From: Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45]
Sent: Friday, March 10, 2017 11:38 PM
Goenawan Mohammad Klarifikasi Laporan Dugaan Korupsi Anies
Goenawan Mohammad Klarifikasi Laporan Dugaan Korupsi Anies
Menurut Goenawan, Anies tidak terlibat dalam penentuan
anggaran Frankfurt Book Fair. Anggaran itu ditetapkan ole...
< /td>
Muhammad Andika Putra & Wishnugroho Akbar, CNN IndonesiaJumat, 10/03/2017 17:47
WIB
Mantan Ketua Komite Nasional acara Festival Buku Frankfurt 2015 Goenawan
Mohammad. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Komite Nasional untuk acara Pameran Buku
Frankfurt atau Frankfurt Book Fair Goenawan Mohammad mengklarifikasi dugaan
penyelewengan uang negara yang diduga dilakukan mantan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Anies Baswedan.
Anies, seperti dilaporkan Direktur Government Again st Corruption and
Discrimination (GACD) Andar Situmorang ke KPK, diduga menyelewengkan dana
setidaknya Rp146 miliar untuk pameran buku yang digelar pada 13-18 Oktober 2015.
Goenawan menyebut laporan GACD ke KPK tidak tepat sasaran. Seharusnya, kata
Goenawan, dirinya lebih pantas dilaporkan karena kapasitasnya sebagai Ketua
Komite.
Lihat juga:Anies Baswedan Diadukan ke KPK soal Dana Frankfurt Book Fair
"Saya adalah Ketua Komite Nasional untuk acara besar selama 2014-2015 di
Frankfurt, Leipzig, Bologna dan London itu. Maka jika ada yang perlu dilaporkan
ke KPK, itu adalah saya, bukan Anies Baswedan," Goenawan menulis akun Facebook
miliknya, Jumat (10/3) sekitar pukul 16.00 WIB.
"Bukan karena saya mau pasang badan buat Anies, yang bukan pilihan saya untuk
pilkada kali ini. Tapi karena tak adil bagi dia," Goenawan melanjutkan.
Pendiri majalah Tempo itu juga menjelaskan, keputusan Indonesia untuk bersedia
diminta menjadi "negeri kehormatan" atau tamu kehormatan ditandatangani bukan
oleh Anies Baswedan, melainkan oleh Menteri sebelumnya, Mohammad Nuh.
"Juga besarnya anggaran disiapkan dan diajukan di masa Moh. Nuh. Anies
melanjutkan agenda ini, dan saya senang bekerja bersama dia: saya memimpin tim
profesional, dia aparat Kementerian."
Lihat juga:Dilaporkan ke Bawaslu, Anies Bantah Programnya Tawarkan Uang
Goenawan mengaitkan laporan dugaan korupsi Anies dengan Pilkada DKI Jakarta.
Anies adalah calon gubernur DKI Jakarta yang berpasangan dengan Sandiaga Uno.
Anies-Sandi diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera. Mereka
bersaing dengan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.
"Bahwa sampai ada orang melapor hal ini, tanpa menelaah kejadiannya lebih dulu,
membuat saya sedih dengan pilkada ini. Siasat fitnah dan kabar bohong yang dulu
diarahkan ke Capres Jokowi kini ditujukan ke Anies, dan sebelumnya ke Ahok,
yang karena fitnah harus diproses di pengadilan," ujar Goenawan.
Hal yang dialami oleh Anies saat ini, menurut Goenawan, merupakan bagian dari
praktik kebencian terkait Pilkada. Ia khawatir praktik kebencian yang terus
berlanjut akan merusak proses demokrasi di Indonesia.
"Jika fitnah dan kebencian diteruskan, apa lagi dengan mengobarkan sentimen
agama dan etnis, sehabis ini kehidupan politik macam apa yang akan menyertai
kita? Luka hati. Perpanjangan saling curiga. Dan kepercayaan yang rusak berat
ke pada proses demokrasi," kata Goenawan.
Lihat juga:Anies Terbelit Program Rp1 Miliar dan Kampanye di Masjid
Sementara itu, Sandi yakin pasangannya tidak menyelewengkan dana. "Saya yakin
mas Anies tidak bersalah. Dia (pernah jadi) ketua komite etik KPK," kata Sandi.
Sandi mendorong KPK menindaklanjuti laporan Andar Situmorang. Menurut Sandi,
tindak lanjut sebaiknya dilakukan dengan cepat mumpung waktu pencoblosan masih
lama, 19 April.
Proses hukum, kata sandi, bisa memperjelas status seorang yang masih diuga. Ia
yakin dengan proses hukum di KPK akan membuktikan Anies bersih dari korupsi.
"Yang jelas dalam politik harus siap menghadapi hukum. Mungkin dipas-paskan
waktunya, enggak boleh suudzon. Mungkin ini cara masyarakat memastikan
pemimpinnya bersih," kata Sandi. (rdk)