Baik Survei LSI Denny JA ataupun survei Median keduanya menunjukkan faktor 
AGAMA akan makin menggebu.
---"Ahok kuat di pemilih yang menilai Ahok tidak menista agama Islam (81,70) 
persen, dan 15,90 persen yang dukung Anies-Sandi. Sementara di pemilih muslim 
yang menyatakan bahwa Ahok menista agama, hanya 7,70 persen yang menyatakan 
memilih Ahok-Djarot, sementara yang dukung pasangan Anies-Sandi sebesar 84,60 
persen," katanya.
...
Inilah Kunci Kemenangan Ahok dan Djarot di Putaran Kedua


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|   |  
Inilah Kunci Kemenangan Ahok dan Djarot di Putaran Kedua
 By Suara.com "Tapi kepuasan terhadap Ahok yang tinggi tidak paralel dengan 
dukungannya. Ini sebuah anomali," katanya.  |   |

  |

  |

 

Siswanto | Nikolaus TolenSelasa, 07 Maret 2017 | 19:20 WIB

Pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat menunggu dimulainya 
Rapat Pleno KPUD DKI Jakarta, Sabtu (4/3) di Jakarta [Suara.com/Ummi Hadyah 
Saleh].


"Tapi kepuasan terhadap Ahok yang tinggi tidak paralel dengan dukungannya. Ini 
sebuah anomali," katanya.

Suara.comĀ - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia Denny JA periode 27 
Februari hingga 3 Maret 2017 menggambarkan elektabilitas pasangan Anies Rasyid 
Baswedan - Sandiaga Uno mencapai 49,7 persen, berada di atas pasangan petahana 
Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang hanya 40,5 persen.Tapi, 
menurut peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, Ahok dan Djarot tetap memiliki 
peluang untuk membalikkan keadaan sekarang. Ada beberapa faktor yang masih 
dapat mendongkrak elektabilitas Ahok dan Djarot."Pertama, tingkat kepuasan 
publik terhadap kinerja Ahok-Djarot masih cukup tinggi, yakni 73,5 persen. 
Hanya 25,2 persen saja yang menyatakan tidak puas," kata Adjie di kantornya, 
Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (7/3/2017).Menurut pengalaman 
hasil survei LSI Denny JA selama ini, kepala daerah yang tingkat kepuasan 
terhadap kinerjanya di atas 70 persen biasanya mampu berlanjut ke kepemimpinan 
periode selanjutnya.Adjie menyontohkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, 
Bupati Kabupaten Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan Bupati Kutai Kertanegara 
Rita Widyasari yang kembali memimpin dua periode setelah tingkat kepuasan 
publik di kepemimpinan periode pertama bagus."Tapi kepuasan terhadap Ahok yang 
tinggi tidak paralel dengan dukungannya. Ini sebuah anomali," katanya.Faktor 
berikutnya yang memperbesar peluang Ahok-Djarot kembali memimpin Jakarta untuk 
periode 2017-2022 yaitu semakin berkurangnya prosentasi pemilih muslim yang 
percaya Ahok menista agama. Saat ini, prosentase pemilih muslim yang percaya 
Ahok menistakan agama sebesar 53,3 persen."Angka tersebut turun dari 65,70 
persen saat survei November 2016. Turunnya sekira 12 persen," kata Adjie.Namun, 
kata Adjie, tidak semua pemilih muslim yang tidak percaya Ahok menistakan agama 
lantas memilih Ahok."Ahok kuat di pemilih yang menilai Ahok tidak menista agama 
Islam (81,70) persen, dan 15,90 persen yang dukung Anies-Sandi. Sementara di 
pemilih muslim yang menyatakan bahwa Ahok menista agama, hanya 7,70 persen yang 
menyatakan memilih Ahok-Djarot, sementara yang dukung pasangan Anies-Sandi 
sebesar 84,60 persen," katanya.Faktor selanjutnya yang membuka peluang 
Ahok-Djarot menang di putaran kedua ialah warga Nahdlatul Ulama yang mayoritas 
mendukung Ahok-Djarot."NU adalah ormas Islam terbesar dengan jumlah yang 
mengasosiasikan diri dekat dengan NU sebesar 30 persen. Artinya dukungan 
pemilih NU cukup menentukan karena populasinya terbesar," kata Adjie.

Kirim email ke