Pesan untuk KPU DKI di Balik Aksi 'Walk Out' Ahok-Djarot 
http://www.cnnindonesia.com/kursipanasdki1/20170305190012-516-197981/pesan-untuk-kpu-dki-di-balik-aksi-walk-out-ahok-djarot/
 Gilang Fauzi
 Minggu, 05/03/2017 19:08 WIB
 
 

 
 Ahok-Djarot berharap KPU DKI bisa lebih profesional dalam menjalankan 
tugasnya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
 
 Jakarta, CNN Indonesia -- Basuki Tjahaja Purnama menepis kurangnya komunikasi 
dengan KPU DKI yang berujung aksi walk out saat dia menghadiri sidang pleno 
penetapan pasangan calon yang lolos putaran dua, kemarin.

Menurut Ahok, sapaan Basuki, dia dan pasangannya Djarot Saiful Hidayat memenuhi 
undangan lebih cepat lima menit dari waktu yang telah ditentukan. 

Kehadirannya pun mendapat sorotan banyak media, bahkan ditayangkan langsung 
oleh sejumlah stasiun televisi. Sehingga tidak ada alasan bagi KPU DKI tak 
mengetahui kedatangannya.

"Kami masuk dari lobi lho. Lobi utama, enggak ngumpet, Kompas TV live jam nya 
jelas," kata Ahok seperti dikutip detikcom, Minggu (5/3).

 Lihat juga:Acara KPU DKI Molor Satu Jam, Ahok-Djarot Pilih Angkat Kaki 
http://www.cnnindonesia.com/kursipanasdki1/20170304203856-516-197879/acara-kpu-dki-molor-satu-jam-ahok-djarot-pilih-angkat-kaki/
Anggota Tim pemenangan Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadzili menyatakan pihaknya tak 
mau memperpanjang persoalan tersebut. Dia menyatakan, aksi walk out yang 
dilakukan oleh Ahok-Djarot adalah pesan agar KPU DKI bisa lebih profesional 
dalam menjalankan tugasnya.
 
"Saya kira tidak perlu kita perpanjang, kami berikan pesan ke KPU harus 
profesional karena Pilkada DKI Jakarta dilihat publik," kata Ace Hasan.
 
Ahok-Djarot sebelumnya mengaku kecewa dengan sikap tidak profesional KPU DKI 
yang tak kunjung melangsungkan acara hingga satu jam berlalu dari waktu yang 
ditetapkan, yakni pukul 19.00 WIB.

"Mohon maaf, ada ketidakprofesionalan dari penyelenggara. Kami menghargai 
undangan KPUD, (tapi) kami tidak mengikuti acara malam hari ini," kata Djarot, 
kemarin.
 Lihat juga:Ahok-Djarot Angkat Kaki, Pendukung Anies-Sandi Teriak Ok Oce 
http://www.cnnindonesia.com/kursipanasdki1/20170304212750-516-197884/ahok-djarot-angkat-kaki-pendukung-anies-sandi-teriak-ok-oce/
Djarot meminta KPU DKI lebih disiplin dalam masalah waktu. Menurutnya, KPU DKI 
harus menghormati seluruh undangan yang telah hadir tepat waktu.

"Kalau undangan jam 19.00 WIB, paling lambat 19.15 harus sudah dimulai, ada 
atau tidak, lengkap atau tidak lengkap," kata Djarot.

Ketua KPU DKI Soemarno sementara itu menyatakan pihaknya tidak mengetahui Ahok 
telah berada di sekitar arena Rapat Pleno Pilkada DKI. Hingga waktu pelaksanaan 
yang dijadwalkan, KPU DKI hanya mengetahui pasangan calon nomor urut dua baru 
diwakili oleh Djarot.

"Jadi semestinya, beliau hadir di tempat yang sudah disediakan, tapi ternyata 
di ruangan lain. KPU tidak tahu. Kami juga menunggu, pokoknya ada 
kesalahpahaman, ini masalah kurang komunikasi saja," kata Soemarno.
 Lihat juga:KPUD DKI Klaim Tak Tahu Ahok Sudah Tiba di Arena Rapat Pleno 
http://www.cnnindonesia.com/kursipanasdki1/20170305001355-516-197902/kpud-dki-klaim-tak-tahu-ahok-sudah-tiba-di-arena-rapat-pleno/
Belakangan Soemarno meminta maaf karena telah terjadi miskomunikasi yang 
berakibat pada aksi walk out tersebut. Sumarno mengakui kekeliruan itu karena 
tidak ada staf KPU DKI yang memperhatikan kedatangan para paslon.

"Kami yang keliru, karena seharusnya memang ada staf yang bisa mendeteksi 
kehadiran calon," kata Sumarno. (gil)
 

 

 

Kirim email ke