http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/03/18/omztqq328-
<http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/03/18/omztqq328-dua-wna-cina-yang-diduga-lakukan-penambangan-emas-liar-ditangkap>
dua-wna-cina-yang-diduga-lakukan-penambangan-emas-liar-ditangkap
<http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/03/18/omztqq328-dua-wna-cina-yang-diduga-lakukan-penambangan-emas-liar-ditangkap>
Sabtu , 18 March 2017, 11:28 WIB
Dua WNA Cina yang Diduga Lakukan
Penambangan Emas Liar Ditangkap
Red: Indira Rezkisari
Wikipedia
Paspor Cina.
Paspor Cina.
REPUBLIKA.CO.ID <http://REPUBLIKA.CO.ID>, PADANG - Tim Pora yang terdiri
dari Polri, TNI, Imigrasi dan Pemerintah Daerah mengamankan dua orang
Warga Negara Asing (WNA) asal Cina, Jumat (17/3) malam. Keduanya diduga
ingin melakukan penambangan liar di Solok Selatan, Sumatra Barat.
Kapolres Solok Selatan, AKBP Ahmad Basahil melalui KBO Intelkam KBO
Intel Polres Ipda Kukuh Wibowo, di Padang Aro, Sabtu (18/3), mengatakan,
penangkapan dilakukan langsung oleh pihak Imigrasi dengan TNI di lokasi
pertambangan emas liar diduga sedang melakukan survei lokasi. "Kami
sudah melakukan pencarian di lokasi tambang sejak pagi tetapi tidak
ditemukan dan karena hampir Maghrib petugas keluar karena logistik yang
dibawa tidak mencukupi dan saat itu petugas imigrasi masuk bersama TNI
dan berhasil menemukan WNA tersebut," ujar dia.
Dia menambahkan kepolisian belum sempat memeriksa WNA tersebut karena
langsung dibawa Imigrasi ke Padang. Unit Intel Kodim 0309 Solok, Sertu
Deni yang turun ke lokasi mengatakan, kedua orang asing yang diamankan
yaitu Lu Shiping dan Qin Qibiao di lokasi PT Andalas Merapi Timber (PT
AMT) yang berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat ibu kota Solok
Selatan Padang Aro.
"WNA kita amankan bersama imigrasi Jumat pukul 20.00 WIB di lokasi
pertambangan emas liar dan mereka lansung dibawa ke kantor Imigrasi
untuk diproses," kata dia.
Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga mengamankan satu orang lagi WNI
yang bertugas sebagai penerjemah atas nama Iyot Hermawan Siantar. Saat
diperiksa, sebutnya Visa yang digunakan adalah visa turis tetapi mereka
malah ke kawasan tambang emas liar.
"Dugaan sementara mereka menyalahgunakan visa kunjungan," kata dia.
"Kami mengantarkan ketiga pelaku sampai ke Imigrasi demi keamanan,"
tambahnya.
Sumber : Antara