Selain dipelopori oleh kelompok radikal, Muhammadiyah juga menilai aksi 212 
ditunggangi banyak kepentingan untuk memecah belah umat Islam. Atas 
pertimbangan itu, Muhammadiyah mengimbau masyarakat untuk tidak mengikuti aksi 
damai 212.

 ...
 Muhammadiyah Imbau Masyarakat Tak Ikut Aksi 212 
http://www.cnnindonesia.com/nasional/20170220084040-20-194629/muhammadiyah-imbau-masyarakat-tak-ikut-aksi-212/
 Wishnugroho Akbar, CNN Indonesia
 Senin, 20/02/2017 09:27 WIB
 
 

 
 Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nasir. (CNN Indonesia/Christie 
Stefanie)
 
 Jakarta, CNN Indonesia -- Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengimbau masyarakat 
tidak ikut terjun dalam aksi 21 Februari atau 212 yang rencananya digelar di 
depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, besok. Muhammadiyah menilai aksi tersebut sangat 
tidak bermanfaat dan dipelopori oleh kelompok radikal Islam.

Selain dipelopori oleh kelompok radikal, Muhammadiyah juga menilai aksi 212 
ditunggangi banyak kepentingan untuk memecah belah umat Islam. Atas 
pertimbangan itu, Muhammadiyah mengimbau masyarakat untuk tidak mengikuti aksi 
damai 212.
 Lihat juga:Pengacara GNPF MUI Akui Sisa Dana Aksi 411 dan 212 Rp2 M 
http://www.cnnindonesia.com/nasional/20170216222145-12-194123/pengacara-gnpf-mui-akui-sisa-dana-aksi-411-dan-212-rp2-m/
"Aksi damai 212 sangat tidak bermanfaat, masyarakat dihimbau untuk tidak 
mengikuti aksi damai 212," demikian pernyataan Muhammadiyah seperti dikutip 
dari laman resminya, Senin (20/2).

Aksi 212 ini diinisiasi oleh Forum Umat Islam (FUI). Mereka rencananya 
menggelar aksi di depan Gedung DPR/MPR. 

 Massa 212 mengusung tuntutan hukuman terhadap calon Gubernur DKI Jakarta 
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kini berstatus terdakwa dalam kasus 
dugaan penistaan agama.
 Lihat juga:Ketua GNPF Kembali Jalani Pemeriksaan Kasus Cuci Uang Yayasan 
http://www.cnnindonesia.com/nasional/20170216094907-12-193893/ketua-gnpf-kembali-jalani-pemeriksaan-kasus-cuci-uang-yayasan/
Rencana aksi 212 sudah diberitahukan kepada Polda Metro Jaya. Kepala Bidang 
Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono menyatakan pihaknya 
telah menerima surat pemberitahuan terkait rencana demo tersebut yang 
disampaikan koordinator aksi pada Sabtu (18/2).

Berdasarkan pemberitahuan, kata Argo, massa akan beraksi usai salat subuh 
kemudian beranjak menuju Gedung DPR/MPR RI pukul 07.00 WIB.

 Polda Metro Jaya mengerahkan 10.000 personel guna mengamankan aksi "212" di 
Gedung DPR/MPR RI pada Selasa (21/2).

"Petugas kepolisian siap mengawal aksi," kata Argo, seperti dikutip Antara.
 Lihat juga:Polda Metro Selidiki Pemukulan Jurnalis dalam Aksi 112 
http://www.cnnindonesia.com/nasional/20170211185653-20-192885/polda-metro-selidiki-pemukulan-jurnalis-dalam-aksi-112/
Argo mengimbau massa menjaga keamanan dan ketertiban selama menyampaikan 
pendapat di muka umum. Massa juga diminta menggelar aksi hingga pukul 18.00 WIB 
sesuai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka 
Umum.

Berbeda dengan rangkaian aksi sebelumnya, aksi 212 tidak akan diikuti oleh 
Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dan Front Pembela Islam (FPI). Hal 
itu disampaikan langsung oleh Pengacara GNPF MUI, Kapitra Ampera, pada Minggu 
(19/2).

(gil)
 

 

 

Kirim email ke