http://regional.kompas.com/read/2017/03/08/13121481/keluarga.ini.hanya.mampu.makan.sekali.sehari.sang.anak.sering.sakit.perut
Keluarga Ini Hanya Mampu Makan Sekali Sehari,
Sang Anak Sering Sakit Perut
Rabu, 8 Maret 2017 | 13:12 WIB
*
*
*
*
<http://regional.kompas.com/read/2017/03/08/13121481/keluarga.ini.hanya.mampu.makan.sekali.sehari.sang.anak.sering.sakit.perut#komentar>
*
<http://regional.kompas.com/read/2017/03/08/13121481/keluarga.ini.hanya.mampu.makan.sekali.sehari.sang.anak.sering.sakit.perut#>
285
Shares
Kontributor Nunukan, Sukoco Kapolsek Nunukan kota Muhammad Sholeh Wahidi
*NUNUKAN <http://indeks.kompas.com/tag/.NUNUKAN>, KOMPAS.com* – Bermula
dari laporan sakit perut, yang diderita siswa PAUD Pendidikan Anak Usia
Dini) di Pasar Baru Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, terkuak bahwa
keluarga Lapala (62), yang tinggal di Bantaran Sungai Bolong ini hanya
bisa makan sehari sekali.
Lapala sendiri saat ini bekerja sebagai TKI di Negara Malaysia
<http://indeks.kompas.com/tag/malaysia>.
”Informasinya kita dapat dari guru PAUD kalau salah satu muridnya sering
sakit perut, ternyata sakitnya karena hanya makan sehari sekali,” ujar
Kapolsek Nunukan Kota Muhammad Sholeh Wahidi Rabu (8/3/2017).
Lapala sendiri diketahui meninggalkan keluarganya di Nunukan untuk
mencari kerja di Malaysia <http://indeks.kompas.com/tag/malaysia>. Hasma
(37) istri Lapala memilih tinggal di Nunukan untuk merawat 8 dari 10
anak yang mereka miliki. Sebanyak 2 anak lainnya dititipkan kepada
neneknya dan salah satu keluarga mereka.
Kesulitan hidup membuat Hasma hanya mampu memberi makan anak-anak mereka
sekali dalam sehari.
”Yang kerja itu anak tertua mereka yang berusia 19 tahun bekerja sebagai
tenaga pemasang terop dan anak mereka yang masih sekolah SMA di kafe,”
ucap Sholeh.
Melalui Polisi Social Responsibility PSR, Kepolisian Sektor Nunukan Kota
kemudian mengulurkan bantuan makanan dan pengurusan BPJS kepada keluarga
tersebut.
Karena meski masuk kategori miskin, keluarga tersebut tidak mendapat
bantuan dari pemerintah daerah untuk mendapatkan BPJS. Apalag beberapa
waktu lalu anak laki laki Hasma yang bekerja sebagai tenga pemasang
terop mengalami kecelakaan.
”Mereka kesulitan biaya berobat karena tidak memiliki kartu BPJS,” ujarnya.
Melalaui Progran PSR tersebut, selain memberikan bantuan kebutuhan
hidup, Kepolisian Sektor Nunukan Kota juga sedang mengupayakan
pengurusan kartu BPJS.
Program BPS Polsek Nunukan Kota juga berusaha membantu keluarga Lapala
dengan mengupayakan modal usaha jualan kecil kecilan sehingga bisa
meringankan beban hidup mereka.
”Kita masih upayakan mereka bisa berjualan kecil kecilan supaya bisa
meringankan beban mereka,” kata Sholeh.
Program PSR Polsek Nunukan Kota sendiri baru berjalan 3 bulan terakhir.
Selain memberikan bantuan sosial dengan kepada warga tidak mampu, PSR
Polsek Nunukan juga memberikan bantuan di bidang pendidikan melalui
program PAUD, Program Polisi sahabat anak, dan pelatihan Polisi cilik di
beberapa sekolah dasar di Nunukan.
Hingga Maret 2017, Program PSR telah membantu upaya pengurusan BPJS
kepada lebih dari 20 warga miskin.
”Kita bantu dari pengurusan sampai pembayaran iuran bulanannya karena
penting sekali bagi warga miskin memiliki kartu BPJS,” sebut Sholeh.
Penulis : Kontributor Nunukan, Sukoco
Editor : Erlangga Djumena
TAG:
* Anak TKI <http://indeks.kompas.com/tag/Anak.TKI>
* TKI <http://indeks.kompas.com/tag/TKI>