http://www.antaranews.com/berita/617506/belanda-dan-turki-tegang-menlu-turki-dilarang-masuk-belanda
*Belanda dan Turki tegang, menlu Turki dilarang
*
*masuk Belanda*
Minggu, 12 Maret 2017 03:56 WIB | 687 Views
Belanda dan Turki tegang, menlu Turki dilarang masuk Belanda
Bendera Turki (REUTERS/Murad Sezer)
Ankara/Rotterdam (ANTARA News) - Belanda melarang Menteri Luar Negeri
Turki Mevlut Cavusoglu mendarat di Rotterdam setelah hubungan kedua
negara tegang menyusul pernyataan Presiden Tayyip Erdogan bahwa Belanda
adalah peninggalan Nazi.
Insiden luar biasa itu terjadi beberapa jam setelah Mevlut Cavusoglu
menyatakan akan terbang ke Rotterdam kendati dilarang Belanda karena
dukungannya atas pembersihan kekuasaan yang dilakukan Erdogan. Eropa,
kata dia, harus mengakhiri prilaku nge-bos-nya.
Cavusoglu yang juga dilarang di Hamburg untuk berbicara di konsulat
Turki pekan lalu, menuduh Belanda memperlakukan warga Turki di Belanda
seperti tawanan dengan mengasingkannya dari Ankara.
"Saya mengirim mereka untuk memberikan kontribusi bagi perekonomian
Anda. Mereka bukan tawanan," kata dua kepada CNN Turki.
Cavusoglu mengancam menerapkan sanksi ekonomi dan politik yang keras
jika Belanda menolaknya masuk.
Sementara itu tokoh sayap kanan Belanda yang anti-muslim, Geert Wilders,
mencuit, "Bagi orang Turki di Belanda yang sepemandangan dengan Erdogan:
Pulanglah ke Turki dan jangan pernah kembali."
Sedangkan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan negaranya tidak
akan pernah bernegosiasi dengan Turki jika di bawah ancaman seperti itu.
Sebaliknya Erdogan, di depan pendukugnya, balas berkata, "Dengar ya
Belanda...Kalian boleh membatalkan penerbangan menteri luar negeri kami
sesering yang kalian mau, tapi camkan juga bagaimanan nasib penerbangan
kalian ke Turki."
"Mereka tidak tahu diplomasi atau politik. Mereka peninggalan Nazi.
Mereka fasis," kata Erdogan.
Rutte marah Belanda disamakan dengan Nazi dan fasis yang disebutnya
"pernyataan yang gila". "Saya paham mereka marah tetapi yang satu ini
sudah di luar batas," kata Rutte.
Erdogan marah atas kritik Barat terhadap rangkaian pembersihan politik
di dalam negerinya terhadap anasis-anasir yang dinggap terlibat dalam
kudeta gagal tahun lalu.
Sementara itu Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan akan berbuat apa
saja untuk mencegah meluapnya ketegangan politik Turki ke dalam negeri
Jerman.
Empat penerbangan Turki ke Austria dan satu ke Swiss juga dibatalkan,
demikian Reuters.
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2017