturan, bahkan 
landasan-landasan konstitusional, ideal, Pancasila, UUD 45, kebhinekaan, NKRI. 
Umat Islam selama ini tidak pernah mempersoalkan, itu sudah harga mati.
Adapun agama yang telah resmi diakui oleh pemerintah itu ada enam, umat Islam 
juga toleransi, artinya umat Islam tidak pernah tidak toleransi. Ketika ada 
terjadi, misalkan, Natal, orang-orang Kristen mengadakan peringatan Natal kami 
tidak ganggu. Mereka tidak diganggu, karena punya hak untuk menjalankan 
agamanya.
T: Jadi kalau ada anak muda dari Kupang, agama Kristen, dia mimpi menjadi 
presiden negara Indonesia, terus dia naik secara demokratis, apakah diterima 
sebagai presiden Kristen di negara Indonesia?
J: Semua orang berhak untuk mencalonkan jadi pemimpin di Indonesia, dan semua 
warga punya hak juga untuk menolak. Indonesia ini mayoritas umat Islam, kalau 
kita mau proporsional dan profesional, ya memang presidennya harus beragama 
Islam. Seperti juga di Bali mayoritas itu Hindu, maka Gubernurnya Hindu, 
silakan, umat Islam tidak ganggu.
T: Tapi secara demokratis kalau masyarakat memilih orang Kristen, seperti 
Gubernur Basuki Tjajaya Purnama, dia maju secara demokratis. Bagaimana?
J: Indonesia itu bukan negara demokrasi, Indonesia itu negara musyawarah. 
Mengatakan Indonesia negara demokrasi, coba tunjukkan, dalam undang-undang yang 
mana? Pancasila sila yang ke berapa? Undang-Undang Dasar 1945 pasal yang ke 
berapa? Tidak ada, Indonesia itu negara musyawarah, sila keempat Pancasila, itu 
disebutkan di situ permusyawaratan.
T:Tapi sistem pemerintah demokrasi 'kan, Pak?
J: Itu 'kan mereka mengatakan itu, tapi kami tetap tidak terima. Indonesia 
bukan negara demokrasi, Indonesia negara musyawarah. Demokrasi dengan 
musyawarah jauh berbeda.
T:Jadi apa perbedaannya?
J: Kalau demokrasi itu one man one vote, satu orang satu suara. Kalau ada saya, 
sebagai ustadz, demokrasi itu suara saya sama dengan suara tukang becak. Suara 
profesor sama dengan suara orang yang tidak sekolah. Suara menteri sama dengan 
suara petani. Itu demokrasi.
Dalam musyawarah antara ulama dengan orang yang bukan ulama punya suara yang 
berbeda.
T:Seperti apa suara yang berbeda?
J: Yang berhak ikut musyawarah yang punya ilmu dan yang dimusyawarahkan itu 
bukan sesuatu yang sudah pasti.
T:Jadi kalau tukang becak yang baca banyak buku dia tidak punya hak sama dengan 
ulama?
J: Kesimpulannya begini, Indonesia adalah negara musyawarah, Indonesia bukan 
negara demokrasi.
 
Jaringan Islam Liberal: Demokrasi tidak bertentangan dengan Islam
Hak atas fotoBBC INDONESIAImage captionUlil Abshar-Abdalla berargumen bahwa 
pernyataan bahwa Islam dan demokrasi tidak sejalan adalah pendapat segelintir 
orang yang tidak mencerminkan pandangan komunitas Islam di dunia. 
Ulil Abshar-Abdalla, cendekiawan muslim yang aktif dalam Jaringan Islam 
Liberal, mengatakan musyawarah berasal dari kata dalam bahasa Arab yang berarti 
pembebasan.
Dia berargumen bahwa pernyataan bahwa Islam dan demokrasi tidak sejalan adalah 
pendapat segelintir orang yang tidak mencerminkan pandangan komunitas Islam di 
dunia.
"Ada kelompok-kelompok Muslim tertentu yang menolak demokrasi karena datang 
dari Barat. Mereka pikir demokrasi adalah kekuasaan rakyat. Mereka pikir itu 
tidak bisa diterima karena berarti manusia bisa menciptakan hukum yang tidak 
sesuai dengan hukum Tuhan. Saya pikir ini adalah kesalahpahaman tentang 
demokrasi secara keseluruhan," ujarnya.
Ia menjelaskan sebagian besar umat Muslim menerima demokrasi sebagai sebuah 
sistem yang terbukti secara nyata memungkinkan umat Muslim berpartisipasi dalam 
pemilihan umum yang bebas di Indonesia sejak 1999.
Jika merujuk berbagai survei lembaga Pew, sokongan terhadap demokrasi di dunia 
Islam sangat tinggi.
Apa yang dikatakan Front Pembela Islam hanyalah pendapat segelintir orang," 
kata Ulil.
"Presiden Sukarno, pendiri bangsa ini, mengatakan kita tidak ingin Indonesia 
menjadi negara Islam tapi negara untuk semuanya, berbasis demokrasi. Dia 
berkata kepada para pemimpin umat Islam kala itu, kira-kira seperti ini: 'Jika 
Anda ingin mempromosikan Islam sebagai agama, jika Anda ingin mempromosikan 
kepentingan sebagai umat Muslim, gunakanlah demokrasi untuk tujuan Anda. Itu 
adalah alat bagi semua kelompok sosial. Dia mengatakan hal yang sama kepada 
pemimpin umat Kristen dan Hindu.
"Jadi seperti kompetisi untuk mempromosikan pandangan etnis Anda untuk 
berkembang dalam masyarakat. Demokrasi tidaklah bertentangan dengan Islam 
karena Anda bisa mempromosikannya untuk kepentingan Anda. Itulah yang dikatakan 
Bung Karno, pendiri bangsa ini, dan saya pikir itu mencerahkan dan cerdik," 
kata Ulil.

Kirim email ke