Longsor di Ponorogo, 2 Korban Ditemukan, 26 Masih Dicari
Senin, 3 April 2017 | 7:39

http://sp.beritasatu.com/home/longsor-di-ponorogo-2-korban-ditemukan-26-masih-dicari/118793

Gubernur Jatim Soekarwo. [ARIES SUDIONO] 



Berita Terkait

§  Korban Tewas Banjir dan Longsor di Jateng, 46 orang

§  Longsor Berpotensi Terjadi Di Magetan

§  BMKG Ingatkan Warga Semarang Akan Rawan Longsor

§  Longsor di Washington, 8 Meninggal, 18 Hilang

§  Tim Lanjutkan Cari Korban Longsor Jombang



[PONOROGO] Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, menyatakan,  bencana longsor di Desa 
Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo,  Jatim, yang terjadi pada Minggu (2/4), 
merupakan bencana tingkat provinsi dan kabupaten. Artinya, Pemprov Jatim dan 
Pemkab Ponorogo yang menangani, sedangkan pemerintah pusat melakukan 
pendampingan dan memfasilita Hal tersebut disampaikan Pakde Karwo, sapaan akrab 
Soekarwo, ketika meninjau lokasi longsor, Minggu malam.

Untuk solusi berikutnya,  akan  diciptakan harmonisasi antara manusia dan alam 
sekitarnya. Diharapkan, perhutani dapat memberikan sumbangan pemikiran terkait 
tanaman yang paling bagus untuk masyarakat, yakni memiliki nilai ekonomis 
seperti jahe tetapi memiliki akar tunjang yang kuat, sehingga bisa menahan air. 
Atau, tanaman tetap jahe, tetapi diberikan tanaman-tanaman tegakan yang mampu 
menjadikan tanah kuat dan tidak longsor.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Ipong Muchlisin dalam laporannya kepada gubernur 
mengatakan, dalam  musibah tanah longsor,  terdapat 28 korban yang hilang, 15 
korban luka-luka yang sudah ditolong, serta lebih dari seratus   orang 
diungsikan.  Sampai dengan  kunjungan Pakde Karwo, baru ditemukan dua jenazah 
yaitu Katemi (70 tahun) dan Iwan (27 tahun). Sedangkan 2 rumah tertimbun tanah.

Pencarian terhadap 26 korban lainnya dihentikan pada Minggu petang karena cuaca 
kurang mendukung. Pencarian dilanjutkan   pada Senin (3/4) pagi, menggunakan 
alat berat. Sedangkan alat yang dikerahkan untuk mempercepat pencarian sebanyak 
enam buah dan pada Senin ditambah satu lagi, sehingga menjadi tujuh alat berat. 
Penggunaan alat berat dilakukan, karena kedalaman timbunan akibat tanah longsor 
tersebut mencapai 17 meter.

Retak  

Di tempat terpisah  Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Logistik Badan 
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Setyo Budiono menambahkan, 
tanda-tanda bahwa akan terjadi longsor sudah terdeteksi satu bulan lalu. Tanah 
di sekitar lokasi bencana retak-retak. Bahkan pada tiga minggu lalu retakan 
tanah mencapai 30 sentimeter dan terus bertambah hingga mencapai 20 meter. 
Tanah gerak itu menyebabkan longsor yang terjadi pada hari Minggu.

Dalam kondisi seperti itu, pihaknya mengungsikan penduduk ke lokasi yang 
dianggap aman. Ia berharap tidak terjadi hujan di sekitar terjadinya longsor, 
karena akan menyebabkan keadaan menjadi buruk.

Di Kabupaten Ponogoro, terdapat  empat daerah yang rawan yang longsor,  yakni 
Kecamatan Selahung, Ngebel, Ngrayun, dan Kecamatan Pulung.Wanto.

Para korban yang mengalami luka-luka dirawat di puskesmas setempat. Sementara 
bantuan berupa air mineral, mie instan, obat-obatan pada Minggu sore terus 
berdatangan baik dari Pemprov Jatim maupun Pemkab Ponorogo.  

Sebelum Gubernur Soekarwo, nampak mengunjungi lokasi bencana adalah Wakil 
Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, Kapolda Jatim Irjen Polisi Machfud Arifin. 
Dalam proses lanjutan pencarian korban pada hari Senin, diharapkan tidak turun 
hujan. [TG]


Kirim email ke