Tampilkan pesan asli     Pada Senin, 13 Maret 2017 5:13, 
"[email protected] [GELORA45]" <[email protected]> menulis:
 

     
Senin, 13 Maret 2017 | 10:06      
Ahok Datangi Kediaman Keluarga Almarhumah Hindun
Foto Cagub nomor dua, Basuki Tjahaja Purnama mendatangi rumah kediaman 
almarhumah Hindun binti Raisman, warga Jalan Karet Karya, Setiabudi, Jakarta 
Selatan, Senin 13 Maret 2017. (Beritasatu.com/ Lenny Tristia Tambun)Jakarta - 
Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama mendatangi 
kediaman keluarga almarhumah Hindun binti Raisman (78), Senin (13/3). 
Almarhumah adalah warga Jalan Karet Karya II, RT 009 RW 05, Setiabudi, Jakarta 
Selatan yang dikabarkan ditolak untuk disalatkan saat meninggal di Musala 
Mu'minuun.Dengan mengenakan kemeja putih garis kotak-kotak biru, Ahok tiba 
sekitar pukul 09.05 WIB di lokasi tersebut. Sebelum masuk ke rumah nenek 
Hindun, Ahok sempat menyapa warga yang ingin bersalaman dan melihatnya.Saat 
memasuki gang kediaman Nenek Hindun, Ahok lebih banyak diam. Kemudian ia 
langsung masuk ke rumah dan duduk bersila sambil berbincang-bincang dengan 
keluarga almarhumah.
Karena rumah penuh dengan warga, awak media tidak bisa masuk ke dalam rumah 
untuk mendengarkan percakapan Ahok dengan keluarga almarhumah Nenek 
Hindun.Rencananya, pasangan Ahok, calon wakil gubernur DKI, Djarot Saiful 
Hidayat juga akan mengunjungi rumah kediaman almarhumah nenek Hindun. Djarot 
dijadwalkan akan hadir pada acara tahlilan tujuh hari almarhumah yang akan 
digelar dirumah kediaman Almarhumah Hindun pada pukul 19.30 WIB, hari ini."Saya 
akan hadir dalam acara tahlilan tersebut", kata Djarot.Sebelumnya, jenazah 
nenek bernama Hindun binti Raisman (78), warga Jalan Karet Karya II, RT 009 RW 
05, Setiabudi, Jakarta Selatan, disalatkan di kediamannya. Awalnya keluarga 
ingin jenazah disalatkan di Musala Mu'minuun yang hanya berjarak beberapa meter 
dari rumahnya."Kata pak ustaznya, percuma enggak ada orang di sini," ujar anak 
pertama nenek Hindun, Sudarsih menirukan pernyataan Neneng, Jumat (10/3).Neneng 
merupakan anak bungsu Hindun yang minta izin ke ustaz musala tersebut. Neneng, 
imbuh Sudarsih, merasa ada yang janggal atas penolakan tersebut. Sebab, 
keluarga mereka sebelumnya tak pernah ditolak ketika ingin mensalatkan jenazah 
di musala tersebut. Hindun meninggal Selasa (7/3) siang lalu.Menurut Sudarsih, 
keluarga menduga penolakan tersebut merupakan buntut dari pencoblosan Pilgub 
DKI Jakarta pada putaran pertama lalu. Saat itu, Hindun yang tidak bisa 
berjalan disambangi oleh petugas TPS, beberapa saksi dan KPPS.Saat itu Hindun 
menggunakan hak suaranya di rumah. Dia memilih pasangan nomor urut dua."Waktu 
pas pencoblosan petugas TPS kan datang tuh, kan ibu (Hindun) dapat hak suara 
memilih. Nah di situ dikasih kertas (surat suara), dibuka di situ terus 
kelihatan ibu coblos Ahok," ujarnya.Di waktu bersamaan, Ustaz Ahmad Syafii, 
pengurus jenazah RT setempat menjelaskan duduk perkara kejadiannya. Syafii 
mengatakan jenazah Hindun tetap disalatkan meski dilakukan di rumah. Alasannya 
saat itu tidak ada orang yang menggotong jenazah Hindun ke musala.Kondisi cuaca 
yang hujan menjadi salah satu faktor kurangnya orang untuk membawa jenazah 
nenek Hindun ke musala. Dia juga menegaskan adanya kabar jenazah tidak 
disalatkan karena pendukung Ahok-Djarot adalah tidak benar."Masya Allah, jahat 
benar. Siapa bilang kayak gitu? Perkaranya itu bukan karena milih Ahok. Bukan 
enggak disalatin, saya yang ngimami, saya yang bantu talqinkan 24 jam sebelum 
nenek (Hindun) meninggal," kata Syafii.Menurutnya, kondisi cuaca sudah mendung 
dan tukang gali kubur mengabari Syafii ingin segera pulang sehingga diambil 
langkah cepat. Dia beserta 4 orang mensalati jenazah di rumah. Padahal, ujar 
Syafii, ada beberapa warga yang akan mensalatkan namun rombongan terjebak 
macet."Jadi rombongan itu ketahan sama macet. Ya memang enggak ada orang mau 
salatin di musala gimana? Orang enggak ada, terus tukang gali kubur sudah minta 
cepat terus. Pas sampai sana (pemakaman) saja hujan deres," terangnya.Adanya 
anggapan penolakan jenazah karena mendukung Ahok-Djarot pun disesali oleh 
Syafii. Terlebih adanya spanduk yang terpampang di musala atas penolakan 
jenazah pendukung penista agama yang saat ini disangkakan kepada Ahok.
Jenazah Nenek Hindun kemudian dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Jakarta.

