"Yang jadi masalah itu kan orang tiba-tiba menganggap saya itu musuhnya Islam, 
musuhnya ulama, kan itu (isu) yang dilempar ke lapangan," ujar Ahok.
...
Ahok: Lumayan Juga Dipercaya Hampir 43 Persen Orang Jakarta

Senin, 6 Maret 2017 | 22:21 WIB


KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIBasuki Tjahaja Purnama (Ahok) usai acara serah 
terima nota pengantar tugas PLT (pelaksana tugas) Gubernur DKI Jakarta di Balai 
Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (6/3/2017). Serah terima ini dilakukan 
oleh Sekjen Kemendagri Yuswandi A Temenggung kepada pasangan Gubernur-Wakil 
Gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, 
serta kepada Sumarsono.

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias 
Ahok, bersyukur masih dipercaya masyarakat Jakarta dengan meraih hampir 43 
persen suara pada putaran pertama Pilkada DKI 2017. 

Hal tersebut disampaikan Ahok dalam acara "Satu Meja" yang ditayangkan Kompas 
TV, Senin (6/3/2017) malam. 

Mulanya, Ahok ditanya apakah hasil 42,96 persen yang didapat pada putaran 
pertama sudah sesuai ekspektasi atau tidak. Lalu Ahok menjawab, bahwa ada yang 
menyarankan kepadanya agar membayar jasa konsultan supaya bisa lolos hingga 
putaran kedua pilkada. 

Namun, Ahok mengatakan dia ingin mencoba tanpa menggunakan konsultan. 

"Lalu saya bilang begini, saya justru mau lihat kalau enggak pakai ini-itu, 
dapatnya berapa begitu. Ternyata lumayan juga, dipecaya orang Jakarta masih 40 
(persen), hampir 43 sebenarnya," kata Ahok.

Ahok mengatakan, seluruh partai pendukung bekerja solid, meski tidak semua 
bekerja penuh. Sebab, kerja partai pendukung juga dibatasi dengan keterbatasan 
anggaran. 

Ahok juga tak mau terlalu banyak kegiatan yang malah cenderung tidak efektif. 
Sebenarnya, Ahok merasa yakin warga Jakarta puas dengan kinerjanya. 

"Yang jadi masalah itu kan orang tiba-tiba menganggap saya itu musuhnya Islam, 
musuhnya ulama, kan itu (isu) yang dilempar ke lapangan," ujar Ahok. 

Dalam kesempatan itu, Ahok mengatakan yakin jika tidak ada masalah di tingkat 
kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), partisipasi pemilih di Ibu Kota 
bisa lebih dari 77 persen. 

"Kalau tidak dibatasi orang milih, saya kira bisa nyentuh 80 persen partisipasi 
pemilih," ujar Ahok. 

(Baca: Non-aktif sebagai Gubernur DKI, Ahok Acungkan Dua Jari)

Mantan Bupati Blitung Timur itu menyoroti terbatasnya waktu mencoblos untuk 
pemilih tambahan di atas pukul 12.00 sampai pukul 13.00. Menurut Ahok, ada 
petugas KPPS yang tidak mengerti mengenai aturan ini.

"Ada oknum KPPS yang katanya dia enggak mengerti aturan. Sampai jam 1 (13.00) 
tidak boleh pilih. Itu kan membatasi hak pilih orang sebetulnya," ujar Ahok.

Kirim email ke