Jangan terlalu sensitif lantas buru-buru menyangka yang korupsi itu Ahok. 
Saya nggak bilang begitu. Yang saya angkat di sini soal keberingasan, 
termasukkeberingasan membeli barang sendiri. Setidaknya ini membuktikan bahwa 
pemerintahan Ahok-Djarot teledor. Bagaimana bisa Ahok yang cerewet itubisa 
kecolongan?
Nah, karena Ahok sudah melaporkan, mestinya dia & Djarot beringas terus 
menuntut pengungkapan kasus korupsi ini dalam kampanyenya.


   --- SADAR@... wrote:
Bung Ajeg, dari berita kelanjutan yang berikan itu, yang melaporkan ada dugaan 
korupsi justru Ahok, lho!“Adapun Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama 
menyebut telah melaporkan dugaan korupsi pembelian lahan tersebut kepada KPK 
dan polisi. Ia curiga pembelian tersebut terjadi karena ada pemalsuan dokumen.”
Yang PASTI, kalau DUGAAN KORUPSI itu jatuh pada diri Ahok, lawan-lawannya 
apalagi sehubungan PILKADA putaran ke-2 ini, tentu TIDAK AKAN mendiamkan kasus 
ini sekalipun terkubur sejak tahun yl! Saya lupa-lupa ingat, ada seorang PNS 
wanita DKI-Jakarta yang dicekal sehubungan kasus ini, ... tapi tidak ketemu 
beritanya. 
Pembelian Lahan Cengkareng, KPK Turun Tangan
SENIN, 27 JUNI 2016 | 20:14 WIB   
   -  
   -  
   -  
   - 
Ketua KPK Agus Rahardjo usai menjadi narasumber pada acara Kelas Inspirasi di 
Magetan, Jawa Timur. TEMPO/Nofika Dian NugrohoTEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi 
Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo mengatakan lembaganya menyelidiki pembelian 
lahan di Cengkareng, Jakarta Barat, oleh Pemerintah DKI Jakarta. Agus mengakui 
penyelidik lembaganya telah meminta keterangan ke sejumlah orang terkait 
pembelian dengan nilai total Rp 648 miliar itu.

"Karena sekarang sudah diketahui, KPK tidak perlu lagi tertutup. Kami melakukan 
penyelidikan secara terbuka," kata Agus di kantor Kementerian Koordinator 
Politik, Hukum, dan Keamanan, Senin, 27 Juni 2016.

Namun Agus mengaku belum dapat menyimpulkan apakah ada tindak pidana dalam 
pembelian tersebut. "Kami baru akan melakukan follow up kepada tim," katanya.

Pemerintah DKI Jakarta membeli tanah milik mereka sendiri sebesar Rp 648 miliar 
pada 13 November tahun lalu. Tanah seluas 4,6 hektare tersebut berada di Jalan 
Lingkar Luar Cengkareng, Jakarta Barat.

Harga beli itu merupakan kesepakatan Dinas Perumahan dan Gedung dengan 
penjualnya sebesar Rp 14,1 juta per meter persegi. Padahal nilai jual obyek 
pajak wilayah itu Rp 6,2 juta. Tanah itu sebetulnya milik Dinas Kelautan, 
Pertanian, dan Ketahanan Pangan.

Tanah itu ternyata dimiliki pemerintah sejak 1967. Pemerintah tak segera 
membuat sertifikat hingga pengusaha D.L. Sitorus, pemilik PT Sabar Ganda, 
mengklaim lahan itu pada 2007. Sitorus dan pemerintah saling menggugat di 
pengadilan hingga Mahkamah Agung memenangkan pemerintah DKI pada 2010.

Empat tahun kemudian, muncul Toeti Noezlar Soekarno, warga Jalan Dedes, Kota 
Bandung, yang mengabarkan memiliki sertifikat atas lahan itu. Ia lalu 
menawarkannya kepada pemerintah dengan harga pasar Rp 17,5 juta pada Juli tahun 
lalu. Dinas Perumahan dan Rudi Hartono Iskandar, sebagai kuasa Toeti, 
bersepakat di harga Rp 14,1 juta. Kepada Tempo, Toeti membenarkan telah 
memiliki tanah itu sejak 1967.

DKI membeli tanah itu untuk pembangunan rumah susun. Adapun Gubernur DKI 
Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebut telah melaporkan dugaan korupsi 
pembelian lahan tersebut kepada KPK dan polisi. Ia curiga pembelian tersebut 
terjadi karena ada pemalsuan dokumen.

