"Dari semua karya akademik itu, tidak ada satu pun yang memuat nama Mbah Priok. 
Begitu pun dengan dokumen-dokumen sejarah yang merekam keberadaan komunitas 
Hadramaut dan koloni Arab di Nusantara, termasuk karya LWC van den Berg pada 
1886 silam, juga tidak didapati nama Mbah Priok di dalamnya," ungkap Rizal.

 Ahad , 05 March 2017, 17:39 WIB
 Soal Makam Mbah Priok, JJ Rizal Sebut Ahok Kehilangan Akal Sehat 
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/17/03/05/omc89s330-soal-makam-mbah-priok-jj-rizal-sebut-ahok-kehilangan-akal-sehat
 Rep: Ahmad Islamy Jamil/ Red: Bilal Ramadhan
 

 Republika

 
 Makam Mbah Priok
 

 REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejarawan JJ Rizal menilai langkah Gubernur DKI 
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menetapkan Makam Mbah Priok menjadi cagar budaya 
sebagai tindakan yang 'kehilangan akal sehat'. Pasalnya, kebijakan tersebut 
dilakukan Ahok secara sepihak, tanpa melalui rekomendasi dari tim ahli yang 
membidangi soal cagar budaya.
 "Kalau dia (Ahok) akalnya memang sehat, prosedurnya harus melalui tim ahli 
cagar budaya dan benda bersejarah. Harus ada rekomendasinya dulu dari tim itu. 
Tapi ini kan tidak," ujar Rizal kepada Republika.co.id, Ahad (5/3).
 Dia mengatakan, Ahok tidak sekadar menyalahi prosedur saat menetapkan Makam 
Mbah Priok sebagai cagar budaya. Mantan bupati Belitung Timur itu, kata Rizal, 
juga menafikan berbagai kajian ilmiah dan fakta historis tentang sejarah Islam 
di Jakarta, terutama di kawasan Tanjung Priok.
 Dia menjelaskan, sampai saat ini tidak ada satu pun hasil penelitian maupun 
bukti sejarah yang mengungkap tentang sepak terjang Mbah Priok dalam proses 
syiar Islam di Jakarta. Secara historis, dalam jaringan orang yang dianggap 
berjasa mengislamkan tanah Betawi pun, juga tidak tercantum nama Mbah Priok 
alias Habib Hasan al-Hadad.
 Rizal menuturkan, ada banyak karya akademik yang bisa dijadikan sebagai 
referensi dalam menelusuri perkembangan Islam di Jakarta. Beberapa contoh di 
antaranya adalah hasil studi Abdul Aziz (1998) yang mengangkat tajuk 'Islam dan 
Masyarakat Betawi', serta disertasi karya Muhammad Zafar Iqbal (2002) berjudul 
'Islam di Jakarta: Studi Sejarah Islam dan Budaya Betawi'.
 "Dari semua karya akademik itu, tidak ada satu pun yang memuat nama Mbah 
Priok. Begitu pun dengan dokumen-dokumen sejarah yang merekam keberadaan 
komunitas Hadramaut dan koloni Arab di Nusantara, termasuk karya LWC van den 
Berg pada 1886 silam, juga tidak didapati nama Mbah Priok di dalamnya," ungkap 
Rizal.

 


 

 

 

 

Kirim email ke