Bukan di Indonesia saja terjadi kriminalisasi terhadap kaum tani dan massa 
terhisap yang bangkit melawan perusahaan pertambangan asing. Dan juga bukan di 
India saja. Di banyak negeri AL praktek negara pengabdi kepada modal asing sama 
dengan di Indonesia dan India. Ini termasuk sikon masa kini, bukan? Menghadapi 
sikon seperti ini, apakah rakyat disuruh mendukung status quo???
ILPS Mengutuk  Hukuman Tidak Adil terhadap Prof. GN Saibaba

                           Prof. Jose MariaSison

          Ketua LigaInternasional Perjuangan Rakyat (ILPS)

                                   8 Maret 2017


 
Liga Internasional Perjuangan Rakyat (ILPS)mengutuk  dengan keras keputusanyang 
 sangat tidak normal dan hukumanseumur hidup kepada Profesor GN Saibaba, Hem 
Mishra, Prashant Rahi, MaheshTirki dan Pandu Narote karena diduga berhubungan 
dengan Maois India.  ILPS bersatu dengan semua kekuatan progresifdi India dan  
seluruh dunia untukmenuntut supaya   GN Saibaba dan tahananpolitik lainnya 
dibebaskan. 


 
Satu-satunya kejahatan yang dilakukanGN Saibaba adalah telah dengan konsisten 
membela hak-hak kaum Dalit, kaum Adivasisdan massa  terhisap dan tertindas 
diIndia. Dia juga telah berada di garis depan dalam kampanye menentang 
perangbrutal  counter-insurgency yang disebutOperasi Pemburuan Hijau di India 
Tengah.


Perang kontra-pemberontakan ini terusdilancarkan Negara India terhadap kaum 
adivasis yang telah bangkit untukmelawan operasi perusahaan tambang asing yang 
tidak memiliki kepedulian apapunterhadap kehancuran lingkungan sebagai akibat 
dari operasinya. Kaum adivasistelah menemukan kaum Maois India  sebagaisekutu 
yang kuat dan dapat diandalkan dalam  perjuangan mereka untuk mempertahankan 
tanah danmata pencaharian mereka.

Pemerintah India telah mengerahkansekitar 100.000 pasukan militer dalam perang  
terhadap kaum adivasis dan Maois India. AStelah mengijinkan satelit 
mata-matanya  digunakan dalam Operasi Green Hunt.


GN Saibaba sebelumnya sudah dipenjaraselama 14 bulan di Penjara Central Nagpur 
dan  kondisi kesehatannya memburuk. Selamadipenjara itulah tangan kirinya 
lumpuh dan masalah jantung dan tulang belakangmenjadi lebih buruk . Karena itu, 
Pengadilan Tinggi Bombay berdasarkan padaalasan medis telah memerintahkan 
supaya ia dibebaskan untuk sementara denganjaminan.

Tapi kemudian ia diserahkan kembalike Penjara Nagpur Central dengan cara tidak 
normal di luar peraturan. Ia diserahkanketika pengadilan sedang berlibur musim 
dingin hal mana  tidak memungkinkan para pendukungnya untukmenolak perintah itu.


Kami berseru kepada semua organisasianggota ILPS seluruh dunia untuk memprotes 
keputusan dan hukuman yang tidakadil terhadap GN Saibaba dan rekan-rekan 
terdakwa lainnya dan menuntutpembebasan mereka tanpa syarat dari penjara 
melalui pernyataan kutukan dan aksimassa di depan perwakilan resmi India di 
luar negeri. Kami juga menuntut pembebasanseluruh tahanan politik yang 
dipenjara di India.




 

Kirim email ke