http://www.antaranews.com/berita/618214/pabrik-transformator-terbesar-asia-tenggara-beroperasi-di-cikarang
*Pabrik transformator terbesar Asia Tenggara
*
*beroperasi di Cikarang*
Rabu, 15 Maret 2017 18:44 WIB | 2.491 Views
Pewarta: Try Reza Essra
Pabrik transformator terbesar Asia Tenggara beroperasi di Cikarang
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Direktur Jenderal
Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika I Gusti Putu
Suryawirawan bersama General Manager XD Group China Zhang Ya Lin, serta
Chairman CCM Group Murdaya W. Poo meninjau transformator untuk gardu
induk berdaya 167 MVA yang diproduksi PT. XD Sakti Indonesia di
Cikarang, Jawa Barat, 15 Maret 2017. (Kemenperin)
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Perindustrian memprioritaskan
pengembangan industri penunjang pembangkit listrik di Indonesia. Selain
mampu tumbuh melampaui pertumbuhan ekonomi, sektor ini juga amat
potensial mengingat kebutuhan energi dalam negeri yang makin besar.
“Industri penunjang pembangkit listrik harus dapat mendukung pemenuhan
kebutuhan energi yang diperlukan dalam peningkatan nilai tambah
produksi,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Peresmian
Pabrik Transformator Tenaga PT XD Sakti Indonesia di Cikarang, Jawa
Barat, Rabu.
Menperin melalui keterangan tertulis menyampaikan, Indonesia saat ini
telah masuk dalam jajaran 10 besar negara yang industrinya memberikan
kontribusi terhadap nilai tambah dunia. Pemenuhan kebutuhan energi
mutlak diperlukan untuk mempertahankan posisi tersebut.
Beroperasinya pabrik PT XD Sakti Indonesia yang memproduksi
transformator tenaga bertegangan 70-500 kilo volt (kV) diharapkan dapat
berkontribusi dalam transmisi dan distribusi tenaga listrik. Saat ini,
jelas Menperin, sebagian besar kebutuhan transformator dengan ukuran
tersebut masih diimpor.
Dengan kemampuan industri nasional dalam memproduksi komponen, mulai
dari trafo, transmisi hingga kabel, maka kebutuhan penunjang untuk
program pembangkit listrik 35.000 Mega Watt yang diikuti dengan program
transmisi 46.000 kilometer diharapkan bisa sepenuhnya diproduksi di
dalam negeri.
Menperin berharap, diresmikannya pabrik ini memberikan kesempatan
penyerapan tenaga kerja yang lebih banyak dan ikut andil dalam
peningkaan pengembangan SDM. Menperin pun mengapresiasi program
pelatihan SDM yang dilakukan PT XD Sakti Indonesia, baik di dalam negeri
maupun dengan mengirimkan tenaga kerja ke Tiongkok.
"Salah satu cara menguatkan industri Indonesia adalah lewat pengembangan
SDM,” paparnya.
Pabrik yang diresmikan hari ini memiliki kapasitas produksi sebesar
10.896 MVA per tahun, yang menjadikannya pabrik transformator tenaga
terbesar di Asia Tenggara.
PT. XD Sakti Indonesia merupakan joint venture antara BUMN XD Group
China dan Central Cipta Murdaya (CCM) Group dengan investasi yang saat
ini telah mencapai 80 juta dolar AS.
Di tahap pertama, pabrik dengan luas area mencapai 81.000 meter persegi
ini memproduksi beragam jenis transformator dari 70kV hingga 500 kV.
Sedangkan di tahap selanjutnya, akan memproduksi Gas Insulated
Switchgear (GIS).
Chairman CCM Murdaya W. Poo akan terus memenuhi kebutuhan transformator
di dalam negeri.
"Kami yakin sebentar lagi bisa memproduksi trafo hingga 1000 kV karena
fasilitasnya siap. Pabrik ini bisa memproduksi lebih dari 100 unit
setahun,” jelas Murdaya.
Disampaikannya, PT. PLN (persero) telah melakukan pemesanan dari
perusahaannya sejumlah 17 unit trafo bertegangan 500 kV dan 44 unit
trafo 1050 kV.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan
Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan yang
mendampingi Menperin dalam acara tersebut menyampaikan harapannya agar
PT. XD Sakti Indonesia bisa memberdayakan kekuatan bahan baku dan
komponen-komponen lokal.
Ia juga berharap PLN dapat semakin mengandalkan produksi dalam negeri
untuk Program 35.000 MW. Program tersebut, ujarnya, tentu akan berdampak
signifikan bagi pertumbuhan ekonomi di luar Jawa, yang sebelumnya
mengalami kekurangan suplai listrik.
"Kebutuhan produk transformator daya di indonesia mencapai 33.000 MVA
per tahun dan industri transformator daya dalam negeri sudah mampu untuk
memenuhi kebutuhan tersebut,” papar Putu.
Investasi Baru dan Mobil Listrik Masih terkait dengan program pembangkit
listrik, Menperin menyampaikan bahwa Presiden RI Joko Widodo menaruh
perhatian besar terhadap pengembangan teknologi mobil listrik.
"Ketersediaan listrik jadi syarat utama karena kebutuhan listriknya yang
besar. Sehingga di sini kelihatan betapa penting dan strategisnya
program 35.000 MW untuk mendukung perkembangan ekonomi Indonesia,” papar
Menperin.
General Manager XD Group China Zhang Ya Lin menyampaikan komitmennya
untuk memasok energi dan peralatan transmisi yang handal. Ia
menyampaikan bahwa perusahaannya ingin berkontribusi dan berbagi
pengalaman dalam pembaruan konstruksi jaringan listrik di Indonesia.
Hal senada juga disampaikan Minister Counselor Economic and Commercial
Kedubes Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia Wang Li Ping. Menurutnya,
investasi Tiongkok ini membuka bidang baru dengan menggabungkan
teknologi Tiongkok dan pasar kelistrikan yang besar di indonesia.
Menurut data BKPM, investasi perusahaan-perusahaan Tiongkok di Indonesia
pada 2016 mencapai sekitar USD 2,6 Miliar, dan peringkatnya meningkat
pesat menjadi peringkat 3 dari dari peringkat 10 di 2015. Sementara,
berdasarkan United Nation Conference on Trade and Development (UNCTAD),
Indonesia berada di peringkat ke-9 untuk negara tujuan investasi.
Kemenperin mencatat, perusahaan dalam negeri telah sanggup memproduksi
barang modal untuk memasok pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan
seperti pembangkit.
Di antaranya, produsen turbin berkapasitas hingga 27 MW sebanyak 3
perusahaan, generator hingga 10 MW (2 perusahaan), boiler sampai 660 MW
(10 perusahaan), transformator (5 perusahaan), kompresor (2 perusahaan),
pressure vessels (2 perusahaan), dan panel (3 perusahaan).
Selanjutnya, KWH meter (5 perusahaan), pompa industri (4 perusahaan),
elektromotor (2 perusahaan), konstruksi dan rekayasa atau engineering,
procurement and construction (12 perusahaan) dan industri baja (12
perusahaan).
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2017