Sabtu 11 Mar 2017, 11:45 WIB
 Anies Dilaporkan ke KPK, GM Jelaskan soal Frankfurt Book Fair 
https://news.detik.com/berita/d-3444270/anies-dilaporkan-ke-kpk-gm-jelaskan-soal-frankfurt-book-fair
 
 Herianto Batubara - detikNews
 

 Goenawan Mohamad (Foto: dok. Komite Nasional Indonesia untuk Tamu Kehormatan 
FBF 2015)

 

 Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dilaporkan ke KPK atas dugaan 
penyimpangan penggunaan dana di pameran Frankfurt Book Fair 2015. Goenawan 
Mohamad, yang saat itu menjabat Ketua Komite Nasional Frankfurt Book Fair 2015, 
pun angkat bicara terkait event tersebut.

Goenawan memberi keterangan lewat akun Facebook pribadinya. Dia juga memberi 
penjelasan lewat akun Twitter-nya @gm_gm yang terverifikasi seperti dilihat 
detikcom, Sabtu (11/3/2017).

Baca Juga: Anies Dilaporkan ke KPK soal Penyimpangan Pameran Buku Frankfurt 
https://news.detik.com/read/2017/03/10/112027/3443387/10/anies-dilaporkan-ke-kpk-soal-penyimpangan-pameran-buku-frankfurt

Dikatakan Goenawan, jika memang pameran Frankfurt Book Fair 2015 itu dinilai 
ada dugaan penyimpangan dana, orang yang seharusnya dilaporkan ke KPK adalah 
dirinya, bukan Anies.

"Bukan karena saya mau pasang badan buat Anies, yang bukan pilihan saya untuk 
pilkada kali ini. Tapi karena tak adil bagi dia," tulis Goenawan. Berikut 
penjelasan lengkap dia:

Soal Frankfurt Book Fair

Hari-hari ini, saya dengar ada orang yang melaporkan Anies Baswedan ke KPK 
dengan tuduhan korupsi ketika Indonesia hadir sebagai "negeri kehormatan" di 
Frankfurt International Book Fair.

Saya adalah Ketua Komite Nasional untuk acara besar selama 2014-2015 di 
Frankfurt, Leipzig, Bologna dan London itu. Maka jika ada yang perlu dilaporkan 
ke KPK, itu adalah saya, bukan Anies Baswedan. Bukan karena saya mau pasang 
badan buat Anies, yang bukan pilihan saya untuk pilkada kali ini. Tapi karena 
tak adil bagi dia.

Keputusan Indonesia untuk bersedia diminta jadi "negeri kehormatan" 
ditandatangani bukan oleh Anies Baswedan, melainkan oleh Menteri sebelumnya, 
Moh. Nuh. Juga besarnya anggaran disiapkan dan diajukan di masa Moh. Nuh.

Anies melanjutkan agenda ini, dan saya senang bekerja bersama dia: saya 
memimpin team profesional, dia aparat Kementerian. Hasilnya bisa dilihat dari 
kesaksian dan liputan media terkemuka Jerman.

Bahwa sampai ada orang melapor hal ini, tanpa menelaah kejadiannya lebih dulu, 
membuat saya sedih dengan pilkada ini. Siasat fitnah dan kabar bohong yang dulu 
diarahkan ke Capres Jokowi kini ditujukan ke Anies -- dan sebelumnya ke Ahok, 
yang karena fitnah harus diproses di pengadilan. Bahkan hari ini Ahok difitnah 
ikut terima suap dalam kasus E-KTP.

Saya sedih dengan pilkada ini. Begitu banyak kebencian dilontarkan, tak mau 
tahu bahwa ini hanya cara memilih orang yang kita kontrak untuk mengurus kota 
selama paling lama lima tahun.

Jika fitnah dan kebencian diteruskan, apa lagi dengan mengobarkan sentimen 
agama dan etnis, sehabis ini kehidupan politik macam apa yang akan menyertai 
kita?

Luka hati. Perpanjangan saling curiga. Dan kepercayaan yang rusak berat kepada 
proses demokrasi.

Goenawan Mohamad 
(hri/tor)

 

 

Kirim email ke