MUHAMAD RIZKI | ERWAN HERMAWAN
From: ajegSikap beringas memang memalukan dan tidak bisa dibenarkan. 
Harus dibenahi dengan lihat akar masalahnya. Buat kebanyakan orang,akar masalah 
itu adalah langkah-langkah penguasa DKI yang 
menimbulkan ketidakpuasan orang banyak. Di antaranya, keberingasan 
pemda DKI menghina dirinya sendiri karena memakai uang pemda / 
uang Rakyat untuk membeli lahan milik pemda sendiri. Membeli barang 
milik sendiri, pemuja apa itu namanya?
Ini berita lama juga yang mulai menghilang. Lumayan kocak, berita ini 
seolah terkubur pencitraan "paslon No.2 (Ahok-Djarot) teraniaya", 
padahal kasus yang kencang bau korupsinya ini ditangani secara gabungan 
oleh KPK & Polri.

Bubuhi Paraf Pembelian Tanah Cengkareng, Djarot Diperiksa Bareskrim 
|   |  
Bubuhi Paraf Pembelian Tanah Cengkareng...
 |  |

  

--- SADAR@... wrote:
Prof Sumanto: 
Kaum Pemuja Setan Hina Jarot Saat Hadiri Acara Tahlilan di Masjid At Tiin
 Admin PKS Puyengan 2 days ago Umum, Video Leave a comment 3,371 
Viewshttps://pkspuyengan.com/prof-sumanto-kaum-pemuja-setan-hina-jarot-saat-hadiri-acara-tahlilan-di-masjid-tiin/
 PKSPUYENGAN.COM — Melihat keberingasan kelompok fpi dan GNPF MUI saat Jarot 
Syaiful Hidayat yang kebetulan juga menjadi cawagub DKI Profesor Sumanto 
Alqurtuby seorang dosen yang mengajar di Arab Saudi menulis untuk aksi anarkis 
kelompok pemuja Shahwat kekuasaan.Kalian ini Penyembah Tuhan atau Pemuja 
Setan?Coba Anda lihat, tonton, dan dengarkan baik-baik bagaimana ulah, sikap, 
perkataan, dan perilaku sejumlah gerombolan oknum umat Islam sontoloyo ini 
terhadap Pak Djarot Saiful Hidayat saat beliau menghadiri acara (Tahlilan) di 
Masjid At-Tin.Beliau disoraki, diteriaki, dikatain ‘anak babi’, dan diusir dari 
masjid. Betul-betul “kampungan,” memalukan, dan memuakkan.Padahal beliau adalah 
seorang Muslim, pemimpin Jakarta, dan datang ke masjid karena memenuhi 
undangan.Padahal beliau adalah orang yang santun, polos, baik hati, tidak 
pernah berkata kotor dan kasar.Padahal beliau, tidak seperti sejumlah tokoh 
Muslim lain, tidak pernah mengumpat, memaki, apalagi mengkapir-sesatkan orang 
lain.Hanya karena berpasangan dengan Ahok, beliau ikut menjadi korban 
keberingasan massa yang kalap.Lihat videonya 
:https://pkspuyengan.com/prof-sumanto-kaum-pemuja-setan-hina-jarot-saat-hadiri-acara-tahlilan-di-masjid-tiin/
 Inilah akhlak yang kalian pertontonkan kepada masyarakat? Betul-betul 
memalukan! Ajaran Islam mana yang mengajarkan kalian berbuat seperti ini? Ayat 
Al-Qur’an yang mana yang mengajarkan perbuatan norak kalian ini? Hadis Nabi 
Muhammad yang mana yang mengajarkan perilaku kotor kalian ini?Kalian hobi 
menuduh orang lain sebagai “penista agama” padahal sebetulnya kalian sendiri 
yang telah menistakan agamamu. Kalian sibuk menuding orang lain telah 
merendahkan Islam, padahal, kalian sendiri yang membuat Islam menjadi tampak 
rendah.Sadarlah bahwa perilaku norakmu itulah sebetulnya yang membuat wajah 
Islam semakin buruk dan bopeng.Sadarlah perilaku norakmu itu sama sekali tidak 
akan membuat Islam menjadi jaya dan gagah perkasa. Bahkan sebaliknya, perilaku 
norakmu itu justru telah membuat Islam ini tampak seperti agama yang 
hina-dina.Jika kalian mengklaim Islam sebagai agama yang baik dan rahmat buat 
alam semesta, maka tunjukkanlah dan buktikanlah dengan perkataan dan perilaku 
baikmu, bukan malah sebaliknya. Ingat, Nabi Muhammad yang agung itu diutus ke 
muka bumi ini adalah untuk menyempurnakan akhlak umat manusia, bukan untuk 
mengislamkan mereka. Camkan itu.Tapi apa yang terjadi. Kalian sendiri yang 
justru tidak menunjukkan akhlak baik terhadap sesama, bahkan terhadap sesama 
Muslim sendiri.Kalian jadikan masjid yang suci untuk melakukan tindakan kotor. 
Kalian berzikir tapi pada saat yang sama megucapkan kata-kata kotor.Mulut 
kalian komat-kamit membaca wirid tapi hati dan pikiran kalian busuk dan 
kotor-njetor.Kalian mengagungkan nama-Nya tapi merendahkan mahkluk ciptaan-Nya. 
Kalian memuja-Nya tapi menistakan makhluk ciptaan-Nya.Jika beragama malah 
membuat kalian menjadi kalap dan beringas, saya khawatir sebetulnya kalian ini 
bukan menyembah Tuhan tapi memuja Setan.Ditulis oleh: Prof Sumanto Alqurtuby, 
Dosen di Universitas King Fahd Arab Saudi
   #yiv1151983815 #yiv1151983815 -- #yiv1151983815ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv1151983815 
#yiv1151983815ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv1151983815 
#yiv1151983815ygrp-mkp #yiv1151983815hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv1151983815 #yiv1151983815ygrp-mkp #yiv1151983815ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv1151983815 #yiv1151983815ygrp-mkp .yiv1151983815ad 
{padding:0 0;}#yiv1151983815 #yiv1151983815ygrp-mkp .yiv1151983815ad p 
{margin:0;}#yiv1151983815 #yiv1151983815ygrp-mkp .yiv1151983815ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv1151983815 #yiv1151983815ygrp-sponsor 
