On Monday, March 13, 2017 2:40 AM, "[email protected] [GELORA45]" <
[email protected]> wrote:

Di negeri apapun, Hukum Permintaan dan penawaran tetap berlaku.


Pacar Sewaan Menjadi Ladang Bisnis Besar di Tiongkok
<http://erabaru.net/2017/03/13/pacar-sewaan-menjadi-ladang-bisnis-besar-di-tiongkok/>
By Erabaru <http://erabaru.net/author/erabaru/> -

13/03/2017
Share on Facebook
<http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Ferabaru.net%2F2017%2F03%2F13%2Fpacar-sewaan-menjadi-ladang-bisnis-besar-di-tiongkok%2F>

Tweet on Twitter
<https://twitter.com/intent/tweet?text=Pacar+Sewaan+Menjadi+Ladang+Bisnis+Besar+di+Tiongkok&url=http%3A%2F%2Ferabaru.net%2F2017%2F03%2F13%2Fpacar-sewaan-menjadi-ladang-bisnis-besar-di-tiongkok%2F&via=Erabaru>

<http://plus.google.com/share?url=http://erabaru.net/2017/03/13/pacar-sewaan-menjadi-ladang-bisnis-besar-di-tiongkok/>

<http://pinterest.com/pin/create/button/?url=http://erabaru.net/2017/03/13/pacar-sewaan-menjadi-ladang-bisnis-besar-di-tiongkok/&media=http://erabaru.net/wp-content/uploads/2017/03/pacar-sewaan.jpg&description=Setelah%20lebih%20dari%2050%20tahun%20kebijakan%20satu%20anak,%20ketimpangan%20jenis%20kelamin%20di%20Tiongkok%20adalah%20salah%20satu%20yang%20terbesar%20di%20dunia.%20Menurut%20statistik%20resmi,%20penduduk%20Tiongkok%20mencapai%201,36%20miliar%20pada%20akhir%20tahun%202016,%20di%20mana%20700%20juta%20adalah%20laki-laki%20dan%20667%20juta%20adalah%20perempuan,%20maka%20ada%2033%20juta%20pria%20lebih%20banyak%20daripada%20wanita.>
[image: tiongkok]
<http://erabaru.net/wp-content/uploads/2017/03/pacar-sewaan.jpg?x12729>
Ilustrasi
Setelah lebih dari 50 tahun kebijakan satu anak, ketimpangan jenis kelamin
di Tiongkok adalah salah satu yang terbesar di dunia. Menurut statistik
resmi, penduduk Tiongkok mencapai 1,36 miliar pada akhir tahun 2016, di
mana 700 juta adalah laki-laki dan 667 juta adalah perempuan, maka ada 33
juta pria lebih banyak daripada wanita.
Orang tua di Tiongkok masih mengharapkan anaknya untuk menikah muda. Namun,
ketidakseimbangan jenis kelamin ini, ditambah meningkatnya materialisme dan
tekanan hidup di Tiongkok, telah menyulitkan pria muda untuk menemukan
pasangan. Akibatnya, banyak yang karena tidak ingin mengecewakan orang
tuanya mereka  lebih suka berpura-pura.
Untuk meredakan ketegangan antara anak laki dengan orang tuanya, muncul
tren baru di kalangan anak muda untuk menyewa seorang wanita sebagai pacar
untuk dibawa pulang selama liburan. Dalam beberapa minggu menjelang Tahun
Baru Imlek, dan  permintaan pacar sewaan  meningkat.
Pada sosial media platform WeChat dan Weibo, banyak akun menawarkan jasa
kepada orang yang ingin menyewa pacar. Berikut ini adalah account di WeChat:
“Sudah hampir menjelang Tahun Baru Imlek, untuk membantu Anda yang belum
memiliki pasangan, dan menghindari tekanan dari keluarga, kami menawarkan
layanan!”
Chen dari Jiangsu adalah salah satu yang berencana untuk menyewa seorang
pacar untuk dibawa pulang pada Tahun Baru Imlek untuk menyenangkan
orangtuanya. Ia menanggapi sebuah iklan di situs Beidu dan membayar  273
dollar setiap hari selama 3-5 hari.
Banyak bisnis perjodohan menyediakan layanan serupa, dengan harga yang
bervariasi tergantung pada layanan yang dibutuhkan. Biaya bertemu orang
tua  40 dollar, sementara biaya menghabiskan malam bersama 145-436 dolllar.
Profesi hukum telah menerima banyak keluhan tentang kejadian  yang terjadi
dari praktek yang meragukan ini.  Wu membayar 436 dollar untuk menyewa
seorang wanita dibawa pulang bertemu orang tuanya.
Ibunya memberi wanita tersebut  145 dollar  dan liontin giok pusaka
keluarga. Wu meminta uang dan liontin yang akan dikembalikan ke
keluarganya, namun wanita tersebut menolak.
Seorang pria dari Fujian menyewa seorang wanita untuk bertemu orang tuanya
pada tahun 2014. Ibunya memberi wanita tersebut 2.910 dollar. Sekali lagi,
wanita tersebut menolak untuk mengembalikan uang tersebut. Seorang pria
dari Guangzhou menyewa wanita untuk bertemu keluarganya pada bulan Januari
2016, namun si wanita menghilang setelah ia membayar uang  dan tidak pernah
terdengar lagi kabar beritanya.
Harapan yang tinggi dari orang tua dan tekanan sosial telah membuat banyak
anak muda putus asa di Tiongkok  dalam menjalani  hubungan asmara, dan ini
hanya salah satu gejala dari masalah sosial yang serius yang disebabkan
oleh ketidakseimbangan jenis kelamin di negara itu.(Visiontimes/Vivi/Yant)

Kirim email ke