Wawancara eksklusif Hary Tanoesoedibjo, rekan bisnis Donald Trump


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|    |  
Wawancara eksklusif Hary Tanoesoedibjo, rekan bisnis Donald Trump - BBC Ind...
 Dari kerjasama bisnis, konflik kepentingan, undangan pelantikan Presiden Trump 
serta ambisi politik Hary Tanoeso...  |   |

  |

  |

 

   
   - 1 jam lalu
KirimImage captionHary Tanoesoedibjo menegaskan hubungannya dengan Donald Trump 
semata-mata hubungan bisnis.100 hari masa jabatan Donald Trump sebagai Presiden 
ke-45 Amerika Serikat jatuh pada 9 Maret.Pebisnis yang menjadi politikus itu 
bekerja sama dengan Hary Tanoesoedibjo di Indonesia membangun hotel Trump. Hary 
Tanoesoedibjo berbicara secara eksklusif dengan Wartawan BBC, Karishma Vaswani, 
tentang hubungan bisnis dan personalnya dengan Trump.
Hubungan dengan Trump
"Itu hubungan bisnis yang normal. Saya memiliki dua proyek besar, satu di Bogor 
dan satu di Bali. Ada hotel dan golf. Kemudian kami juga membangun country 
club, juga villa. Awalnya saat kami mencari partner, kami pikir syarat pertama 
adalah mereka berpengalaman dari hotel ke golf. ""Tidak banyak sebenarnya yang 
seperti itu di dunia sehingga kami harus membuat daftar pendek dan Trump adalah 
salah satunya. Saya kemudian memutuskan memilih Trump karena cocok. Mereka 
membuat keputusan dengan sangat cepat, nyaris tidak ada birokrasi di perusahaan 
itu."   
   - Bagaimana sebenarnya bentuk usaha Trump di Indonesia?
   - Tionghoa dan politik era baru di Indonesia
"Staf saya kemudian berinteraksi dengan manajemen mereka dan akhirnya kami 
membuat perjanjian dengan mereka lalu saya masuk dan saya mulai mengenal 
anak-anaknya. Saya mengenal Eric Trump, Ivanka dan kemudian saya bertemu dengan 
Don Jr. Dan saat kami menandatangani perjanjian, ayah mereka muncul, keluar, 
dan kemudian kami menandatangi perjanjian bersama."Image captionTrump resort di 
Tanah Lot, Bali, seluas 100 hektar."Itu adalah hubungan bisnis yang normal. 
Saya harus menekankan hal tersebut. Sampai sekarang pun masih hubungan bisnis. 
Namun sejak menjadi presiden Amerika Serikat dia tak lagi terlibat dalam bisnis 
jadi saya pada dasarnya berhubungan dengan anak-anaknya, Eric Trump dan Don 
Junior.""Tentu saja tidak ada yang mengira karena itu terjadi jauh sebelum dia 
bahkan memutuskan untuk mencalonkan diri menjadi presiden. Saat dia memutuskan 
untuk mencalonkan diri menjadi presiden situasi menjadi sedikit berbeda, iya. 
Karena dia fokus pada kampanye dan yang lainnya.""Dia tidak terlibat sama 
sekali. Jika anda tanya saat ini apa saya pernah bertemu dengannya, saya 
bertemu dengannya terakhir kali sebelum dia menjadi presiden, sebelum 
pelantikan."Hak atas fotoINSTAGRAM HARY TANOESOEDIBJOImage caption"Saya bertemu 
dengannya terakhir kali sebelum dia menjadi presiden, sebelum pelantikan", kata 
Hary Tanoesoedibjo
Konflik kepentingan
"Tidak ada konflik kepentingan. Konflik kepentingan dapat terjadi jika proyek 
disetujui saat dia menjadi presiden AS. Namun ini terjadi jauh sebelum dia 
bahkan emmutuskan untuk mencalonkan diri menjadi presiden. Lalu kemudian 
dijalankan sesuai rencana. Tidak ada yang berubah, semuanya masih sama. Dan apa 
yang kami diskusikan di awal hingga sekarang masih sesuai rencana. Dia tidak 
terlibat sama sekali. Dan bahkan bagi saya. Saya harus memastikan saya menjaga 
