Tudingan keras Ruhut ke Anies-Sandi kerap bermain SARA di Pilgub DKI
Jumat, 10 Maret 2017 06:32Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
-
-
-
-
- 1k
- SHARES
Ruhut Sitompul. ©2017 merdeka.com/fikri faqih
Merdeka.com - Putaran dua Pilgub DKI mulai memanas sejak kampanye resmi dibuka
KPU pada Selasa (7/3) kemarin. Sindiran pedas kian kental terasa dilakukan dua
kandidat gubernur dan wakil gubernur maupun tim sukses antar masing-masing
pasangan.
Sindiran pertama dilakukan pasangan Anies Rasyid Baswedan- Sandiaga Salahuddin
Uno terhadap calon petahana Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat
terkait masalah tawuran di ibu kota. Anies menilai masalah tawuran merupakan
tanggung jawab Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Anies awalnya enggan berkomentar terkait peristiwa itu. Namun awak media pun
mendesaknya untuk menghadirkan solusi mengatasi itu. Anies akhirnya menjawab.
Dia mengatakan, tawuran terjadi karena warga tak memiliki kesibukan alias
pengangguran.
"Ketika kita memiliki kesibukan maka kita akan konsentrasi pada kesibukan itu.
Karenanya pengangguran itu menjadi latar belakang yang membuat berbagai masalah
muncul. Jadi bukan hanya tawuran," kata Anies.
Anies juga menyindir tim sukses Ahok-Djarot yang menyatakan pasangan petahana
akan mengembalikan ingatan warga mengenai kinerja keduanya selama dua tahun
menjabat di Jakarta. Survei di Median menunjukkan 73,5 persen warga Jakarta
puas dengan kinerja petahana.
Menurut Anies, kepuasan warga DKI itu merupakan program Pemprov DKI yang minim
terobosan. Anies mengklaim tingkat kepuasan warga Jakarta akan lebih tinggi
bila menjalankan berbagai terobosan baru di Jakarta.
"Wong program terobosan minim saja 70 persen puas," kata Anies di rumahnya,
Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (8/3).
Sindiran Anies itu ditanggapi keras timses Ahok-Djarot. Juru bicara pasangan
Ahok Djarot, Ruhut Sitompul menyinggung pasangan Anies-Sandi yang kerap membawa
isu agama saat melakukan kampanye.
"Kalau kau mau kampanye seperti Anies ngatain agama kita enggak gitu bos. Kita
penuh dengan kesantunan, lihat karya nyata," kata Ruhut saat dihubungi,
Jakarta, Kamis (8/3).
Ruhut juga membantah bila Ahok-Djarot belum melakukan kampanye memasuki hari
ketiga masa kampanye. Menurutnya, kampanye tidak selalu harus dipertontonkan ke
media dan terpenting tim pemenangan dan Ahok-Djarot terus bekerja keras
memenangkan pilkada.
Politikus Demokrat ini bahkan menuding hasil dua lembaga survei mengenai
elektabilitas Ahok-Djarot merupakan efek kampanye SARA yang kerap dilakukan
Anies-Sandi. Dari hasil lembaga survei Median dan LSI Denny JA, elektabilitas
pasangan Ahok-Djarot berada di bawah Anies-Sandi.
"Kita mengalir saja. Kita enggak lain di mulut lain di hati. Kita fakta kok.
Kalau mereka kan enggak, ada SARA enggak ada SARA, tapi setiap hari kerjanya
SARA," kata Ruhut.
Meski kalah di survei, Ruhut mengaku pihaknya akan terus bekerja untuk
memenangkan Ahok-Djarot di Pilgub DKI putaran II nanti. Sebab, dirinya yakin
bakal membawa pasangan nomor urut 2 itu unggul dari pesaingnya.
"Kami senang kok liat survei itu, enggak ada masalah. Kita mengalir, kau tunggu
nanti kita menang," tegasnya.
Ruhut menambahkan, timnya akan bekerja dengan cara elegan dan tidak akan
menjatuhkan pasangan lainnya. Baik tim atau Ahok-Djarot akan memperlihatkan
bukti bukan janji.
"Kita enggak mau kampanye seperti itu. Kita elegan enggak mau jelek-jelekan,
kita bukan pencitraan," ucapnya. "Kita memberikan bukti. Bukti yang sudah baik
kita bikin lebih baik. Istilah kawan saya, marilah kami didukung oleh orang
cerdas," kata Ruhut.
Anies membantah tudingan Ruhut tersebut. Anies mengatakan, tak pernah melakukan
SARA sebab dalam setiap kampanyenya selalu fokus pada penajaman visi misi dan
program kerja.
"Alhamdulillah kampanye kita selalu konsentrasi pada lapangan pekerjaan,
pendidikan dan juga kebutuhan pokok," kata Anies di Gedung Dewan Dakwah,
Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (9/3).
Anies pun menegaskan kalau dirinya hanya fokus pada pesan-pesan politik yang
demikian tanpa mengaitkan isu-isu seperti yang dituduhkan Ruhut. "Kita akan
terus pada pesan-pesan itu. Menurut saya kita fokus terhadap itu saja,"
pungkasnya. [gil]