Senin, 13 Maret 2017 | 10:06 
http://www.beritasatu.com/megapolitan/419038-ahok-datangi-kediaman-keluarga-almarhumah-hindun.html#
   
http://www.beritasatu.com/megapolitan/419038-ahok-datangi-kediaman-keluarga-almarhumah-hindun.html#
   
http://www.beritasatu.com/megapolitan/419038-ahok-datangi-kediaman-keluarga-almarhumah-hindun.html#
   http://www.addthis.com/tellfriend.php
 

 
 
 

 Ahok Datangi Kediaman Keluarga Almarhumah Hindun 
http://www.beritasatu.com/megapolitan/419038-ahok-datangi-kediaman-keluarga-almarhumah-hindun.html


 Foto Cagub nomor dua, Basuki Tjahaja Purnama mendatangi rumah kediaman 
almarhumah Hindun binti Raisman, warga Jalan Karet Karya, Setiabudi, Jakarta 
Selatan, Senin 13 Maret 2017. (Beritasatu.com/ Lenny Tristia Tambun)

 Jakarta - Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama 
mendatangi kediaman keluarga almarhumah Hindun binti Raisman (78), Senin 
(13/3). Almarhumah adalah warga Jalan Karet Karya II, RT 009 RW 05, Setiabudi, 
Jakarta Selatan yang dikabarkan ditolak untuk disalatkan saat meninggal di 
Musala Mu'minuun.
 Dengan mengenakan kemeja putih garis kotak-kotak biru, Ahok tiba sekitar pukul 
09.05 WIB di lokasi tersebut. Sebelum masuk ke rumah nenek Hindun, Ahok sempat 
menyapa warga yang ingin bersalaman dan melihatnya.
 Saat memasuki gang kediaman Nenek Hindun, Ahok lebih banyak diam. Kemudian ia 
langsung masuk ke rumah dan duduk bersila sambil berbincang-bincang dengan 
keluarga almarhumah.
 Karena rumah penuh dengan warga, awak media tidak bisa masuk ke dalam rumah 
untuk mendengarkan percakapan Ahok dengan keluarga almarhumah Nenek Hindun.
 Rencananya, pasangan Ahok, calon wakil gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat 
juga akan mengunjungi rumah kediaman almarhumah nenek Hindun. Djarot 
dijadwalkan akan hadir pada acara tahlilan tujuh hari almarhumah yang akan 
digelar dirumah kediaman Almarhumah Hindun pada pukul 19.30 WIB, hari ini.
 "Saya akan hadir dalam acara tahlilan tersebut", kata Djarot.
 Sebelumnya, jenazah nenek bernama Hindun binti Raisman (78), warga Jalan Karet 
Karya II, RT 009 RW 05, Setiabudi, Jakarta Selatan, disalatkan di kediamannya. 
Awalnya keluarga ingin jenazah disalatkan di Musala Mu'minuun yang hanya 
berjarak beberapa meter dari rumahnya.
 "Kata pak ustaznya, percuma enggak ada orang di sini," ujar anak pertama nenek 
Hindun, Sudarsih menirukan pernyataan Neneng, Jumat (10/3).
 Neneng merupakan anak bungsu Hindun yang minta izin ke ustaz musala tersebut. 
Neneng, imbuh Sudarsih, merasa ada yang janggal atas penolakan tersebut. Sebab, 
keluarga mereka sebelumnya tak pernah ditolak ketika ingin mensalatkan jenazah 
di musala tersebut. Hindun meninggal Selasa (7/3) siang lalu.
 Menurut Sudarsih, keluarga menduga penolakan tersebut merupakan buntut dari 
pencoblosan Pilgub DKI Jakarta pada putaran pertama lalu. Saat itu, Hindun yang 
tidak bisa berjalan disambangi oleh petugas TPS, beberapa saksi dan KPPS.
 Saat itu Hindun menggunakan hak suaranya di rumah. Dia memilih pasangan nomor 
urut dua.
 "Waktu pas pencoblosan petugas TPS kan datang tuh, kan ibu (Hindun) dapat hak 
suara memilih. Nah di situ dikasih kertas (surat suara), dibuka di situ terus 
kelihatan ibu coblos Ahok," ujarnya.
 Di waktu bersamaan, Ustaz Ahmad Syafii, pengurus jenazah RT setempat 
menjelaskan duduk perkara kejadiannya. Syafii mengatakan jenazah Hindun tetap 
disalatkan meski dilakukan di rumah. Alasannya saat itu tidak ada orang yang 
menggotong jenazah Hindun ke musala.
 Kondisi cuaca yang hujan menjadi salah satu faktor kurangnya orang untuk 
membawa jenazah nenek Hindun ke musala. Dia juga menegaskan adanya kabar 
jenazah tidak disalatkan karena pendukung Ahok-Djarot adalah tidak benar.
 "Masya Allah, jahat benar. Siapa bilang kayak gitu? Perkaranya itu bukan 
karena milih Ahok. Bukan enggak disalatin, saya yang ngimami, saya yang bantu 
talqinkan 24 jam sebelum nenek (Hindun) meninggal," kata Syafii.
 Menurutnya, kondisi cuaca sudah mendung dan tukang gali kubur mengabari Syafii 
ingin segera pulang sehingga diambil langkah cepat. Dia beserta 4 orang 
mensalati jenazah di rumah. Padahal, ujar Syafii, ada beberapa warga yang akan 
mensalatkan namun rombongan terjebak macet.
 "Jadi rombongan itu ketahan sama macet. Ya memang enggak ada orang mau salatin 
di musala gimana? Orang enggak ada, terus tukang gali kubur sudah minta cepat 
terus. Pas sampai sana (pemakaman) saja hujan deres," terangnya.
 Adanya anggapan penolakan jenazah karena mendukung Ahok-Djarot pun disesali 
oleh Syafii. Terlebih adanya spanduk yang terpampang di musala atas penolakan 
jenazah pendukung penista agama yang saat ini disangkakan kepada Ahok.
Jenazah Nenek Hindun kemudian dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Jakarta.


 
 
 

 Lenny Tristia Tambun/YUD
 BeritaSatu.com
 




 

 

Kirim email ke