Kelompok penyihir di AS kirim 'santet' untuk lengserkan Donald Trump 
http://www.bbc.com/indonesia/majalah-39093941 32 menit lalu

 Kirim http://www.bbc.com/indonesia/majalah-39093941#share-tools


 
 Hak atas fotoGETTY IMAGES / AFPImage captionAntonio Vazquez, pria asal Meksiko 
yang dikenal sebagai 'Penyihir Terhebat', mengguna-guna Donald Trump dengan 
memakai foto presiden Amerika Serikat itu. Saat jarum jam menunjuk angka 12 
pada Jumat (25/02) tengah malam, para pengikut berbagai aliran sihir di Amerika 
Serikat mengirim 'guna-guna' kepada Donald Trump agar dia lengser dari jabatan 
presiden AS.
 Sebuah kelompok di Facebook yang mengikuti ritual sihir itu telah menarik 
10.500 'like' atau 'suka' dan memunculkan tagar #magicresistance atau 
#perlawanansihir.
 Penulis Michael Hughes, yang menyebut dirinya sebagai 'pemikir magis', merilis 
guna-guna secara daring. Hughes mengaku telah melihat berbagai guna-guna serupa 
yang dilakoni beragam aliran kelompok penyihir.
 Donald Trump, Erdogan, Duterte, pemimpin 'berbahaya bagi dunia'? 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-39048719 Apa yang terjadi semalam? Pidato 
Trump bingungkan rakyat Swedia http://www.bbc.com/indonesia/dunia-39023210 
Kesehatan mental Trump, apa yang diperdebatkan? 
http://www.bbc.com/indonesia/majalah-39003844 Pada salah satu aksi 'santet', 
dia menggunakan lilin besar berwarna oranye, foto Trump, dan kartu Tarot 
bergambar menara.
 Para pengikut aliran sihir kemudian diminta mengukir nama presiden pada lilin 
menggunakan jarum, membaca mantera, dan membakar foto Trump dalam nyala lilin.
Hak atas fotoAFPImage captionKartu Tarot dipakai untuk mengirim guna-guna 
kepada Donald Trump. 'Kamu dipecat!' Kata-kata dalam mantera berisi permohonan 
kepada dewa aliran sihir Wicca untuk "mengikat Donald J Trump sehingga 
karya-karya kejinya gagal total" dan agar dia "tidak memecah kesatuan, 
menghancurkan kebebasan kami, atau mengisi pikiran kami dengan kebencian, 
kebingungan, ketakutan, atau keputusasaan."
 Selain Trump, para pendukung Trump turut dikirimkan guna-guna agar "lidah yang 
jahat" dibungkam.
 Alih-alih menutup mantera dengan kalimat "Maka, jadilah!", Hughes menyarankan 
agar para penyihir membakar foto Trump seraya mengucapkan "Kamu dipecat!"—yang 
merupakan kalimat khas Trump dalam acara televisi The Apprentice.
Hak atas fotoFACEBOOK/BINDTRUMPImage captionSebuah laman di Facebook yang 
dipakai untuk mempromosikan ritual guna-guna terhadap Donald Trump. Hughes 
mengaku sengaja merilis rincian mantera karena dia merasa imbas mantera itu 
"akan sangat disambut oleh banyak orang".
 Dia menekankan bahwa guna-guna yang dikirim tidak bermaksud membuat si 
penerima mengalami cedera, namun menghentikan si penerima agar dia tidak 
mencederai dirinya.
 "Ini tidak sama dengan menonjok seorang Nazi secara sihir. Namun, mantera ini 
merebut tanduk banteng dari tangannya, membanting telepon selulernya agar dia 
tidak bisa mengirim cuitan, mengikatnya, dan melemparkannya ke ruang bawah 
tanah yang gelap sehingga dia tidak melukai siapapun," papar Hughes.
 MaryPat Azevedo, yang ambil bagian dalam sebuah ritual di Arizona, memandang 
ritual yang dia jalani sebagai "doa pemersatu".
 "Penyihir sejati tidak akan pernah mengirim guna-guna siapapun tanpa izin 
mereka. Doa ini adalah untuk kesejahteraan dan perdamaian semua makhluk hidup," 
ujarnya kepada BBC.
 Azevedo berharap menyaksikan "perubahan fisik, emosi, dan spiritual Donald 
Trump dan politik Amerika."
Hak atas fotoAFPImage captionSejumlah pendukung Donald Trump menilai guna-guna 
yang dikirimkan ke presiden AS itu merupakan serangan terhadap kekristenan. 
(foto dokumentasi) 'Peringatan mendesak' Para penyihir yang mengguna-guna 
Donald Trump akan mengulangi ritual mereka setiap bulan berwujud sabit, sampai 
Trump meninggalkan Gedung Putih. Ritual selanjutnya dijadwalkan berlangsung 
pada 26 Maret mendatang.
 Tenung yang dikirimkan para penyihir jelas tidak membuat gembira pendukung 
Trump.
 Joshua Feuerstein, seorang pendeta evangelis yang pernah mengecam Starbucks 
karena mengambil simbol-simbol Natal di jaringan toko mereka, mengeluarkan 
"peringatan mendesak". Menurutnya, ada "jutaan penyihir" yang mencoba mengutuk 
presiden.
 "Sim salabim abrakadabra mereka tidak lebih kuat dari nama Yesus!" seru 
Feuerstein dalam video yang dirilis secara daring.
 Aliansi Nasionalis Kristiani, sebuah kelompok keagaamaan konserbatif, menyebut 
24 Februari sebagai "hari doa" untuk menangkal santet para penyihir.
 Organisasi itu menyebut para penyihir sebagai kaum okultis yang hendak 
memanggil roh kegelapan untuk melawan Trump.
 Untuk melawannya, organisasi tersebut akan mendesak semua orang untuk berdoa 
setiap kali para penyihir melakukan ritual mereka.
 Sejauh ini, Trump belum berkomentar mengenai peperangan di dunia roh.

 

 

 

Kirim email ke