Kata kubu Anies soal jenazah nenek Hindun disalatkan di rumah 
https://www.merdeka.com/politik/kata-kubu-anies-soal-jenazah-nenek-hindun-disalatkan-di-rumah.html
 Minggu, 12 Maret 2017 19:08Reporter : Randy Ferdi Firdaus 
https://www.merdeka.com/reporter/randy-ferdi-firdaus/
 
https://facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2Fpolitik%2Fkata-kubu-anies-soal-jenazah-nenek-hindun-disalatkan-di-rumah.html
  
https://twitter.com/share?text=Kata%20kubu%20Anies%20soal%20jenazah%20nenek%20Hindun%20disalatkan%20di%20rumah%20%7C%20merdeka.com&url=http%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2Fpolitik%2Fkata-kubu-anies-soal-jenazah-nenek-hindun-disalatkan-di-rumah.html&via=merdekadotcom
  
https://plus.google.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2Fpolitik%2Fkata-kubu-anies-soal-jenazah-nenek-hindun-disalatkan-di-rumah.html
  1.8k SHARES



 Anies-Sandi di DPP Gerindra. ©2017 merdeka.com/arie basuki

 
 Merdeka.com - Tim Sukses pasangan calon Anies Baswedan 
https://www.merdeka.com/tag/a/anies-baswedan/- Sandiaga Uno 
https://www.merdeka.com/tag/s/sandiaga-uno/, Andre Rosiade, mengimbau umat 
Islam tetap bersatu dan membantu sesama saudara serta tidak terkotak-kotak 
sehubungan dengan meninggalnya Ibu Hindun. Almarhum yang tinggal di Kelurahan 
Karet, Setiabudi, Jaksel ini meninggal pada Selasa (7/3), namun ditelantarkan 
karena mendukung Ahok https://www.merdeka.com/tag/a/ahok/- Djarot 
https://www.merdeka.com/tag/d/djarot-saiful-hidayat/ di putaran pertama. 

"Kami mengimbau umat Islam tidak terpancing dan terprovokasi dengan adanya isu 
penolakan memandikan, mensalatkan dan memakamkan jenazah Ibu Hindun," kata 
Andre dalam pesan singkat, Minggu (12/3).

Disampaikan, isu penolakan Ibu Hindun yang disebut-sebut sebagai pendukung Ahok 
perlu diluruskan agar publik mendapatkan pemahaman yang utuh. Sebab, dalam 
kenyataannya yang memandikan dan mensalatkan jenazah adalah kader-kader PKS 
yang merupakan pendukung Anies dan Sandi.

Begitu juga mobil ambulance yang mengantarkan jenazah Ibu Hindun ke pemakaman. 
Yakni ambulance dari timses Anies-Sandi. Sementara ambulance dari Golkar dan 
PDIP yang merupakan partai pengusung Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful 
Hidayat saat dihubungi warga sedang penuh atau tidak ada. 

"Sekali lagi, kami mengimbau umat Islam tetap tenang, tetap melaksanakan 
syariat. Kalau ada saudara seiman kita yang meninggal, kita tentu harus tetap 
membantu proses pemakamannya. Dari memandikan, mengkafani, mensalatkan sampai 
mengantar ke kuburan," kata Andre.
 
Masjid Hustul Khotimah 2017 Merdeka.com 

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra itu menekankan, beda pilihan 
dalam demokrasi adalah hal yang biasa. Meski dalam Islam ada aturan yang 
menyatakan memilih pemimpin non muslim itu dilarang, namun selayaknya aturan 
itu tidak merusak tenun kebangsaan dan kebhinekaan. 

Dia menilai, bahwa umat Islam masih banyak yang belum mengamalkan Al Maidah 
ayat 51 dan tidak merasa bahwa Ulama telah dilecehkan oleh Ahok, namun tidak 
serta-merta kemudian menyalahkan pendukungnya yang beragama Islam. Kewajiban 
umat Islam adalah tetap membantu saudara muslim lainnya yang tertimpa musibah.

"Jangan sampai umat Islam terkotak-kotak dengan pilihan. Berbeda pilihan itu 
adalah bagian dari demokrasi, mari kita tunjukkan bahwa Islam itu rahmatan lil 
'alamin," jelas Andre. 

"Meski Ahok diduga menistakan agama Islam, menghina ulama, kita tidak boleh 
menyalahkan pendukungnya yang beragama Islam. Jangan sampai perbedaan merusak 
tenun kebangsaan, merusak tenun kebhinekaan," sambungnya.

Seperti diketahui, jenazah nenek bernama Hindun binti Raisman (78), warga Jalan 
Karet Karya II, RT 009 RW 05, Setiabudi, Jakarta 
http://www.merdeka.com/tag/j/jakarta/ Selatan, disalatkan di kediamannya. 
Awalnya keluarga ingin jenazah disalatkan di Musala Mu'minuun.

"Kata pak ustaznya, percuma enggak ada orang di sini," ujar anak pertama nenek 
Hindun, Sudarsih menirukan pernyataan Neneng, Jumat (10/3). Neneng merupakan 
anak bungsu Hindun yang minta izin ke ustaz musala tersebut.

Neneng, imbuh Sudarsih, merasa ada yang janggal atas penolakan tersebut. Sebab, 
keluarga mereka sebelumnya tak pernah ditolak ketika ingin mensalatkan jenazah 
di musala tersebut. Hindun meninggal Selasa (7/3) siang lalu.

Menurut Sudarsih, keluarga menduga penolakan tersebut merupakan buntut dari 
pencoblosan Pilgub DKI Jakarta pada putaran pertama lalu. Saat itu, Hindun yang 
tidak bisa berjalan disambangi oleh petugas TPS, beberapa saksi dan KPPS.

Saat itu Hindun menggunakan hak suaranya di rumah. Dia memilih pasangan nomor 
urut 2 Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat. [rnd]

 

 

Kirim email ke