Nampak jelas sikap KERJA KPU, khususnya Ketua PKU DKI Sumarno ini, sangat 
JELEK! PATUT ditelusuri dengan baik mengapa bisa terjadi Sidang Pleno Penetapan 
Pasangan Calon Putaran Dua, yang sedianya dilangsungkan jam 19:00, sampai jam 
19:30 juga belum ada kejelasan jam berapa acara bisa dimulai??? 

Sementara ada pemberitaan menyatakan UNDANGAN yang berbeda diterima paslon 
Ahok-Djarot, ... kalau saja BETUL acara jam 19:00 dimulai, sedang pasangan 
Ahok-Djarot belum nampak, kenapa Sumarno atau panitia penyelenggara tidak 
TELPON langsung pada Ahok-Djarot sedang tersangkut dimana, ...? Kan sekarang 
komunikasi mudah saja, ... Ada juga berita menyatakan, setelah Ahok-Djarot 
mengetahui jam 19:30 Sumarno cs. sedang makan, baru mengambil keputusan 
walk-out?

Seandainya saja, apa yang dinyatakan Sumarno, bahwa Ahok-Djarot sudah tiba dan 
berada di ruang lain yang tidak diketahui itu benar, sedang acara seharusnya 
dimulai jam 19:00 lebih-lebih membuktikan sikap kerja Sumarno yang sangat JELEK 
itu! Orang yang sikiap kerjanya begini, pantaslah terjadi banyak kesalahan 
serius dalam PILKADA DKI-Jakarta yl, entah berapa ribu hak-pilih warga 
tercabut, dan 2 TPS harus pemilihan ulang yang juga berakibat banyak warga 
pemilih KEHILANGAN SUARA nya, karena tidak mengetahui dan tidak bisa hadir ikut 
memilih lagi, ...! 

Pejabat macam begini patut di PECAT saja dari KPU! 

Salam,
ChanCT


From: [email protected] [GELORA45] 
Sent: Monday, March 6, 2017 2:35 AM


  




Pesan untuk KPU DKI di Balik Aksi 'Walk Out' Ahok-Djarot
Gilang FauziMinggu, 05/03/2017 19:08 WIB

Ahok-Djarot berharap KPU DKI bisa lebih profesional dalam menjalankan tugasnya. 
(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta, CNN Indonesia -- Basuki Tjahaja Purnama menepis kurangnya komunikasi 
dengan KPU DKI yang berujung aksi walk out saat dia menghadiri sidang pleno 
penetapan pasangan calon yang lolos putaran dua, kemarin.

Menurut Ahok, sapaan Basuki, dia dan pasangannya Djarot Saiful Hidayat memenuhi 
undangan lebih cepat lima menit dari waktu yang telah ditentukan. 

Kehadirannya pun mendapat sorotan banyak media, bahkan ditayangkan langsung 
oleh sejumlah stasiun televisi. Sehingga tidak ada alasan bagi KPU DKI tak 
mengetahui kedatangannya.

"Kami masuk dari lobi lho. Lobi utama, enggak ngumpet, Kompas TV live jam nya 
jelas," kata Ahok seperti dikutip detikcom, Minggu (5/3).


      Lihat juga:Acara KPU DKI Molor Satu Jam, Ahok-Djarot Pilih Angkat Kaki 
Anggota Tim pemenangan Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadzili menyatakan pihaknya tak 
mau memperpanjang persoalan tersebut. Dia menyatakan, aksi walk out yang 
dilakukan oleh Ahok-Djarot adalah pesan agar KPU DKI bisa lebih profesional 
dalam menjalankan tugasnya.
 
"Saya kira tidak perlu kita perpanjang, kami berikan pesan ke KPU harus 
profesional karena Pilkada DKI Jakarta dilihat publik," kata Ace Hasan.
 
Ahok-Djarot sebelumnya mengaku kecew a dengan sikap tidak profesional KPU DKI 
yang tak kunjung melangsungkan acara hingga satu jam berlalu dari waktu yang 
ditetapkan, yakni pukul 19.00 WIB.

"Mohon maaf, ada ketidakprofesionalan dari penyelenggara. Kami menghargai 
undangan KPUD, (tapi) kami tidak mengikuti acara malam hari ini," kata Djarot, 
kemarin.
      Lihat juga:Ahok-Djarot Angkat Kaki, Pendukung Anies-Sandi Teriak Ok Oce 
Djarot meminta KPU DKI lebih disiplin dalam masalah waktu. Menurutnya, KPU DKI 
harus menghormati seluruh undangan yang telah hadir tepat waktu.

"Kalau undangan jam 19.00 WIB, paling lambat 19.15 harus sudah dimulai, ada 
atau tidak, lengkap atau tidak lengkap," kata Djarot.

Ketua KPU DKI Soemarno sementara itu menyatakan pihaknya tidak mengetahui Ahok 
telah berada di sekitar arena Rapat Pleno Pilkada DKI. Hingga waktu pelaksanaan 
yang dijadwalkan, KPU DKI hanya mengetahui pasangan calon nomor urut dua baru 
diwakili oleh Djarot.

"Jadi semestinya, beliau hadir di tempat yang sudah disediakan, tapi ternyata 
di ruangan lain. KPU tidak tahu. Kami juga menunggu, pokoknya ada 
kesalahpahaman, ini masalah kurang komunikasi saja," kata Soemarno.
      Lihat juga:KPUD DKI Klaim Tak Tahu Ahok Sudah Tiba di Arena Rapat Pleno 
Belakangan Soemarno meminta maaf karena telah terjadi miskomunikasi yang 
berakibat pada aksi walk out tersebut. Sumarno mengakui kekeliruan itu karena 
tidak ada staf KPU DKI yang memperhatikan kedatangan para paslon.

"Kami yang keliru, karena seharusnya memang ada staf yang bisa mendeteksi 
kehadiran calon," kata Sumarno. (gil)









Kirim email ke