Survei LSI Denny JA: Anies-Sandi Kemungkinan Unggul pada Putaran Kedua

Selasa, 7 Maret 2017 | 16:10 WIB

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbarunya. 
Hasil servei itu disampaikan Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby (kanan foto) 
di kantor LSI di Pulogadung, Jakarta Timur. Selasa (7/3/2017)

JAKARTA, KOMPASA.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil 
survei terbarunya soal putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.Dalam survei LSI 
Denny JA tersebut, pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI, Anies 
Baswedan-Sandiaga Uno, diprediksi unggul dari pasangan Basuki Tjahaja Purnama 
(Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, 
menyampaikan, dari 440 responden yang disurvei pada periode 27 Februari sampai 
3 Maret 2017, sebanyak 49,7 persen responden memilih Anies-Sandiaga.Mereka 
diajukan pertanyaan mengenai siapa pasangan calon yang akan dipilih. Sementara 
itu, sebanyak 40,5 persen responden memilih Ahok-Djarot."Yang menjawab rahasia 
atau belum memutuskan, tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 9,8 persen," 
kata Adjie, di kantor LSI Denny JA di Jalan Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur, 
Selasa (7/3/2017).(Baca juga: Alasan Warga Pilih Anies-Sandi Berdasarkan Survei 
Median )Adjie mengatakan, meski Anies-Sandi unggul, selisih elektabilitas 
pasangan nomor pemilihan tiga itu hanya berjarak kurang lebih 9 persen dari 
Ahok-Djarot. Jika data elektabilitas itu dirinci ke dalam segmen pemilih 
penting, pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi saling mengalahkan di sejumlah 
segmen.Ia mencontohkan segmen pemilih Muslim. Menurut dia, dalam segmen ini, 
Anies-Sandi unggul dengan dukungan sebanyak 55,04 persen.Sementara itu, 
Ahok-Djarot memperoleh dukungan 36,02 persen. Namun, dalam segmen pemilih 
non-Muslim, Ahok-Djarot unggul mutlak dengan 86,58 persen, sedangkan 
Anies-Sandi 3,65 persen."Di pemilih yang dikategorikan berdasarkan tingkat 
ekonomi, pasangan Anies-Sandi relatif kuat di pemilih menengah bawah atau yang 
pendapatan rumah tangganya di bawah Rp 3,5 juta per bulan," kata dia."Sementara 
itu, pasangan Ahok-Djarot unggul di tingkat pemilih ekonomi menengah-mapan, 
atau yang pendapatan rumah tangganya di atas Rp 3,5 juta per bulan," ujar 
Adjie.Di segmen pendidikan, lanjut Adjie, hasil survei hampir paralel dengan di 
segmen ekonomi. Mereka yang berpendidikan rendah atau tamat SLTA atau di 
bawahnya, umumnya mendukung Anies-Sandi dibandingkan Ahok-Djarot.Anies-Sandi 
unggul 54,1 persen untuk pemilih lulusan SD atau di bawahnya, sementara 
Ahok-Djarot 34,2 persen.Untuk yang tamat SLTP atau sederajat, Anies Sandi 
memperoleh 62,1 persen, sedangkan Ahok-Djarot 32,8 persen.Sementara itu, 
pemilih yang tamat SLTA, Anies-Sandi unggul lagi dengan 47,2 persen dan 
Ahok-Djarot dengan 42,0 persen.Namun, pasangan Ahok-Djarot unggul di pemilih 
yang pernah kuliah atau di atasnya dengan 51,0 persen, sedangkan Anies-Sandi 
44,0 persen."Ahok-Djarot kuat di pemilih berpendidikan tinggi," ujar 
Adjie.Untuk segmen suku atau etnis, Anies Sandi unggul dari Ahok-Djarot di suku 
Betawi dengan 58,5 persen, sedangkan Ahok-Djarot 30,2 persen.Suku Sunda, 
Anies-Sandi unggul 54,7 persen dan Ahok-Djarot 39,8 persen. Namun, di segmen 
pemilih Jawa, Anies-Sandi unggul meski bersaing dengan Ahok-Djarot dengan 47,6 
persen melawan 42,6 persen."Dan untuk gabungan etnis, ada Tionghoa, Batak, 
Minang, dan lain-lain, Ahok-Djarot memperoleh dukungan sebesar 64,9 persen, 
sedangkan pasangan Anies-Sandi 30,1 persen," ujar Adjie.(Baca juga: Survei 
Median: Tingkat Kepuasan Ahok-Djarot Tinggi, tetapi Tidak Dipilih)Adapun survei 
yang dilakukan pada 27 Februari sampai 3 Maret 2017 terhadap 440 responden di 
dengan cara tatap muka.Metode yang digunakan yakni multistage random sampling, 
dengan margin of error survei ini kurang lebih 4,8 persen. Survei ini dibiayai 
sendiri.

Kirim email ke