http://www.antaranews.com/berita/614963/kapolda-ultimatum-jajaran-tangkap-cukong-pembalakan-liar-cbgsk-bb?utm_source=topnews&utm_medium=home&utm_campaign=news
*Kapolda ultimatum jajaran tangkap cukong
*
*pembalakan liar CBGSK-BB*
Senin, 27 Februari 2017 20:51 WIB | 1.710 Views
Pewarta: Anggi Romadhoni
Kapolda ultimatum jajaran tangkap cukong pembalakan liar CBGSK-BB
Kondisi sebagian hutan di Tambu, Donggala, Sulawesi Tengah, Sabtu
(11/2/2017). Minimnya pengawasan oleh pihak terkait membuat daerah itu
menjadi sasaran pembalakan liar. (ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar)
Saya copot."
Pekanbaru (ANTARA News) - Kepala Kepolisian Daerah Riau Inspektur
Jenderal Polisi Zulkarnain mengultimatum kepada jajarannya untuk dapat
menangkap cukong atau pemodal pembalakan liar Cagar Biosfer Giam Siak
Kecil-Bukit Batu (CBGSK-BB).
"Saya beri waktu, Polres (Bengkalis) maupun Krimsus (Polda Riau)
menangkap para cukongnya, satu atau dua minggu akan datang," kata
Zulkarnain kepada Antara di Pekanbaru, Senin.
Ia menegaskan, apabila dalam waktu yang diberikan tidak juga berhasil
ditangkap, maka patut dicurigai adanya dugaan keterlibatan melibatkan
pejabat jajarannya.
"Saya copot," tegasnya menjawab penekanan ultimatum tersebut.
Zulkarnain menyampaikan hal tersebut usai melakukan peninjauan langsung
lokasi pembalakan liar Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu (CBGSK-BB).
Peninjauan dilakukan bersama Direktorat Jenderal Penegakan Hukum
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen Gakkum KLHK).
Kapolda meluapkan kekesalannya usai melihat langsung lokasi pembalakan
liar tersebut. Ia bahkan mengatakan apabila diberi kewenangan untuk
menembak pelaku pembalakan liar di tempat, akan ia lakukan.
"Kami melihat langsung ke TKP (tempat kejadian perkara). Memang kalau
saya gregetan. Kasarnya kalau (diperkenankan) ditembak pelaku illog,
saya tembak juga," ujarnya.
Kapolda mengatakan sejauh ini pihaknya telah berhasil menangkap tangan
seorang pelaku pembalakan liar atas nama Mirin. Dia ditangkap oleh tim
Polda Riau yang terlebih dahulu ke lokasi tepatnya di Desa Bukit
Kerikil, Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis.
Dari pelaku itu, ia mengatakan pihaknya akan mendalami dan mengembangkan
pelaku lainnya, termasuk cukong atau pemodal.
Aktivitas pembalakan liar di CBGSK-BB kembali ditemukan baru-baru ini.
Temuan tersebut tentu cukup mengejutkan. Pasalnya, akhir 2016 silam
operasi terpadu pernah dilakukan. Saat itu tim membakar, menghancurkan
dan menutup kanal-kanal yang terkait pembalakan liar.
Pasca operasi terpadu, aktivitas pembalakan liar memang sempat terhenti.
Namun, karena saat itu juga tidak ada yang berhasil ditangkap,
disinyalir menjadi alasan para perambah kembali lagi. Terlebih, cukong
atau pemodal seolah cukup "sakti" untuk tersentuh hukum.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2017