res : Ormas premanisme adalah kaki tangan rezim neo-Mojopahit dan seperti 
dinyatankam  ormas premanisme  mempertahankan harga mati NKRI, jadi mana mau 
rezim membubarkan ormas-ormas premanisme tsb. Kalau ormas-ormas ini dibubarkan 
sama saja dengan MUI dibubarkan dan juga kementrian agama. Ormas-ormas ini 
dipertahankan dengan alasan demokrasi, yaitu antara lain hak membentuk 
organisasi dan hak kebebasan menyatakan pendapat. hehehehe

http://sinarharapan.net/2017/01/24821/

Pemuda NTT Menuntut Pemerintah Bubarkan Ormas Premanisme
January 20, 2017 

SHNet, KUPANG-Alinasi Pemuda Nusa Tenggarara Timur yang terhimpun dari delapan 
organisasi pemuda mahasiswa di Kota Kupang, Kamis (19/1) mendatangi Kantor DPRD 
NTT untuk menyatakan sikap bertekad mengawal Pancasila dan tetap menjaga 
keutuhan NKRI.

Para pemuda itu terwakili dari Ikatan Mahasiswa Muhammadya (IMM), Pergerakan 
Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), GPRMK Sumba, HIPMALIM RAYA, HIPMAR UMK, 
Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), dan HIMATIM.

Koordinator Aliansi Pemuda NTT Pengawal Pancasila, Muhamad Saleh saat menemui 
Komisi I DPRD NTT menegaskan bangsa ini seperti dikoyak-koyak oleh kepentingan 
segelintir orang yang tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila yang merupakan 
ideologi bangsa.

“Semua organisasi pemuda yang terlibat dalam alinasi ini sudah sehati sepikiran 
untuk tetap menjaga nilai-nilai Pancasila yang saat ini sedang tergerus oleh 
berbagai kepentingan,” tegas Muhamad.

Menurut dia, hal itu tercermin dari tindakan organisasi masyarakat (Ormas) 
tertentu yang dengan sewenang-wenang memainkan hukum demi kepentingan 
politiknya dan sudah menunjukkan tindakan yang tidak sejalan dengan 
prinsip-prinsip Pancasila.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar DPRD NTT menyampaikan kepada pemerintah 
pusat untuk mengambil sikap berani membubarkan ormas atau organisasi yang 
bersifat premanisme di Indonesia karena bertentangan dengan Undang-Undang.

Dia menekankan, ormas-ormas yang mencoba mengganggu ideologi Pancasila sebagai 
dasar Negara Republik Indonesia harus dibubarkan. Pemuda di NTT akan terus 
menjaga dan mengawal Pancasila sampai titik darah penghabisan.

Mereka juga meminta agar DPRD NTT benar-benar berkomitmen menjaga toleransi 
guna terciptanya kerukunan, kedamaian, serta ketenteraman di provinsi kepulauan 
itu.

Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua Komisi I DPRD NTT Kasintus Proklamasi Ebu 
Tho mengatakan, pihak dewan juga memiliki spirit yang sama untuk menjaga dan 
mengawal Pancasila.

Sebab, tidak hanya di NTT saja tetapi seluruh masyarakat Indonesia meresahkan 
hal yang sama dengan berbagai gejolak persoalan yang mencoba melemahkan 
nilai-nilai Pancasila.

“Saat ini sedang terjadi saling serang-menyerang pernyataan, teror-meneror 
lewat media, tarik menarik kepentingan dan sebagainya,” jelasnya.

Dikatakannya, Komisi I DPRD NTT juga segera berkoordinasi dengan gubernur serta 
pimpinan aparat keamanan dari Polda dan Korem setempat untuk membuka dialog 
bersama. Hal itu dilakukan agar NTT tetap aman dan damai dari pengaruh 
kepentingan yang memecah belah bangsa. (Dis Amalo)

Kirim email ke