Lenny Tristia Tambun/YUDBeritaSatu.com


  #yiv5918165923 #yiv5918165923 -- #yiv5918165923ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv5918165923 
#yiv5918165923ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv5918165923 
#yiv5918165923ygrp-mkp #yiv5918165923hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv5918165923 #yiv5918165923ygrp-mkp #yiv5918165923ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv5918165923 #yiv5918165923ygrp-mkp .yiv5918165923ad 
{padding:0 0;}#yiv5918165923 #yiv5918165923ygrp-mkp .yiv5918165923ad p 
{margin:0;}#yiv5918165923 #yiv5918165923ygrp-mkp .yiv5918165923ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv5918165923 #yiv5918165923ygrp-sponsor 
#yiv5918165923ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv5918165923 
#yiv5918165923ygrp-sponsor #yiv5918165923ygrp-lc #yiv5918165923hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv5918165923 
#yiv5918165923ygrp-sponsor #yiv5918165923ygrp-lc .yiv5918165923ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv5918165923 #yiv5918165923actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv5918165923 
#yiv5918165923activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv5918165923
 #yiv5918165923activity span {font-weight:700;}#yiv5918165923 
#yiv5918165923activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv5918165923 #yiv5918165923activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv5918165923 #yiv5918165923activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv5918165923 #yiv5918165923activity span 
.yiv5918165923underline {text-decoration:underline;}#yiv5918165923 
.yiv5918165923attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv5918165923 .yiv5918165923attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv5918165923 .yiv5918165923attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv5918165923 .yiv5918165923attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv5918165923 .yiv5918165923attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv5918165923 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv5918165923 .yiv5918165923bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv5918165923 
.yiv5918165923bold a {text-decoration:none;}#yiv5918165923 dd.yiv5918165923last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5918165923 dd.yiv5918165923last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5918165923 
dd.yiv5918165923last p span.yiv5918165923yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv5918165923 div.yiv5918165923attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv5918165923 div.yiv5918165923attach-table 
{width:400px;}#yiv5918165923 div.yiv5918165923file-title a, #yiv5918165923 
div.yiv5918165923file-title a:active, #yiv5918165923 
div.yiv5918165923file-title a:hover, #yiv5918165923 div.yiv5918165923file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv5918165923 div.yiv5918165923photo-title a, 
#yiv5918165923 div.yiv5918165923photo-title a:active, #yiv5918165923 
div.yiv5918165923photo-title a:hover, #yiv5918165923 
div.yiv5918165923photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv5918165923 
div#yiv5918165923ygrp-mlmsg #yiv5918165923ygrp-msg p a 
span.yiv5918165923yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv5918165923 
.yiv5918165923green {color:#628c2a;}#yiv5918165923 .yiv5918165923MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv5918165923 o {font-size:0;}#yiv5918165923 
#yiv5918165923photos div {float:left;width:72px;}#yiv5918165923 
#yiv5918165923photos div div {border:1px solid 
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv5918165923 
#yiv5918165923photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv5918165923
 #yiv5918165923reco-category {font-size:77%;}#yiv5918165923 
#yiv5918165923reco-desc {font-size:77%;}#yiv5918165923 .yiv5918165923replbq 
{margin:4px;}#yiv5918165923 #yiv5918165923ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv5918165923 #yiv5918165923ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5918165923 
#yiv5918165923ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv5918165923 
#yiv5918165923ygrp-mlmsg select, #yiv5918165923 input, #yiv5918165923 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5918165923 
#yiv5918165923ygrp-mlmsg pre, #yiv5918165923 code {font:115% 
monospace;}#yiv5918165923 #yiv5918165923ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv5918165923 #yiv5918165923ygrp-mlmsg #yiv5918165923logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv5918165923 #yiv5918165923ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv5918165923 #yiv5918165923ygrp-msg 
p#yiv5918165923attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv5918165923 
#yiv5918165923ygrp-reco #yiv5918165923reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv5918165923 #yiv5918165923ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv5918165923 #yiv5918165923ygrp-sponsor 
#yiv5918165923ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv5918165923 
#yiv5918165923ygrp-sponsor #yiv5918165923ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv5918165923 
#yiv5918165923ygrp-sponsor #yiv5918165923ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv5918165923 #yiv5918165923ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv5918165923 #yiv5918165923ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv5918165923 #yiv5918165923ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv5918165923 
#yiv5918165923ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv5918165923 

   

Kirim email ke