http://www.antaranews.com/berita/615425/anggota-dpr-bangsa-indonesia-mengalami-kegaduhan-politik?
<http://www.antaranews.com/berita/615425/anggota-dpr-bangsa-indonesia-mengalami-kegaduhan-politik?utm_source=populer_home&utm_medium=populer&utm_campaign=news>
utm_source=populer_home&utm_medium=populer&utm_campaign=news
<http://www.antaranews.com/berita/615425/anggota-dpr-bangsa-indonesia-mengalami-kegaduhan-politik?utm_source=populer_home&utm_medium=populer&utm_campaign=news>
*Anggota DPR: bangsa Indonesia mengalami
*
*kegaduhan politik*
Rabu, 1 Maret 2017 21:43 WIB | 10.187 Views
Pewarta: Heri Sidik
Anggota DPR: bangsa Indonesia mengalami kegaduhan politik
Putri Presiden Kedua RI Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana (kanan) dan
Siti Hediati Hariyadi. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Bantul (ANTARA News) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik
Indonesia Siti Hediati Hariyadi mengatakan bangsa Indonesia kini sedang
mengalami kegaduhan politik karena mengabaikan sistem politik dan
ketatanegaraan yang sesuai bangsa ini.
"Dewasa ini kita telah mengalami kegaduhan di bidang politik," kata
Titiek saat menghadiri pencanangan Desa Damandiri Lestari di Bangsal
Rumah Dinas Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu, sore.
Menurut dia, kegaduhan di bidang politik itu, antara lain, karena bangsa
ini telah meninggalkan sistem politik dan sistem ketatanegaraan yang
tidak sesuai dengan falsafah para pendahulu bangsa dan Undang-Undang
Dasar 1945.
"Kita telah ambil sistem dari falsafah yang bersumber dari budaya asing
yang tidak sesuai dengan budaya kita. Kita telah abaikan nilai yang
terkandung dalam pancasila dan sistem ketatanegaraan bangsa," katanya.
Wakil Ketua Komisi IV DPR ini menyinggung kalau bangsa ini telah
kebablasan dalam berdemokrasi sehingga jika tidak dibenahi dikhawatirkan
bangsa Indonesia akan mengalami kesulitan di masa yang akan datang.
"Saya sependapat dengan Presiden Jokowi bahwa dalam berdemokrasi kita
telah kebablasan, kalau kita tidak berhasil membenahi kegaduhan,
kekalutan politik yang terjadi, di masa depan kita akan mengalami
kesulitan yang lebih besar," katanya.
Apalagi, lanjut Titiek, dengan kemajuan manusia di bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi (iptek) dunia bergerak semakin cepat, dan
bangsa yang tidak mampu cepat menyelesaikan masalah akan dilanda
cepatnya kemajuan yang dicapai umat manisia.
"Di bidang ekonomi bangsa ini menghadapi masalah yang tidak kecil, salah
satunya adalah karena kita mengadopsi sistem ekonomi yang tidak sesuai
dengan Pancasila dan UUD," katanya.
Ia menjelaskan apabila di masa lalu sebagian besar barang-barang seperti
sandang, pangan dan papan dapat dihasilkan di negeri sendiri, maka
dewasa ini tidak sedikit barang kebutuhan yang didatangkan dari luar negeri.
"Sampai-sampai kebutuhan akan garam, cabai dan bawang harus impor dari
luar negeri. Selain itu kekayaan alam kita yang sedemikian besar, justru
sebagian besar dikuasai bangsa asing," katanya.
(KR-HRI/B015)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017