Memaksa satu keluarga PILIH ANIES. Apa tindakan Polisi, Bawaslu ??

 ANIES BASWEDAN, INGATLAH GARA-GARA KAMU, TIDAK ADA TETANGGA HADIR MELAYAT
KELUARGA IBU HINDUN

Semula saya menganggap seruan yang disebarkan melalui berbagai spanduk
tentang pengharaman menshalatkan jenazah pendukung Ahok sebagai dagelan
rendahan.

Semula saya menduga itu hanyalah bagian dari kampanye anti-Ahok yang tak
akan ada juga yang menjalankannya.

Semula saya menduga, masyarakat tidak akan sebodoh itu untuk percaya.

Kini saya, sadar bahwa ini bukan sekadar dagelan. Ini adalah kejahatan.

Kini saya sadar, kubu Anti-Ahok akan melakukan apapun, termasuk menteror
warga biasa yang tidak mendukung Anies.

Ini adalah bentuk penyebaran kebencian yang memang menghancurkan bangsa.

Seorang nenek bernama Hindun binti Raisman (78 tahun) meninggal Selasa, 7
Maret lalu.

Musholla di sekitar tempat tinggalnya di daerah Karet Setiabudi menolak
untuk menshalatkan jenazahnya karena nenek itu memilih Ahok pada Pilkada
bulan lalu.

Menurut anaknya, Neneng, ibunya itu memang secara terbuka menyatakan
mencobolos nomor 2 dalam Pilkada.

Ustadz di kampung itu menolak menshalatkan almarhumah di mushalla yang
jaraknya hanya beberapa meter dari rumah Hindun.

Akhirnya almarhumah dishalatkan di rumah. Itu pun tanpa kehadiran para
tetangga yang menyatakan tak sudi ikut mensholati pendukung Ahok.

Ini semua memang tak akan menghambat perjalanan Bu Hindun menemui Sang
Pencipta di surga.

Tapi apa yang dilakukan pada keluarganya, sungguh JAHAT.

Anies Baswedan, Anda harus hentikan ini semua.

Bu Hindun tidak dimakamkan secara terhormat karena para pendukung Anda
berusaha mati-matian memenangkan Anda.

Ini adalah perbuatan terkutuk, keji dan bodoh.

Anda memang tidak menginstruksikannya.

Tapi Anda bisa menghentikannya.

Serukan pada pendukung Anda, untuk berhenti melakukan teror ini.

Kalau Anda bungkam, Anda memang sama rendahnya  dengan ustadz  tetangga bu
Hindun itu.

~ Ade Armando ~

https://www.google.co.id/amp/www.tabloidbintang.com/
articles/amp/berita/Peristiwa/62477-jenazah-nenek-78-tahun-
ini-dilarang-dishalatkan-di-mushala-karena-semasa-hidup-mendukung-ahok

Kirim email ke