proyek tersebut agar dieksekusi sesuai rencana karena saya harus memastikan 
saya menjaga nama baik semua orang, khsususnya Trump yang adalah presiden AS."
Menghadiri pelantikan Trump
"Itu sebuah pengalaman yang menyenangkan bagi saya karena saya belum pernah 
menghadiri pelantikan di luar Indonesia dan karena saya bukan saja menghadiri 
acara pengambilan sumpah namun juga pesta setelah pelantikan."Hak atas 
fotoINSTAGRAM LILIANA TANOESOEDIBJOImage captionHary Tanoe dan istrinya 
menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Presiden Trump Januari 
laluBekerjasama denganĀ 'presiden anti-Muslim'"Saya pikir saya harus membuatnya 
jelas. Trump tidak melarang Muslim masuk. Dia melarang negaranya. Warga dari 
ketujuh negara tersebut. Saya pikir kita harus sangat jelas akan itu. Tidak ada 
hubungannya dan dampaknya akan apa yang terjadi di sini termasuk proyek kami di 
Indonesia. Hanya antara Amerika dan ketujuh negara tersebut. Mereka memiliki 
pertimbangannya sendiri tentu saja. Jadi tidak ada hubungannya dengan orang 
Muslim."   
   - Mengapa Trump larang warga tujuh negara masuk ke Amerika Serikat?
   - Presiden Trump tandatangani perintah eksekutif baru untuk pendatang
'Donald Trump nya Indonesia'"Dia bukan saja menginspirasi saya namun saya kira 
dia menginspirasi semua orang. Dengan pengalaman yang minim di politik, 
pengalaman yang minim, atau bahkan tidak pernah, di birokrasi, namun dia dapat 
menjadi Presiden AS."Hak atas fotoINSTAGRAM HARY TANOESOEDIBJOImage 
caption"Saya bukan saja menghadiri acara pengambilan sumpah namun juga pesta 
setelah pelantikan", kata Hary Tanoe.
Ambisi politik
"Pada dasarnya saya ingin membangun partai politik yang besar dan kuat yang 
dapat membantu Indonesia menjadi negara maju. Setiap negara pasti ingin menjadi 
negara maju, bukan negara berkembang. Karena dengan menjadi negara maju, anda 
dapat melakukan banyak hal untuk membantu masyarakat."Hak atas fotoGETTY 
IMAGESImage caption"Jika tidak ada yang pas sesuai dengan kriteria saya, saya 
mungkin mempertimbangkan untuk mencalonkan diri menjadi presiden."Calon 
presiden Indonesia?"Saya tidak pernah berkata seperti itu. Untuk menjelaskan 
posisi saya. Saya ingin membangun sebuah partai politik yang dapat membantu 
Indonesia menjadi negara maju, ini sangat penting. Saya prihatin dengan situasi 
negara saya. Inilah mengapa saya membangun partai saya dengan uang saya 
sendiri. Saya tidak pernah meminta donasi, semuanya saya menggunakan uang saya 
sendiri. Dalam jumlah yang sangat yang besar, tidak masalah. Inilah pengabdian 
saya ke negara, itu yang pertama. Kedua, suatu waktu saya berharap Indonesia 
dapat dipimpin oleh seseorang dengan kemampuan memimpin yang kuat karena 
kompleksnya masalah bangsa ini. Dengan integritas yang artinya dia harus sabar 
untuk menyelesaikan masalah negara ini. Tidak memprioritaskan dirinya atau 
komunitasnya. Dan ketiga, seseorang yang mampu untuk muncul dengan solusi bagi 
negara ini karena memiliki banyak masalah. Jadi jika ada orang yang seperti itu 
saya pasti akan mendukung dia. Mendukungnya dengan semua yang dapat saya 
lakukan. Saya dapat berkampanye untuknya dan bahkan saya dapat mendukung secara 
finansial.""Jika tidak ada yang pas sesuai dengan kriteria saya, saya mungkin 
mempertimbangkan untuk mencalonkan diri menjadi presiden. Saya tidak ingin 
berpikir sejauh itu. Namun semuanya dapat dipelajari."

Kirim email ke