Relawan Anies-Sandi Diduga Otak di Balik Surat Pernyataan Pilih Paslon Tertentu


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|   |  
Relawan Anies-Sandi Diduga Otak di Balik Surat Pernyataan Pilih Paslon Tert...
 Firman sendiri telah diperiksa terkait kasus tersebut di kantor Panwaslu Kota 
Jakarta Selatan, Rabu (15/3/2017)....  |   |

  |

  |

 

Kamis, 16 Maret 2017 18:43


Salinan surat pernyataan untuk memilih calon gubernur muslim sebagai syarat 
salatkan jenazah di Pondok Pinang, Kebayoran Lama. 

Laporan Wartawan wartakotalive.com, Gopis SimatupangWARTA KOTA, KEBAYORANLAMA - 
Anggota relawan cagub-cawagub Anies Baswedan-Sandiaga Uno diduga menjadi otak 
di balik terbitnya surat pernyataan memilih cagub muslim sebagai syarat untuk 
menyalatkan jenazah warga di wilayah RT 05/02 Kelurahan Pondok Pinang, 
Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.Orang yang diduga relawan Anies-Sandi itu 
adalah Firmansyah, yang berstatus sebagai pengurus Masjid Jami Darussalam, 
Pondok Pinang, dengan jabatan Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid 
(DKM).Berdasarkan penelusuran Warta Kota, Firman terlibat bersama-sama pengurus 
masjid untuk menerbitkan surat pernyataan pilih cagub muslim bila jenazah Siti 
Rohbaniah (74), seorang warga, ingin disalatkan di masjid tersebut.Sedangkan 
Ma'mun Achyar, Ketua RT 05/02, hanya bertindak sebagai eksekutor.Selain itu, 
Firman juga diduga sebagai otak di balik pemasangan spanduk bernada provokatif 
di masjid dan tempat-tempat lain di wilayah Pondok Pinang yang akhirnya dicopot 
oleh Panwaslu Kota Jakarta Selatan.Menurut seorang sumber Warta Kota, saat 
Anies mengunjungi warga di Jalan Pondok Pinang III, Sabtu siang, 5 November 
2016 lalu, Firman sempat memberikan sambutan di hadapan Anies.Dalam 
sambutannya, Firman menjanjikan RT/RW se-Pondok Pinang akan mendukung 
Anies-Sandi dengan perolehan suara sebesar 80 persen.Saat disambangi wartawan 
belum lama ini, kediaman Firman tampak sepi. Di depan rumahnya terpasang 
spanduk bergambar Anies-Sandi.Menurut Sukri, paman Firman yang tinggal di depan 
rumah, Firman adalah anggota tim sukses (timses) Anies-Sandi.Namun, saat 
berbincang dengan Warta Kota, Kamis (16/3/2017), Firman membantah sebagai 
anggota timses Anies-Sandi.Karena menurutnya menjadi anggota timses harus 
mengantongi SK (surat keputusan)."Kalau timses kan itu pasti ada SK-nya, dan 
penunjukan sebagai timses. Jadi hal tersebut tidak benar, bisa dicek kok," ujar 
Firman. Meski demikian, dia tidak membantah menjadi relawan Anies-Sandi.Firman 
juga mengakui terlibat dalam penerbitan surat pernyataan pilih cagub 
muslim.Namun, dia membantah sebagai pihak yang memerintahkan.Karena surat 
tersebut menurutnya muncul berdasarkan keputusan kolektif pengurus 
masjid.Firman sendiri telah diperiksa terkait kasus tersebut di kantor Panwaslu 
Kota Jakarta Selatan, Rabu (15/3/2017).Dia diperiksa bersama-sama dengan Ketua 
DKM Darussalam, Abdul Ghofur, dan Ketua RT 05/02 Pondok Pinang, Ma'mun 
Achyar.Ketua Panwaslu Kota Jakarta Selatan, Ahmad Ari Masyhuri, menyampaikan, 
ketiganya tak membantah terlibat dalam terbitnya surat pernyataan pilih cagub 
muslim sebagai syarat menyalatkan jenazah itu."Benar, diakui oleh semua yang 
diklarifikasi (bahwa) ada surat pernyataan (pilih cagub muslim)," ujar Ari 
kepada Warta Kota.Panwaslu masih mengkaji langkah yang akan diambil 
selanjutnya, apakah akan dilaporkan ke polisi atau tidak.Sebelumnya, Yoyo 
Sudaryo (56), seorang warga RT 05/02 Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan 
Kebayoran Lama, mengaku dipaksa menandatangani surat pernyataan untuk memilih 
calon gubernur muslim pada hari pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran 
dua yang akan datang.Hal itu wajib dilakukan Yoyo jika ingin jenazah mertuanya, 
Siti Rohbaniah (74), disalatkan oleh pengurus salah satu masjid di Pondok 
Pinang.Yoyo dan keluarganya dituding sebagai pendukung paslon Basuki Tjahaja 
Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat."Kamis pagi udah rapi mau dikafani, 
dimandiin, nggak ada masalah. Siangnya pas mau disalatin saya disuruh tanda 
tangan, yang bikin tulisannya Pak RT. Isinya bahwa saya berjanji akan mendukung 
pasangan Anies-Sandi di putaran dua nanti. Ada meterainya juga," ungkap Yoyo, 
Jumat pekan lalu. (gps)

Kirim email ke