http://sp.beritasatu.com/home/dubes-rusia-di-pbb-meninggal-mendadak/118408

*Dubes Rusia di PBB Meninggal Mendadak*


*U-5* | Selasa, 21 Februari 2017 | 11:21

Vitaly Churkin [AFP] Vitaly Churkin [AFP]

[NEW YORK] Duta Besar Rusia untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Vitaly Churkin meninggal di New York, Amerika Serikat, Senin (20/2). Selama ini, politikus berusia 64 tahun itu dikenal piawai menangkis kritik Barat dan lihai membela manuver Moskwa di Ukraina dan Suriah.

Pada Senin pagi, Churkin pingsan saat bekerja di misi Rusia untuk PBB. Dia dilarikan ke rumah sakit Manhattan. Menurut sumber-sumber diplomatik Churkin ternyata menderita masalah jantung.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian luar negeri di Moskwa menggambarkan Churkin sebagai diplomat luar biasa. Namun tidak ada informasi tentang penyebab kematian. Churkin meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.

Kantor berita /Interfax /melaporkan juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan Presiden Vladimir Putin sangat menghargai profesionalisme dan bakat diplomatik Vitaly Churkin dan menyampaikan belasungkawa.

Berita kematian Churkin menjadi kabar mengejutkan di markas besar PBB, tempat Churkin akan merayakan ulang tahunnya yang ke- 65 pada Selasa (22/2).Para diplomat yang menggelar pertemuan rutin di Majelis Umum pun menggelar upacara mengheningkan cipta.

Wakil Duta Besar Rusia PBB Petr Iliichev mengatakan Churkin sedang bekerja bahkan sampai saat-saat terakhir. “Kami telah kehilangan seorang diplomat terkemuka, negosiator ulung, individu yang baik, guru, dan dia akan selalu tetap dalam ingatan kami,” kata Iliichev.

Churkin dikenal sebagai diplomat karier yang lahir di Moskwa. Dia belajar bahasa Inggris dari usia muda. Lulusan Institut Hubungan Internasional Moskwa ini telah menjadi duta PBB sejak April 2006, setelah sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar Rusia untuk Kanada dan Belgia.

Selama dekade itu, hubungan antara Rusia dan Barat tumbuh semakin tegang. Belakangan, ketegangan itu berpuncak dengan keretakan besar atas dukungan Moskwa untuk separatis di Ukraina timur dan intervensi militer di Suriah.

Dalam bulan-bulan terakhir, Churkin telah berulang kali berseteru dengan Duta Besar AS Samantha Power atas pertumpahan darah di Aleppo. Churkin kukuh mempertahankan pandangan Moskwa bahwa pemerintah Suriah telah melancarkan perang habis-habisan melawan teroris. [AFP/U-5]







Kirim email ke