Ya, cara apa pun bisa ditempuh. Persoalan pentingnya kan, 
semua cara itu menghasilkan jalan keluar tidak? Blusukan 
sampai gulung celana masuk gorong-gorong sekalipun kalau 
masih banjir ya percuma.

Dengan melempar masalah ini ke gubernur Jateng kelihatannya 
Jokowi memang tidak punya jalan keluar selain tetap berkeras 
tidak mempedulikan laporan Rakyat.

Lalu, bagaimana orang bisa percaya Indonesia bersatu di tangan 
Jokowi sedangkan mengurus persatuan kabinet maupun pemerintahan 
pusat-daerah saja dia kedodoran.

Lucunya lagi, Jokowi dan gubernur Jateng itu petugas dari partai 
yang sama.
   --- djiekh@... wrote:
Mao bilang , Go to the mass. Learn from the mass. Lead the mass.Management 
barat , Managing through walking around.Pelaksanaanya, ya didelegasikan, bukan 
dikerjakan sendiri.Jadi ditugaskan ke Teten dan Pratikno untuk 
mengatasinya.Kalau Deng Xiaoping, lewat rapat pendek 15 menit tiap hari untuk 
mendengarlaporan dan probleem2 suatu proyek. Kalau bawahannya mengalami 
kesulitan dengan koordinasi, dia langsung angkat telpon, beri perintah.Rapatnya 
pendek, besok paginya langsung dievaluasi apa ada kemajuan-kemacetan dst.nya.
2017-03-23 6:28 GMT+01:00 ajeg:
Jadi, setiap blusukan ke daerah-daerah hingga pelosok itu ngapain?

Konsekuen dong ketika orang mengadu ke pemblusuk.
-
Jokowi: JanganPersoalan Daerah Dikit-Dikit Dibawa ke Saya, Gubernur Kerja Apa? 
Rabu, 22 Maret2017 | 13:55 WIB 

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden JokoWidodo meminta agar tidak semua persoalan di 
daerah diadukan kepada dirinya. Hal ini disampaikan Jokowi dalampertemuan 
dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) di Istana Negara,Jakarta, Rabu 
(22/3/2017). Setelah berpidato cukup panjang, Jokowisempat menjanjikan bahwa 
pertemuan seperti ini akan rutin diadakan dalam empatatau enam bulan sekali. 
Dengan begitu, Jokowi bisa mendengarlangsung keluhan masyarakat dari setiap 
daerahnya.Namun, Jokowi meminta agar masyarakatbisa memilah-milah persoalan 
yang ingin diadukan."Jangan sampai persoalan-persoalandaerah dibawa ke saya, 
dikit-dikit saya, enggak lah," kata Jokowi. Jokowi menegaskan bahwa di setiap 
daerahada Gubernur yang juga berwenang dan bertanggung jawab atas berbagai 
persoalanyang terjadi. Kalau pun pemerintah pusat harus turuntangan, masih ada 
menteri yang bisa mengerjakan. "Nanti gubernur kerjanya apa,bupati, menteri, 
kerjanya apa? Ooh, ini ke menteri ya sudah selesaikan kementeri, bupati 
selesaikan ke bupati, tidak semua di saya," ucap Jokowi. Penulis : 
IhsanuddinEditor : Sandro Gatra
   

Kirim email ke