#yiv1151983815ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv1151983815 
#yiv1151983815ygrp-sponsor #yiv1151983815ygrp-lc #yiv1151983815hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv1151983815 
#yiv1151983815ygrp-sponsor #yiv1151983815ygrp-lc .yiv1151983815ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv1151983815 #yiv1151983815actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv1151983815 
#yiv1151983815activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv1151983815
 #yiv1151983815activity span {font-weight:700;}#yiv1151983815 
#yiv1151983815activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv1151983815 #yiv1151983815activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv1151983815 #yiv1151983815activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv1151983815 #yiv1151983815activity span 
.yiv1151983815underline {text-decoration:underline;}#yiv1151983815 
.yiv1151983815attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv1151983815 .yiv1151983815attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv1151983815 .yiv1151983815attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv1151983815 .yiv1151983815attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv1151983815 .yiv1151983815attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv1151983815 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv1151983815 .yiv1151983815bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv1151983815 
.yiv1151983815bold a {text-decoration:none;}#yiv1151983815 dd.yiv1151983815last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1151983815 dd.yiv1151983815last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1151983815 
dd.yiv1151983815last p span.yiv1151983815yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv1151983815 div.yiv1151983815attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv1151983815 div.yiv1151983815attach-table 
{width:400px;}#yiv1151983815 div.yiv1151983815file-title a, #yiv1151983815 
div.yiv1151983815file-title a:active, #yiv1151983815 
div.yiv1151983815file-title a:hover, #yiv1151983815 div.yiv1151983815file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv1151983815 div.yiv1151983815photo-title a, 
#yiv1151983815 div.yiv1151983815photo-title a:active, #yiv1151983815 
div.yiv1151983815photo-title a:hover, #yiv1151983815 
div.yiv1151983815photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv1151983815 
div#yiv1151983815ygrp-mlmsg #yiv1151983815ygrp-msg p a 
span.yiv1151983815yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv1151983815 
.yiv1151983815green {color:#628c2a;}#yiv1151983815 .yiv1151983815MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv1151983815 o {font-size:0;}#yiv1151983815 
#yiv1151983815photos div {float:left;width:72px;}#yiv1151983815 
#yiv1151983815photos div div {border:1px solid 
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv1151983815 
#yiv1151983815photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv1151983815
 #yiv1151983815reco-category {font-size:77%;}#yiv1151983815 
#yiv1151983815reco-desc {font-size:77%;}#yiv1151983815 .yiv1151983815replbq 
{margin:4px;}#yiv1151983815 #yiv1151983815ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv1151983815 #yiv1151983815ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1151983815 
#yiv1151983815ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv1151983815 
#yiv1151983815ygrp-mlmsg select, #yiv1151983815 input, #yiv1151983815 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1151983815 
#yiv1151983815ygrp-mlmsg pre, #yiv1151983815 code {font:115% 
monospace;}#yiv1151983815 #yiv1151983815ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv1151983815 #yiv1151983815ygrp-mlmsg #yiv1151983815logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv1151983815 #yiv1151983815ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv1151983815 #yiv1151983815ygrp-msg 
p#yiv1151983815attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv1151983815 
#yiv1151983815ygrp-reco #yiv1151983815reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv1151983815 #yiv1151983815ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv1151983815 #yiv1151983815ygrp-sponsor 
#yiv1151983815ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv1151983815 
#yiv1151983815ygrp-sponsor #yiv1151983815ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv1151983815 
#yiv1151983815ygrp-sponsor #yiv1151983815ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv1151983815 #yiv1151983815ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv1151983815 #yiv1151983815ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv1151983815 #yiv1151983815ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv1151983815 
#yiv1151983815ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv1151983815 

   

Kirim email ke