---------- Forwarded message ----------

Date: 2017-03-13 22:28 GMT+01:00
Subject: Islam radikal pemuja setan .



13.03.17, 08:48:38: Durmin: Prof Sumanto: Kaum Pemuja Setan Hina Jarot Saat
Hadiri Acara Tahlilan di Masjid At Tiin.

PKSPUYENGAN.COM — Melihat keberingasan kelompok fpi dan GNPF MUI saat Jarot
Syaiful Hidayat yang kebetulan juga menjadi cawagub DKI Profesor Sumanto
Alqurtuby seorang dosen yang mengajar di Arab Saudi menulis untuk aksi
anarkis kelompok pemuja Shahwat kekuasaan.

Kalian ini Penyembah Tuhan atau Pemuja Setan?
Coba Anda lihat, tonton, dan dengarkan baik-baik bagaimana ulah, sikap,
perkataan, dan perilaku sejumlah gerombolan oknum umat Islam sontoloyo ini
terhadap Pak Djarot Saiful Hidayat saat beliau menghadiri acara (Tahlilan)
di Masjid At-Tin.

Beliau disoraki, diteriaki, dikatain ‘anak babi’, dan diusir dari masjid.
Betul-betul “kampungan,” memalukan, dan memuakkan.

Padahal beliau adalah seorang Muslim, pemimpin Jakarta, dan datang ke
masjid karena memenuhi undangan.

Padahal beliau adalah orang yang santun, polos, baik hati, tidak pernah
berkata kotor dan kasar.

Padahal beliau, tidak seperti sejumlah tokoh Muslim lain, tidak pernah
mengumpat, memaki, apalagi mengkapir-sesatkan orang lain.

Hanya karena berpasangan dengan Ahok, beliau ikut menjadi korban
keberingasan massa yang kalap.
Inilah akhlak yang kalian pertontonkan kepada masyarakat? Betul-betul
memalukan! Ajaran Islam mana yang mengajarkan kalian berbuat seperti ini?
Ayat Al-Qur’an yang mana yang mengajarkan perbuatan norak kalian ini? Hadis
Nabi Muhammad yang mana yang mengajarkan perilaku kotor kalian ini?

Kalian hobi menuduh orang lain sebagai “penista agama” padahal sebetulnya
kalian sendiri yang telah menistakan agamamu. Kalian sibuk menuding orang
lain telah merendahkan Islam, padahal, kalian sendiri yang membuat Islam
menjadi tampak rendah.

Sadarlah bahwa perilaku norakmu itulah sebetulnya yang membuat wajah Islam
semakin buruk dan bopeng.

Sadarlah perilaku norakmu itu sama sekali tidak akan membuat Islam menjadi
jaya dan gagah perkasa. Bahkan sebaliknya, perilaku norakmu itu justru
telah membuat Islam ini tampak seperti agama yang hina-dina.

Jika kalian mengklaim Islam sebagai agama yang baik dan rahmat buat alam
semesta, maka tunjukkanlah dan buktikanlah dengan perkataan dan perilaku
baikmu, bukan malah sebaliknya. Ingat, Nabi Muhammad yang agung itu diutus
ke muka bumi ini adalah untuk menyempurnakan akhlak umat manusia, bukan
untuk mengislamkan mereka. Camkan itu.

Tapi apa yang terjadi. Kalian sendiri yang justru tidak menunjukkan akhlak
baik terhadap sesama, bahkan terhadap sesama Muslim sendiri.

Kalian jadikan masjid yang suci untuk melakukan tindakan kotor. Kalian
berzikir tapi pada saat yang sama megucapkan kata-kata kotor.

Mulut kalian komat-kamit membaca wirid tapi hati dan pikiran kalian busuk
dan kotor-njetor.

Kalian mengagungkan nama-Nya tapi merendahkan mahkluk ciptaan-Nya. Kalian
memuja-Nya tapi menistakan makhluk ciptaan-Nya.

Jika beragama malah membuat kalian menjadi kalap dan beringas, saya
khawatir sebetulnya kalian ini bukan menyembah Tuhan tapi memuja Setan.

Ditulis oleh: Prof Sumanto Alqurtuby, Dosen di Universitas King Fahd Arab
Saudi


Von meinem iPhone gesendet

Kirim email ke