Memfitnah NU Seolah Mendukung PKI,

Alfian Tanjung Akan Dikepung Jika Masuk Cianjur

Admin: Duta Islam

Dimuat: Senin, 06 Maret 2017

http://www.dutaislam.com/2017/03/memfitnah-nu-seolah-mendukung-pki-alfian-tanjung-akan-dikepung-jika-masuk-ke-cianjur.html?m=1

     
      Pamflet Tabligh Akbar Konsorsium dan Surat Keberatan NU Cianjur
     

DutaIslam.Com - Tabligh Akbar yang diadakan oleh Konsorsium Ormas Islam Plus di 
Masjid Agung Cianjur, Jawa Barat pada 21 Februari 2017, berbuntut panjang. 
Pasalnya, acara bertajuk "Selamatkan Umat Islam dari Komunis" yang 
mengahadirkan Alfian Tanjung itu berisi ujaran kebencian kepada Nahdlatul Ulama 
(NU).

Menurut keterangan yang didapatkan Dutaislam.com langsung dari Ketua PCNU 
Kabupaten Cianjur, KH M Choirul Anam MZD, dalam ceramah tersebut, Alfian 
Tanjung menggunakan pembelokan opini sehingga NU dianggap pendukung gerakan 
kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) gaya baru.

Isi ceramah menurut Kiai Anam intinya begini, "presiden kita yang ketujuh itu 
benar-benar komunis. Ciri-ciri komunis itu membuat kebijakan sepihak, misalnya 
penetapan hari Buruh, hari Pancasila 1 Juni, dan hari Santri. Ini yang tidak 
berdasar," kata Kiai Anam kepad Dutaislam.com, Senin (06/03/2017).

Alfian Tanjung tambah ngawur dengan menyatakan kalau menyatunya NU dalam 
gerakan Nasakom (Nasionalisme, Agama dan Komunisme) ala Soekarno adalah dalil 
bahwa dari dulu NU itu sudah bekerjasama dengan komunis. Ia mengatakan itu 
tanpa menerangkan sejarah pembasmian PKI oleh NU dan Ansor.

"Nah, salah satu contoh gerakan PKI gaya baru yang di back up oleh NU itu 
adalah refleksi hari lahir PKI ke-90 yang yang diselenggarakan oleh PCNU 
Kendal," begitu kata Kiai Anam menirukan inti fitnah keji Alfian Tanjung kepada 
jamaah NU yang rata-rata Muslimat NU itu.

Menurut Alfian Tanjung, NU mendukung gerakan PKI. "Nasakom gaya baru itu 
menurut Alfian Tanjung adalah PDIP sebagai PKI nya, sementara agamanya itu PKB 
karena PKB adalah basisnya NU," tandas Kiai Anam yang asli Malang tersebut.

Marasa difitnah atas provokasi Alfian Tanjung, Pengurus NU Cabang Cianjur 
mengajukan surat keberatan kepada MUI Kabupaten Cianjur. Dalam Surat bernomor 
407/PC/A-1/D-06/II/2017 itu, Alfian Tanjung disebut telah melakukan provokasi 
kepada jamaah seolah-olah NU Pendukung Gerakan Kebangkitan PKI.



Kutipan Gus Mus: “Janganlah setan terang-terangan engkau laknati, dan diam-diam 
engkau ikuti!” 


NU Cianjur juga memohon kepada penyelenggara acara, yakni Ahmad Yani agar 
legowo mengundurkan diri dari Sekeretaris MUI Cianjur. Jika tidak, maka 
pengurus NU yang menjabat pengurus MUI Cianjur akan mengundurkan diri.

Menurut Ketua Tanfidziyah PCNU Cianjur, KH M Choirul Anam MZD, ceramah Alfian 
Tanjung telah mengakibatkan banyaknya jamaah ibu-ibu Muslimat NU ikut terhasut 
tanpa tabayun.

"Laporan di empat kecamatan; Cipanas, Pacet, Cianjur Kota dan Cibeber, ibu-ibu 
Muslimat tidak mau lagi mengenakan seragam Muslimat karena takut dituduh PKI," 
terang Kiai Anam kepada Dutaislam. Itulah yang disebut Kiai Anam membuat NU 
marah. "Coba Alfian Tanjung datang ke Cianjur, saya kepung itu," tegasnya.

Dulu, terang Kiai Anam, kalau mengadakan pengajian, konsorsium mengirimkan 
muballigh masing-masing ormas. "Pak Hasyim Mudazi dulu juga pernah turun, 
sekjend Persis, sekjend Muhammadiyah juga turun. Enak jaga ukuwah. Belakangan 
ini muballihnya dari luar. Yang kemarin NU tidak diajak berembug apalagi 
diundang tapi isinya menyerang NU," imbuhnya. [dutaislam.com/ ab]


Kirim email ke