Kokom Komalawati
Rilis Media One Billion Rising

“Bangkit Dalam Solidaritas Untuk Mengakhiri Eksploitasi Terhadap Perempuan”

Tentang One Billion Rising

One Billion Rising atau kebangkitan satu milyar (orang) merupakan sebuah 
platform kampanye anti kekerasan terhadap perempuan yang telah berjalan sejak 
2013 dilebih dari 200 negara. 1 dari 3 perempuan didunia mengalami kekerasan, 
jumlah tersebut jika dibandingkan dengan jumlah penduduk didunia berarti satu 
milyar pernah mengalami kekerasan fisik dan psikis, seksual dan ekonomi juga 
kekerasan struktural yang dilakukan oleh negara dan korporasi.Kampanye One 
Billion Rising mengambil bentuk kampanye melalui tarian sebagai perwujudan dari 
bangkitnya perempuan untuk membebaskan diri dari berbagai bentuk kekerasan yang 
dialaminya. Melalui tarian perempuan membebaskan dirinya dan bergerak bersama 
untuk menghentikan berbagai bentuk kekerasan yang dialaminya.Bangkit Berdiri, 
Hentikan Segala Bentuk Kekerasan dan Eksploitasi

Kekerasan yang dialami oleh perempuan terbagi dalam tiga kategori, yaitu 
kekerasan berbasiskan gender, kekerasan sebagai pekerja dan kekerasan sebagai 
bagian dari rakyat akibat kebijakan negara. Ketiga jenis kekerasan ini berpadu 
dan dirasakan oleh seluruh perempuan.Eksploitasi terhadap perempuan pun 
demikian, terjadi karena ketidakadilan gender diwilayah domestik dan publik, 
diekploitasi sebagai pekerja dan diekploitasi sebagai bagian dari rakyat. 
Eksploitasi terhadap tubuh, tenaga,perasaan dan pikiran perempuan.Di Indonesia, 
ekploitasi dilakukan oleh negara, pengusaha dan tuan tanah besar. Tubuh 
perempuan dieksploitasi untuk perdagangan baik perdagangan manusia maupun 
perdagangan komoditas. Tenaga perempuan dieksploitasi untuk menciptakan 
komoditas untuk kepentingan pemilik modal dan tuan tanah. Sementara perempuan 
sebagai cadangan pengangguran yang terus bertambah dieksploitasi oleh negara 
sebagai salah satu keuntungan investasi karena tersediannya tenaga kerja yang 
murah.Disisi lain kebijakan yang melegalkan perampasan tanah, perampasan 
upah,perdagangan manusia, perampasan hak atas kesehatan,pendidikan, listrik, 
perumahan, air bersih dan layanan publik lainnya untuk kepentingan pengusaha 
dan investasi juga merupakan eksploitasi dan kekerasan terhadap perempuan yang 
menyebabkan perempuan terus berada dalam kemiskinan. Tidak memiliki akses 
ekonomi dan terpaksa melakukan migrasi keluar negeri tanpa perlindungan dan 
kepastian hukum.Pada momentum kampanye OBR tahun 2017, buruh PDK yang 
dieksploitasi tenaga dan pikirannya oleh perusahaan dan kemudian di PHK tanpa 
diberikan hak-haknya, bangkit berdiri dalam bersolidaritas bersama para 
perempuan lainnya untuk menyatakan bahwa eksploitasi dan kekerasan terhadap 
perempuan harus dihentikan.Salah satu contoh adalah perjuangan panjang buruh 
PDK selama hampir lima tahun dan sampai saat ini masih terus bergulir, hal ini 
merupakan satu kenyataan kongkrit eksploitasi terhadap perempuan yang dilakukan 
oleh perusahaan dan mendapat dukungan dari negara.Eksploitasi dan kekerasan 
terhadap perempuan dan anak tidak akan berhenti dengan sendirinya, dibutuhkan 
perjuangan yang masif yang melibatkan seluruh rakyat, laki-laki dan perempuan 
untuk menghentikannya. Oleh sebab itu mari bangkit dalam solidaritas untuk 
menghentikan eksploitasi dan kekerasan terhadap perempuan.Tangerang, 17 
February 2017
CP : Kokom Komalawati ( 08128870192 )
Perempuan Indonesia Bangkit Melawan Penindasan

Kirim email ke