Program Ahok-Djarot untuk Perempuan dan Anak 
http://www.tribunnews.com/metropolitan/2017/03/11/program-ahok-djarot-untuk-perempuan-dan-anak
 Sabtu, 11 Maret 2017 20:25 WIB

 

 Calon Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berbicara kepada pers 
di salah satu mal kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/3/2017). 

 

 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok 
dan Djarot Saiful Hidayat kerap menegaskan sudah menjalankan program 
perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan selama keduanya menjabat.
 Ahok, misalnya, mengatakan, program perlindungan anak yang sudah ia wujudkan 
itu termasuk ruang publik terpadu ramah anak atau RPTRA 
http://www.tribunnews.com/tag/rptra.
 "Sekarang sudah ada pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak, 
kita sampai ada rumah perlindungan. Termasuk kita bangun RPTRA 
http://www.tribunnews.com/tag/rptra tuh itu fungsinya (melindungi perempuan dan 
anak)," ujar Ahok, Februari lalu.
 Berikut Beberapa hal yang disebut telah dilakukan Ahok-Djarot 
http://www.tribunnews.com/tag/ahok-djarot terkait upaya perlindungan terhadap 
perempuan:
 1. Pemenuhan hak atas kesehatan; Kartu Jakarta Sehat (KJS) merupakan kebijakan 
terobosan untuk perlindungan kesehatan reproduksi perempuan di Jakarta.
 Dilengkapi dengan fasilitas gratis untuk biaya melahirkan KJS hadir sebagai 
model perlindungan perempuan yang komprehensif. Ditambah dengan program Periksa 
papSmear dan kanker serviks gratis hasil kerja bareng Dinas terkait.
 2. Pemenuhan hak atas pendidikan; Hadirnya Kartu Jakarta Pintar (KJP) sangat 
meringakan beban perempuan. Yang lebih konrkit lagi adalah memberikan 
kesempatan belajar lebih panjang buat anak-anak perempuan. Ini bagian 
berstrategi mengurangi angka perkawinan anak di Indonesia.
 3. Pemenuhan akan hak atas layanan publik yang murah. Mulai dari mengupayakan 
bus khusus perempuan lebih banyak. Memberikan lampu-lampu penerangan pada 
jalan-jalan yang rawan kejahatan hingga pengurusan KTP dan Surat Akte Kelahiran 
yang cepat dan tepat. 
 4. Keberpihakan pada disabilitas dan lansia dan kelompok terpinggir. Layanan 
bus transjakarta untuk disabilitas pertama di Indonesia.
 5. Penguatan kohesi sosial di masyarakat. Dibangunnya RPTRA 
http://www.tribunnews.com/tag/rptra di 188 titik di Jakarta berfungsi bukan 
hanya sebagai tempat menikmati waktu luang, tetapi ini upaya memperbesar ruang 
interaksi warga Jakarta agar kontrol sosial tinggi. Juga supaya generasi muda 
dan tua bertemu. Agar anak punya tempat bermain dan orang tua bisa mengawasi 
sambil juga ngobrol akrab dengan tetangga.
 
 RPTRA wujud nyata Ahok Djarot untuk menciptakan lingkungan Jakarta yang peduli 
satu dengan yang lain. Ini pondasi kuat buat penurunan angka kekerasan terhadap 
perempuan dan anak, termasuk mencegah sejak dini masuknya radikalisme. (*)
 

Kirim email ke