http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/02/123927326/soal.ketimpangan.sri.mulyani.sebut.kelompok.miskin.lambat.jadi.kaya
Soal Ketimpangan, Sri Mulyani Sebut Kelompok
Miskin Lambat Jadi Kaya
Kamis, 2 Maret 2017 | 12:39 WIB
*
*
*
*
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/02/123927326/soal.ketimpangan.sri.mulyani.sebut.kelompok.miskin.lambat.jadi.kaya#komentar>
*
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/02/123927326/soal.ketimpangan.sri.mulyani.sebut.kelompok.miskin.lambat.jadi.kaya#>
1
Shares
Yoga Sukmana/Kompas.com Menteri Keuangan Sri Mulyani di Hotel Fairmont,
Jakarta, Rabu (8/2/2017)
*JAKARTA, KOMPAS.com* - Pemerintah mengakui masih memiliki banyak
pekerjaan rumah di bidang ekonomi. Salah satu yang diwaspadai adalah
tingkat ketimpangan ekonomi atau rasio gini yang terus melebar.
Namun, perempuan yang kerap disapa Ani itu memberikan satu penekanan
terkait pelebaran ketimpangan ekonomi tersebut.
"Kalau saya sebut rasio gini (melebar), bukan berarti yang kaya makin
kaya dan yang miskin makin miskin," ujar Ani saat membuka sosialisasi
Transfer Daerah dan Dana Desa di Jakarta, Kamis (2/3/2017).
Menurutnya, semua masyarakat Indonesia semakin kaya. Hanya saja,
kecepatan dari akumulasi kekayaan kelompok masyakat kaya dan miskin
memiliki perbedaan.
Kelompok miskin, tutur dia, lebih lambat untuk menjadi kaya. Sementara
bagi kelompok yang sudah kaya justru lebih cepat bertambah kaya.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia
<http://indeks.kompas.com/tag/bank.dunia> itu mengatakan, pemerintah
harus bekerja keras mempersempit tingkat ketimpangan. Caranya dengan
mengoptimalkan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
oleh pemerintah pusat maupun daerah.
"Pesan dari sini, kita perlu gunakan instrumen dan desain pembangunan
agar kesenjangan ini tidak semakin lebar," kata Ani.
Badan Pusat Statistik
<http://indeks.kompas.com/tag/badan.pusat.statistik> (BPS) mencatat,
tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang oleh rasio gini
mencapai 0,394 pada September 2016 atau turun 0,008 poin dari data
September 2015.
Sementara itu, Oxfam Indonesia dan International NGO Forum on Indonesia
Development (lNFlD) dalam laporannya yang berjudul "Menuju Indonesia
yang Lebih Setara" mencatat bahwa peringkat ketimpangan ekonomi
Indonesia berada di posisi enam terburuk di dunia.
Penulis : Yoga Sukmana
Editor : Bambang Priyo Jatmiko
TAG:
* Sri Mulyani <http://indeks.kompas.com/tag/Sri.Mulyani>
* rasio gini <http://indeks.kompas.com/tag/rasio.gini>