Kisah Orangtua Murid yang Ijazahnya Ditahan Sekolah karena Pilih Ahok 
http://wartakota.tribunnews.com/2017/03/06/kisah-orangtua-murid-yang-ijazahnya-ditahan-sekolah-karena-pilih-ahok?page=all
 
 Senin, 6 Maret 2017 08:31
 

 C Suhadi dan Bobi Worotikan, relawan Ahok-Djarot, mendatangi MTs Ruhul Islam, 
di kawasan Menteng Wadas, Jakarta Pusat, untuk mengantarkan Alfiyah (50), ibu 
Marwan, alumni sekolah tersebut yang lulus pada 2013, yang ijazahnya belum 
diberikan.

 

 WARTA KOTA, PALMERAH - C Suhadi, anggota relawan Basuki Tjahaja Purnama 
(Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, mendatangi MTs Ruhul Islam di kawasan Menteng 
Wadas, Pasar Rumput, Jakarta Pusat.
 Suhadi mengantarkan Alfiyah (50), ibu Marwan, alumni sekolah tersebut yang 
lulus pada 2013, yang hingga kini ijazahnya belum diberikan. 
 Baca: Ahok Makin Geram saat Kadis Pariwisata DKI Berikan SK Asli Peresmian 
Makam Mbah Priok 
http://wartakota.tribunnews.com/2017/03/04/ahok-makin-geram-saat-kadis-pariwisata-dki-berikan-sk-asli-peresmian-makam-mbah-priok
 Awalnya, Alfiyah mendatangi Balai Kota DKI beberapa waktu lalu, mengadukan 
nasib ijazah anaknya yang sudah empat tahun masih ditahan oknum sekolah. 
 Baca: Siapa Pengganti Sementara Ahok-Djarot Saat Cuti Kampanye? Ini Kata 
Kemendagri 
http://wartakota.tribunnews.com/2017/03/05/siapa-pengganti-sementara-ahok-djarot-saat-cuti-kampanye-ini-kata-kemendagri
 Ia menuturkan, ijazah anaknya ditahan oleh oknum sekolah tersebut, setelah 
Alfiyah ditanya pada Pilkada DKI 2017 pilih siapa.
 "Saya pilih Ahok," jawab Alfiyah kepada oknum sekolah tersebut.
 Secara spontan pula oknum sekolah tersebut mengatakan tidak akan memberikan 
ijazah Marwan karena ibunya memilih Ahok.
 Atas dasar Itulah Alfiyah mengadukan hal ini ke ke Balai Kota DKI.
 Suhadi bersama Bobi Worotikan diberikan tugas dari Relawan Ahok-Djarot untuk 
menyelesaikan kasus ini dengan mendatangi sekolah.
 Sebagai relawan, Suhadi menyesalkan sikap oknum guru yang mengait-ngaitkan 
urusan hak seseorang kepada urusan politik Pilkada DKI Jakarta.
 "Pilihan itu dilindungi oleh undang-undang, sehingga paslon manapun boleh 
dipilih sesuai kehendak pemilih. Tidak boleh ditekan-tekan, ditakut-takuti, 
maupun diintimidasi. Kalau ada hal itu terjadi, kami tidak segan-segan turun ke 
lapangan," kata Suhadi lewat pesan singkat yang diterima, Senin (6/3/2017).
 Dalam kesempatan itu, Suhadi, Bobi, dan Alfiyah diterima oleh Kepala Sekolah 
Ruhul Islam Siti Rosyidah.
 Rosyidah yang baru menjabat kepala sekolah selama tiga tahun, lantas 
berkoordinasi dengan pendahulunya.
 Dari hasil koordinasi itu disepakati Senin hari ini, pihaknya akan memberikan 
Ijazah Alfiyah,
 "Jadi Senin (hari ini) akan kita berikan ijazahnya ya pak, setelah 
administrasinya diselesaikan. Dan memang ijazahnya dibawa oleh kepala sekolah 
sebelum saya," jelas Rosyidah.
 Menurut Rosyidah, Marwan memang masih belum melunasi administrasi sekitar Rp 5 
juta.
 "Hari ini akan kami selesaikan masalah administrasinya, dan tolong ijazahnya 
juga diberikan ke Ibu Alfiyah," pinta Suhadi.
 Mendengar itu Alfiyah pun merasa girang, karena ijazah anaknya yang 
ditunggu-tunggu bakal keluar.
 
 Suhadi juga mengucapkan terima kasihnya kepada pihak sekolah, yang telah 
bekerja sama dengan baik untuk menyelesaikan tertahannya ijazah Marwan 
tersebut. (*)
 

 

Kirim email ke