kumparan
Selasa 04 April 2017 - 18:45 
https://kumparan.com/aditiarizkinugraha/gus-dur-bapak-pluralisme-di-sidang-ahok
 


 Pidato Gus Dur yang Jadi Senjata Ahok 
https://kumparan.com/aditiarizkinugraha/gus-dur-bapak-pluralisme-di-sidang-ahok
 


 
Gus Dur, mantan presiden RI. (Foto: Paula Bronstein/Getty Images)
 Pada lanjutan sidang kasus penodaan agama dengan Basuki Tjahja Purnama alias 
Ahok sebagai terdakwa. Tim penasihat hukum Ahok memutarkan video orasi mantan 
presiden Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur pada saat Ahok 
mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Bangka Belitung.

 Tim kuasa Ahok memutar video tersebut sebagai langkah untuk meringankan 
terdakwa dalam kasus ini. Dalam video tersebut, Gus Dur meluruskan soal 
penggunan kata 'kafir' yang dianggapnya telah disalahartikan oleh sebagian 
orang.

 "Orang kafir itu bukan orang Yahudi dan orang Nasrani, orang kafir itu orang 
yang tidak bertuhan," ujar Gus Dur dalam potongan video orasinya seperti 
dikutip kumparan (kumparan.com http://kumparan.com/), Rabu (5/4).

 "Katanya ada yang ngomong tidak boleh pilih orang Tionghoa, itu salah, yang 
namanya pilih gubernur itu enggak ada urusannya sama agama, kita pilih gubernur 
pilih orang yang pantas jadi gubernur," ujar Gus Dur dalam video orasinya di 
kampanye Ahok pada September 2007 silam.

 


 
 Semasa hidupnya, Gus Dur memang dikenal sebagai sosok yang sering menyuarakan 
mengenai pluralisme. Hal itu tergambar dari cuitan-cuitan beliau dibeberapa 
kesempatan.

 kumparan merangkum beberapa ucapan Gus Dur terkait pluralisme.

 "Kemajemukan harus bisa diterima, tanpa adanya perbedaan." - Gus Dur 

 


 "Bukankah dengan demikian menjadi jelas bagi kita bahwa menerima perbedaan 
pendapat dan asal-muasal bukanlah tanda kelemahan, melainkan menunjukan 
kekuatan." - Gus Dur 

 


 "Tidak penting apapun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu 
yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu." - Gus Dur 

 


 "Indonesia bukan negara agama tapi negara beragama. Ada enam agama yang diakui 
di Indonesia, jadi akui agama yang lain." - Gus Dur 

 


 Berikut kutipan pidato Gusdur saat mendampingi Ahok di depan warga Bangka 
Belitung:

 Belum bisa baca Quran udah ngomongin Quran. Berani!

 Jadi karena itu, mantap saja semua nyoblos Ahok.

 Peganglah ini. Kalau omongan orang tolol, ga usah didengarkan, betul?

 Ada yang mengatakan, orang Kristen dan orang Yahudi tidak akan rela dengan 
kamu Muhammad sampai kamu ikut agama mereka.

 Saya bilang, ayat ini tidak ada urusannya dengan Gubernur, betul? Kenapa?

 Karena kalau orang Kristen dan orang Yahudi tidak rela dengan kita, kita juga 
tidak rela dengan agama siapapun, betul engga?

 Apa anda mau shalat di belakang orang Yahudi? enggak mau! Shalat di 
belakangnya orang 

 Kristen? Shalat di belakangnya orang Cina? enggak mau!

 Tapi kalau pemerintahan, Tidak apa-apa! Nah begitu, kita harus tahu dong.

 Dimana makenya ayat, jangan sembarangan aja.

 Oleh karena itu, kita tidak perlu takut-takut, anda semua harus bersama-sama, 
memilih orang yang pandai untuk pemerintahan.

 Basuki Ahok sudah membuktikan diri menjadi Bupati yang baik di Belitung Timur.

 Disana sekarang orang berobat gak bayar. Bayar Rp 5 ribu untuk semua penyakit, 
kenapa itu bisa? karena jujur! Jadi dia nggak ikut makan.

 Urusan politik tak ada hubungannya dengan soal agama.

 Jadi kalau nyoblos Ahok, tidak berarti kita ikut agamanya dia. Kita lihat dia 
sebagai calon gubernur yang baik, setuju?"

 (Baca juga: Pidato Gus Dur di Sidang Ahok) 
https://kumparan.com/muhamad-rizki/pidato-gus-dur-di-sidang-ahok

 (Baca juga: Ahok: Partai Islam Pun Pernah Calonkan Pemimpin Nonmuslim) 
https://kumparan.com/nur-khafifah/ahok-partai-islam-pun-pernah-calonkan-pemimpin-nonmuslim







 

Kirim email ke