Orang seperti Chan tidak akan tertarik mendengarkan suara massa seperti ini. Tak terkilas di otaknya orang-orang yang dengan sadar turut serta dalam manifestasi menentang pembangunan pipeline di Dakota sama sekali tidak memikirkan "Duit" untuk bergerak, untuk melawan ketidak adilan, melawan proyek-proyek korporasi/konglomerat yang mematikan kehidupan manusia. Dan mereka tidak mau menjilat atau mengemis kepada pengpengkong penguasa, pengusaha konglomerat). Untuk perjuangan, mereka tidak menantikan dana atau kebaikan hati dari para multinasional. Pasti tak terpikirkan oleh Chan bahwa manifestasi ini terjadi di AS, negara kapitalis paling developed and industrialized dan juga kekuatan imperialis nomer 1. Bisa nggak Chan menjelaskan: bagaimana mungkin di negara yang perkembangan kapitalisnya sudah begitu tinggi (Chan mendorong kita semua untuk dukung kapitalisme untuk mencapai kemakmuran bersama ) , kok rakyatnya masih harus berdemo menentang ketidak-adilan, kesewenang-wenangan polisi, pengangguran, kemiskinan, rasisme, pelanggaran HAM etc. Lantas bagaimana Chan akan meyakinkan rakyat Indonesia supaya mengambil jalan kapitalisme sebagai hari depannya, kalau di AS saja, yang perkembangan kapitalisnya sudah begitu tinggi, toh tidak bebas dari semua ketimpangan dan ketidak adilan yang sekarangpun dialami di Indonesia.Kalau Chan sungguh-sungguh ingin keluar dari tempurungnya, dia harus mencernakan semua komentar orang-orang yang turut serta dalam manifestasi. Yang menarik, ada peserta demo yang bilang, kita bisa menang dan bisa kalah dalam perjuangan ini. Tapi itu tidak apa-apa. Ini baru permulaan. We have to keep fighting!!! Saya tambahkan, walaupun kita tidak punya DUIT, WE GO ON FIGHTING!!! Inilah pandangan massa dari perspektif rakyat, bukan perspektif konglomerat. Konglomerat bukan rakyat!! Jangan mencampur adukkan rakyat dengan konglomerat! Native Nations STORM Front Of White House
| | | | | | | | | | | Native Nations STORM Front Of White House Jordan Chariton reports live from the Native Nations March on Washington DC. | | | |
